Art

Scott Adams, Dilbert, dan Kopi

121018_dilbert_cartoonist_605_ap

Kalau beberapa saat yang lalu Kopling mengangkat cerita tentang Schulz dan Peanuts-nya, kali ini tentang Scott Adams, sang pencipta komik “Dilbert” yang nggak kalah terkenal itu.

Scott Adams lahir di New York pada tahun 1957 dan sudah mulai menggambar sejak berusia 6 tahun. Dia tumbuh dengan komik-komik Peanuts, dan pada usia 11 tahun dia sudah memenangkan sebuah perlombaan menggambar komik.

Pada tahun 1968, Adams ditolak oleh sebuah sekolah seni, dan dia lalu berkarir di bidang hukum. Adams lalu juga belajar tentang komputer dan ilmu ekonomi, sampai meraih gelar MBA di bidang ekonomi dari University of California pada tahun 1986.

141996.strip

Setelah ini, baru dia menciptakan Dilbert. Nama Dilbert sendiri didapatnya dari mantan boss-nya, Mike Goodwin. Dogbert (yang tadinya diberi nama Dildog) adalah anjing keluarga Adams, Lucy. Dilbert tidak lantas diterima oleh banyak media massa, tapi Adams terus berkarya karena dukungan surat dari seorang penggemarnya.

Adams terus menjadi pekerja kantoran sampai akhirnya pada tahun 1989 Dilbert diterbitkan oleh United Media. Karena masih bekerja di Pacific Bell ketika itu, Adams harus menggambar kartunnya pada pukul 4 pagi. Lama kelamaan, Dilbert menjadi semakin terkenal, dan pada tahun 1994 sudah diterbutkan oleh 400 surat kabar!

23638

Setelah menjadi seorang kartunis sepenuhnya, Dilbert hadir di 800 surat kabar. Dengan menggabungkan kemampuannya untuk membuat komik dan ilmu ekonomi yang dimilikinya, pada tahun 1996 Adams menerbitkan sebuah buku dengan judul “The Dilbert Principle”.

Coffee literally makes me enjoy work. No willpower needed.
– Scott Adams

Scott Adams ternyata juga seorang pecandu kopi, karena menurutnya kopi dalam membuatnya dapat berpikir lebih lancar, lebih produktif,  lebih bahagia, dan dapat membuat orang hidup lebih lama. Menurut pengakuan Adams, tanpa kopi dia tidak dapat bekerja.

Sisi negatifnya, menurut Adams, ketika orang sudah kecanduan kopi, orang akan merasa sakit kepala jika tidak minum kopi dalam waktu yang lama. Untungnya, kopi adalah salah satu minuman yang mudah didapat. Kopi juga tidak murah, butuh waktu untuk membuatnya, membuat kita jadi sering buang air kecil, tapi jika kesuksesan adalah mimpimu, kopi adalah jalan menuju sukses. Scotts bahkan merasa kasihan pada orang-orang yang tidak mempunyai kebiasaan untuk minum kopi.

ON-BB961_Book4__G_201308291454261

Pengalaman Scott Adams dengan kopi bisa kamu baca lebih lengkap dalam buku terakhirnya yang berjudul “How to Fail at Almost Everything and Still Win Big: Kind of the Story of My Life”.

Selamat membaca dan selamat menikmati kopimu.

Website: dilbert.com

Sumber gambar:

Pemutaran Film Dokumenter The Coffee Man

Bulan Juli ini Kopling akan berkeliling ke beberapa coffee shop di Jakarta dan sekitarnya untuk mengadakan pemutaran film The Coffee Man yang sangat inspiratif. Film dokumenter ini ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official