Kenalan Sama Turunannya Espresso

Sesuai dengan janji Kopling, kali ini Kopling mau ngelanjutin obrolan sama Andanu Prasetyo (Tyo) dari Toodz House waktu itu tentang espresso. Kalo kemarin Kopling cerita berbagai cara menikmati espresso, sekarang Kopling mau cerita tentang bermacam-macam minuman kopi hasil turunan espresso. Dari secangkir espresso ternyata bisa menghasilkan banyak banget jenis minuman kopi.

Nah, apa-apa aja sih? Yuk simak bareng!

Long Black

Long-Black

Minuman ini kebanyakan digemari di Australia, Selandia Baru, dan Brazil. Sekarang di London juga udah banyak yang suka sama turunannya espresso yang satu ini.

Long black dibuat dengan cara menuangkan double-shot espresso ke atas air panas (yang dipanasinnya juga pake mesin espresso). Pembuatan long black ini sebenernya mirip americano, tapi bedanya kalo long black ini crema-nya tetap dipertahankan, volume kopinya lebih banyak, jadinya ya rasanya lebih intense.

Piccolo Latte

piccolo-latte

Piccolo latte bisa dibilang caffe latte versi mini. Biasanya minuman ini disajikan dalam gelas berukuran 90-120 ml yang dibuat dari satu shot ristretto ditambah dengan susu dan foam. Teksturnya lebih milky dan creamy, tapi karena volumenya lebih kecil rasa kopinya jadi lebih intense. Piccolo latte cocok buat kamu yang nggak bisa nongkrong lama-lama tapi pengen banget minum kopi yang dicampur dengan susu.

Cappuccino

cappuccino

Wah, kalo yang satu ini pasti kamu udah kenal juga sih. Minuman ini dibuat dengan espresso, susu panas, dan foam susu yang mendidih, dan mulai dikenal orang sejak tahun 1946. Kamu tau “capuchon” kan? Itu lho, baju atau jaket yang ada topinya? Nah, nama “cappucinno” ini diambil dari nama “topi” itu. Yang jadi topinya? Ya foam susu itu tadi.

Cara membuat cappuccino ada dua sebenarnya. Yang pertama, mungkin yang paling umum, membuat campuran dari 1/3 espresso, 1/3 susu, dan 1/3 foam. Cuma terkadang cara ini akan membuat cappuccino cenderung terasa pahit. Nah, cara kedua adalah free pouring, yaitu dengan mencampur 1/3 espresso dengan 2/3 foamed milk. Kalo kamu liat ada latte art di bagian atas cappuccino yang kamu pesen, berarti si barista membuat minumannya dengan teknik free pouring. Cappuccino dengan teknik free pouring membuat foamed milk nyebar ke seluruh bagian, sementara kalo pake teknik yang umum biasanya foam­-nya jadi kering dan cuma ada di atas cangkir aja.

Minuman cappuccino enak banget kamu nikmatin dengan santai, misalnya sambil ngobrol dengan teman atau sebagai teman membaca buku dan bekerja.

Flat White

flat-white-

Flat white berkembang di Australia dan New Zealand sekitar tahun 1980-an. Cara penyajiannya yaitu dengan menuangkan foam susu yang amat sangat halus ke atas espresso. Minuman ini agak mirip sama cappuccino dan menggunakan cangkir dengan ukuran yang sama, tapi karena foam-nya lebih sedikit maka penggunaan susunya lebih banyak dari cappuccino. Rasanya juga akan lebih lembut dan creamy dari cappuccino, tapi nggak selembut caffe latte, soalnya gelas yang dipakai untuk membuat caffe latte itu lebih besar.

Kalo kamu lagi jalan-jalan ke Australia dan New Zealand, jangan sampe salah ngebedain flat white dan caffe latte ya, karena orang sana cukup menggilai si flat white ini. Konon sih mereka suka banget sama flat white karena tekstur foam-nya yang tipis dan halus banget sehingga bisa menyatu sempurna dengan espresso-nya. Jadi, buat kamu yang merasa tertantang, cobain deh pesen flat white dan rasakan sensasinya. Hehehe…

Caffe Latte

Caffe-Latte

Dulunya disebut juga dengan latte. Caffe latte ini terjemahan bebasnya adalah “kopi susu”. Caffe latte biasanya dibuat dengan mencampur 1/3 espresso dan 2/3 susu ke dalam cangkir, jadi rasanya memang cukup lembut. Tapi dalam perkembangannya, caffe latte ini akhirnya malah dibuat dengan takaran susu yang lebih banyak dari resep latte pada awalnya. Minuman ini cocok banget buat nemenin kamu sarapan di pagi hari.

Vanilla Sunkist Latte

vanilla-sunkist-latte

Dari namanya aja udah kebayang segarnya ya? Vanila dicampur kulit jeruk, terus dicampur latte. Yum! Tapi kenapa kulit jeruk dan kenapa nggak jus jeruknya? Menurut Tyo, karena kulit jeruk lebih harum dibandingkan dengan jus jeruk. Jadi, kalo kamu pengen ngopi sambil me-refresh pikiran saat matahari siang lagi panas-panasnya, kenapa nggak cobain si Vanilla Sunkist Latte ini di Toodz House?

Kamu sendiri udah pernah nyobain semuanya belum? Mana yang paling kamu suka?

 

Salam sruput!

Kalau kamu suka dengan artikel di atas, silahkan klik banner Toodz House di atas ini dan like fb pagenya. cheers!

Mural di Pemukiman Rawan

Johnston Square, sebuah daerah pemukiman di East Baltimore adalah pemukiman kaum pekerja yang meskipun kumuh tapi tergolong “sehat”. Tapi itu dulu. Sekarang daerah pemukiman itu ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official