Kopi Vs Kopi

Entah ini perasaan gue atau emang bener, gue merasa 2 tahun ini semakin banyak orang yang peduli dengan kualitas kopi di negeri kita ini. Mulai dari yang fanatik dengan kopi sampai sebatas penikmat atau bahkan hanya merasa kalau minum kopi itu keren.

Nah Biasanya di antara para peminum kopi suka ada beberapa perbedaan pendapat tentang bagaimana “seharusnya” cara minum kopi yang enak atau tepat. Biasanya yang suka jadi perdebatan itu seputar “minum kopi dengan atau tanpa gula”, “minum kopi dengan atau tanpa susu”, “Kopi hitam atau kopi lain (latte, cappuccino, dkk)”, dan “Kopi panas vs kopi dingin”.

Menurut gue sih, awal yang mendasari sampai ada perdebatan semacam ini dikarenakan tidak meratanya persebaran minuman kopi yang berkualitas di negeri ini. Yang satu bilang “Kopi yang enak itu kopi yang pekat, pahit, dan bisa bikin melek sampe subuh!”. Terus yang lain bilang “Kopi yang bagus adalah kopi yang ada karakter tanah, rasa buah, aroma caramel, dan lain-lainnya”.

Kadang aneh aja sih, karena kontradiktif banget. Tapi enggak apa-apa, karena selera itu relatif kan? Yang penting kita (mau pakar atau bukan) tetep harus mau tau rasa kopi yang enak itu seperti apa sih? Jadi kita bisa turut membanggakan hasil tanah negeri kita.

Rasa-Rasa Kopi

Ok, balik lagi ke urusan komposisi minuman kopi! Sementara ini dari hasil ngobrol-ngobrol dan semedi di beberapa cafe/coffee shop di Jakarta, biar bisa seragam ngobrolnya, gue setuju aja dulu dengan citra bahwa kopi itu pasti ada rasa pahit. Nah, tapi pahit yang seperti apa dulu nih?

Kemudian, selain pahit ada rasa apa lagi yang terasa di dalam mulut kita ketika minum kopi tersebut? Ada beberapa orang yang saking senangnya dengan sebuah minuman kopi, mereka sampai sangat menikmati bagaimana rasa kopi “nempel” di langit mulut mereka (body), atau rasa asam yang gurih terasa di samping lidah mereka (acid), dan juga rasa apa yang tertinggal di pangkal lidah (after-taste). Dan tentunya si aroma kopi itu sendiri.

Gue merasa kalau memang kopi yang digunakan adalah kopi bagus, gue bisa menikmati kopi tersebut tanpa gula. Karena banyak karakter rasa yang juga menarik untuk dinikmati selain rasa pahit kopi itu sendiri. Gula (atau susu) itu bisa menjadi “bala bantuan” ketika (misalnya) ada rasa pahit yang kurang enak. Fungsinya sendiri adalah untuk menekan rasa pahit tersebut.

Misalnya nih, gue perhatikan banyak perempuan suka minum Cafe Latte, karena susu yang dicampur cukup banyak. Cappuccino juga tergolong cukup “enteng” rasanya, selain karena ada kandungan susunya, foam cappuccino yang tebel juga bisa bikin rasa kopi menjadi creamy. Tapi bisa juga sih orang minum kopi pakai susu emang karena lagi nyari rasa minuman kopi yang lembut di pagi hari atau lagi mellow gitu, hahaha.

Saran gue, ketika lain kali kamu pesen kopi di cafe/coffee shop, cobain dulu deh tanpa pakai gula. Coba cari jenis-jenis rasa yang tersembunyi di kopi tersebut.  Kalau belum nemu, yah kamu lanjut aja nikmati kopi kamu dengan cara yang biasa kamu lakukan.

Buat gue dan beberapa teman gue, gula yang dimasukin tergantung seberapa nusuk rasa kopi yang terasa di lidah (bitter), atau buat ilangin rasa aneh yang ninggal di lidah belakang (after-taste). Menurut gue, 1/4 atau 1/2 sachet gula sudah cukup buat menekan rasa pahit yang aneh namun tidak ngilangin rasa gurih si kopinya itu sendiri.

Cold Brew/Iced Brew Coffee

Kalau kamu suka dan nyari rasa manis di kopi, tapi tetap mau mendapatkan rasa kopinya, gue menyarankan metode seduh yang namanya Cold Brew/Iced Brew Coffee. Sesuai namanya, Cold Brew adalah kopi yang dihasilkan dengan menggunakan air dingin untuk “menyeduh”nya. Jadi simplenya, air dingin diteteskan ke kopi dengan menggunakan semacam gelas-gelas kaca gitu.

Proses tersebut membutuhkan waktu kurang lebih selama 8-12 jam untuk tiap batch nya. Karena proses yang lama ini, dan “nyeduh”nya menggunakan air dingin, rasa dan karakter kopinya akan tetap kerasa meskipun dingin. Menarik banget rasanya, seger karena dingin, dan muncul karakter-karakter yang tidak keluar di kopi panas.

Jadi intinya gue berpendapat kalau gula dan susu adalah salah satu teman baik dalam menikmati kopi. Kopi hitam biasanya diminum bagi orang yang suka dan pecinta kopi yang ingin mendalami kenikmatan rasa kopi yang mereka pesan.

Buat jenis kopi selain kopi hitam, itu semua kembali ke faktor alasan seseorang minum kopi. Gampangnya, si orang tersebut lagi nyari “rasa” apa sih hari itu? Misalnya sedang ingin santai, mungkin bisa menikmati kopi dengan rasa vanilla atau caramel. Lagi super sibuk banyak kerjaan, dan butuh semangat extra? Bisa minum kopi tubruk robusta!! hehe.

Kalau kita bisa mengeksplorasi rasa-rasa, dan bisa mengenal preference kita pribadi dalam menikmati kopi kita masing-masing, maka otomatis kita juga bisa menghargai cara menikmati kopi orang lain. Karena apapun perbedaannya, tetap saja kan intinya adalah kita peduli, cinta, dan bangga terhadap kopi Indonesia. Cheers! – @AndanuPrasetyo

About author

Fashion is Art

Illustrated Fashion Installations – A High Fashion Art Spaces By Senayan City April 11th – April 22nd, 2012, At Senayan City Ground Floor Featuring: Agra Satria | Dmaz Brodjonegoro ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official