Art

Perihal Waktu

0

Yang namanya waktu itu jaman sekarang udah bukan jalan lagi ya, tapi lari rasanya. Kamu juga merasa gitu nggak sih? Tiba-tiba sekarang kita udah di tahun 2014, dan nggak lama juga nanti tiba-tiba tahunnya udah abis lagi…

Lalu, gimana ya para pelukis itu ngeliat waktu? Apa yang ada di kepala mereka ketika melukis tentang waktu? Yuk, kita lihat!

“Persistence of Memory”, karya Salvador Dali

o-PERSISTENCE-OF-MEMORY-900

Jam saku yang meleleh dalam karya Dali ini menggambarkan interpretasi Dali tentang waktu sebagai sesuatu yang lembut, sekaligus keras. Sosok misterius yang ada di dalam jam yang meleleh itu adalah perlambang dari waktu yang berlalu ketika seseorang sedang bermimpi.

“Allegory of Vanity”, karya Antonio de Pereda

o-ANTONIO-900

Antonio de Pereda adalah seorang pelukis yang berasal dari jaman Barok Spanyol. Dalam lukisannya ini, Pereda mengintepretasikan waktu melalui jam, jam pasir, foto tua, lilin yang sudah ditiup, tengkorak, dan bola dunia. Bukankah kesemuanya itu menggambarkan perjalanan sang waktu? Waktu yang sedang berjalan, waktu penantian, waktu di masa lalu. Sementara dunia terus dan selalu berputar… Dan jangan takut, karena selalu ada seorang malaikat yang selalu menjaga kita.

“Venus, Cupid, Folly, and Time”, karya Agnolo Bronzino

475px-Angelo_Bronzino_001

Dua sosok di tengah lukisan ini adalah Venus dan Cupid, sementara pria berjenggot dan berkepala botak di sisi kanan lukisan ini adalah Sang Waktu. Sementara sosok perempuan yang sedang bermain dengan rambutnya itu adalah rasa cemburu. Jadi apa pesan yang ingin disampaikan oleh lukisan ini? Waktu itu berlalu dengan sangat cepat, dan kita nggak akan pernah tahu, kapan sesuatu itu akan berakhir. Ketika kita menghabiskan waktu untuk bersenang-senang atau berbahagia, ada aja kan selalu orang yang iri atau cemburu dengan kebahagiaan kita? Biarin aja. Nikmati aja waktu yang ada, tanpa harus peduli kesirikan orang lain.

“Dynamism of a Cyclist”, karya Umberto Boccioni

o-UMBERTO-900

Pesan moral yang ingin disampaikan oleh lukisan ini adalah: Kita mungkin dapat menduga berapa kecepatan waktu, tapi ketika semuanya terkunci dalam sebuah kejadian, kita tidak dapat lagi menentukan kecepatannya. Seram kan? Tapi nggak usah khawatir sih, karena di dunia ini kan nggak ada sesuatu pun yang permanen.

 

Ingat ya, waktu itu nggak akan menunggu kita. Kita selalu dikejar waktu. Mumpung ini masih awal tahun, ayo kita rencanakan waktu kita sebaik mungkin di tahun ini, supaya waktu yang kita miliki sekarang nggak berlalu begitu aja dengan sia-sia.

Sumber gambar: Wikipedia dan sumber lainnya

No comments

Memperindah Fasilitas Umum

Manusia menata diri itu biar keren, biar lebih menarik, biar lebih enak diliat. Begitu juga sama sebuah kota yang ditata. Tujuannya sama, supaya semakin indah ...