Art

Ilustrasi dan Tipografi di Langit

Langit adalah kanvas yang paling luas dan adalah salah satu ciptaan semesta yang paling indah. Bayangkan awan-awan yang berjalan perlahan, lalu membentuk gambar-gambar di atas langit yang jadi kanvasnya… Kamu pernah nggak meluangkan waktu untuk merhatiin hal seperti ini? Kalo belum, gunain imajinasi kamu saat ngeliat langit nanti, dan gunain tanpa batas…

Seorang pelukis asal Perancis, Thomas Lamadieu, terinspirasi buat ngebuat serial lukisan yang judulnya “Sky Art” setelah ngeliat awan-awan yang melayang di antara gedung-gedung di tempat tinggalnya di Avignon, dengan ilustrasi-ilustrasi yang lucu dan sederhana. Awalnya, dia motret gedung-gedung itu, terus dia isi kekosongan jarak di antara gedung-gedung itu pake ilustrasi yang dia buat pakai Microsoft Paint. Dia kepingin nunjukkin persepsi yang berbeda dari seni arsitektur urban dan tempat tinggal kita sehari-hari, hal-hal yang bisa kita konstruksikan dengan imajinasi tanpa batas. Thomas juga mengisi kekosongan di langit, juga jarak antara gedung-gedung itu dengan sesuatu yang “hidup”, seperti gambar manusia, burung, dan sebagainya.

Kamu udah nonton film “The Dark Knight Rises” belum? Inget nggak waktu kamera mengarah ke langit-langit di Gotham City terus logo Batman menyembul di antara gedung-gedung itu? Nah, kurang lebih seperti itulah idenya. Orang-orang yang menderita klaustrofobia pasti nggak akan takut kalo ngeliat karya-karya Thomas ini, karena justru ketakutan mereka diubah jadi keindahan. Hmmm… semuanya memang tergantung dari cara pandang dan imajinasi kita sih ya?

Kalo Thomas ini melukis langit, beberapa tahun yang lalu ada seorang fotografer dari Jerman yang ngetik di langit. Lisa Rienermann namanya. Bedanya, kalo Thomas make ilustrasi buat tambahan di serial “Sky Art”-nya, Lisa ini cuma nyari bentuk-bentuk huruf dalam alfabet aja, tanpa bantuan software apa pun. Karya Lisa ini di tahun 2007 dapet award dari Type Directors Club New York dan dipake sama Mercedes dan Renault sebagai kampanye iklan mereka, padahal ini dibuatnya waktu Lisa masih kuliah di University of Duisburg-Essen, lho.

Huruf awal yang ketangkep sama mata Lisa adalah huruf Q. Waktu itu dia lagi motret di Barcelona, dan pas dia ngeliat ke langit, puncak-puncak gedung itu tanpa sengaja ngebentuk huruf Q. Dari situ, dia mulai keranjingan nyari huruf-huruf lainnya di antara langit dan gedung-gedung.

Karya Lisa Riernermann ini perpaduan yang sempurna dari seni arsitektur tipografi, dan fotografi. Andalannya ya mata yang jeli dan imajinasi yang luas pastinya untuk ngebuat karya kayak begini.

Kalo saat kamu baca artikel ini dan mataharinya lagi nggak menyengat, coba buka jendela mobil atau kantor kamu atau keluar dari tempat di mana kamu sekarang berada, dan arahin mata kamu ke langit. Gunain imajinasi kamu. Apa yang kamu liat di sana? Iseng-iseng gambarin semuanya di kepala kamu. Nanti saat kamu udah di depan komputer, lukis apa yang kamu “lihat” tadi. Atau kalo kamu nggak bisa ngegambar, kamu bisa tulis jadi cerita pendek, puisi, atau mungkin buat jadi lagu?

Langit itu nggak punya batas, dan imajinasi kita juga sama luasnya. Masalahnya, sebagai orang yang udah dewasa, kita nggak rajin ngelatih daya khayal kita seperti anak kecil. Thomas dan Lisa ini masih punya dan mengasah hal itu, dan menuangkan jadi karya-karya yang menginspirasi. Siapa pun pasti juga bisa, karena langit nggak cuma ada di Perancis dan Jerman kan? Di mana pun kita, selalu ada langit. Itu artinya, selama ada langit, selalu ada kemungkinan dan ada imajinasi tanpa batas…

About author

Pengejar Metal dari Negeri Matahari

Di Jakarta, tepatnya di Gedung Summitmas I lantai 2, akan diadakan “Pameran Chase Metal” karya Kitamura Yasutaka. Apa sih “chase metal” atau “chiselwork” itu? Bukan. ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official