Art

Menua Tanpa Pikun? Bisa!

518087

Menjadi tua itu sesuatu yang nggak bisa kita hindari, termasuk menjadi pikun. Nggak cuma itu, sebelum menjadi pikun, beberapa orang memasuki masa pensiun, dan ketika masa tiba itu beberapa manula merasa diri mereka nggak berguna. Bukan hanya karena pemasukan nyaris nggak ada lagi, tapi mereka juga jadi bingung bagaimana cara menghabiskan waktu, karena tadinya mereka sangat sibuk.

Sebuah riset baru dari Jerman menyarankan bahwa sebaiknya para manula yang memasuki masa pensiun mencoba untuk membuat karya seni. Riset ini dipimpin oleh dua orang ahli syaraf, Anne Bolwerk dan Christian Mailhofner. Mereka mengatakan bahwa ketika manusia memproduksi seni visual, terjadilah interaksi antar berapa bagian dari otaknya dengan cara yang sangat efektif.

Mereka lalu melibatkan sejumlah pensiunan untuk mengikuti kursus melukis dan menggambar. Tujuannya adalah untuk tindakan pencegahan dan penyembuhan bagi para manula tersebut.

Ada 28 manula yang usianya berkisar 62 sampai 70 tahun, dan mereka sudah pensiun sekitar 3 bulan sampai 3 tahun. Sebelum mengikuti kelas menggambar dan melukis, otak mereka dipindai dulu dengan menggunakan fMRI.

Selama sepuluh minggu, mereka menghadiri kelas menggambar dan melukis dua minggu sekali, dan tiap pertemuan berlangsung selama dua jam. Setengah dari para manula itu dikenalkan dengan berbagai macam teknik melukis dan menggambar, lalu mereka diminta untuk membuat karyanya sendiri. Setengahnya lagi, diikutsertakan dalam kursus apresiasi seni dalam bimbingan seorang ahli sejarah seni, dan mereka belajar bagaimana menganalisis lukisan dan patung, lalu diajak untuk berdiskusi.

Setelah kursus itu selesai, otak mereka kembali dipindai dan ditemukan perubahan yang lebih menonjol pada kelompok manula yang membuat karya seni ketimbang mereka yang mengikuti kelas apresiasi seni. Kelompok pertama mengalami peningkatan daya ingat dan mereka lebih mampu mengendalikan diri.

Para periset itu membuat catatan bahwa penuaan pada manusia itu mempengaruhi kegiatan intrinsik. Kelompok yang ikut serta dalam kelas menggambar dan melukis itu mengalami pengalaman pribadi yang intergratif saat mereka melakukan kegiatan kreatif. Dan inilah yang menguatkan otak mereka, dan akhirnya mereka juga menjadi manula yang lebih punya rasa percaya diri.

Hasil riset ini melengkapi riset serupa yang diadaan di tiga kota di Amerika Serikat, di mana para partisipan diajak untuk bergabung dalam komunitas seni yang dapat membuat mereka lebih sehat. Nggak heran kalau Picasso dan Matisse masih bisa berkarya sampai mereka meninggal di usia 91 dan 84 tahun, sementara Louise Bourgeouis bahkan tetap dapat berkarya sampai dirinya meninggal di usia 98 tahun.

Ada baiknya, ketika seorang menjalani pensiun, mereka diberi satu set kuas melukis dan didaftarkan di kelas melukis. Ide yang baik untuk kita jalankan ketika suatu hari nanti kakek-nenek, orangtua, atau bahkan kita sendiri pensiun.

Ingin panjang umur tanpa pikun? Jadilah seorang seniman visual!

Sumber gambar: Home Care Springfield

Happiness Is Only Real When Shared

Kebahagiaan kerap menjadi tolok ukur seseorang dalam pencapaian hidup. Ketika masih remaja, salah satu kebahagiaan kita mungkin adalah ketika dikelilingi oleh teman-teman terdekat. Seiring dengan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official