Rumah Becak

Orang kalo kepepet biasanya jadi malah lebih kreatif. Ya nggak? Itu yang terjadi di Cina yang penduduknya makin lama makin padat. Lahan yang semakin sempit, manusia yang semakin padat, ditambah lagi di Cina sekarang orang udah nggak boleh lagi punya tanah, karena semuanya udah jadi monopoli pemerintah. Dan gimana pun kan yang namanya manusia perlu tempat tinggal.

Nah, sekelompok orang kreatif yang tergabung dalam People’s Architecture Office (PAO) + People’s Industrial Design Office (PIDO), yang memang isinya para desainer, menciptakan rumah di atas becak. Bukan cuma rumah sih, karena mereka juga bisa punya kebun! Rumah becak ini belum bener-bener dipake sih, baru dijadiin bahan pameran tahun 2012 di Beijing pas ada “Get Louder Exhibition”.

Rumah becak ini nggak beda jauh sama rumah mobil atau caravan. Di dalamnya ada kamar mandi, kamar tidur, dapur. Uniknya, semua perabotan di rumah becak ini memang didesain untuk multi fungsi. Bisa berubah kayak “Transformers” gitu lah. Terus luarnya dibuat dari plastik yang bisa dilipat dan bentuknya mirip alat musik akordion. Plastik ini dibuat dari polypropylene, jadi cahaya matahari dan lampu jalanan bisa masuk biar rumahnya nggak gelap. Rumah ini juga bisa dibuat “nyambung” sama rumah sepeda lainnya. Ukuran tiap rumah becak sama: 3×4 kaki.

Di taman sepeda, orang bisa menanam sayuran dan bunga. Lumayan kan buat bahan makanan dan mempercantik rumah becaknya. Biar penduduknya padat gitu, orang Cina juga masih suka berkebun, lho. Penghijauan juga dicanangkan, bukan cuma pembangunan gedung-gedung bertingkat.

Ide ini keren banget karena selain harganya terjangkau, jalanan juga jadi nggak macet. Juga, rumah model kayak gini bikin orang jadi mikir kalo punya anak banyak. Atau mungkin belanja banyak-banyak? Karena udah pasti rumahnya nggak bakal cukup buat nyimpen koleksi tas dan sepatu. Hehe. Perlu kerja pake laptop? Tinggal gowes becaknya ke tempat yang ada free wifi-nya. Dan karena di Cina udaranya nggak sepanas Jakarta, mereka juga nggak perlu kulkas buat nyimpen bahan makanan lama-lama. Lagian, ada juga kok cara awet nyimpen bahan makanan tanpa kulkas. Terus, di Cina juga pasti ada semacam warteg gitu kan? Tinggal gowes, langsung nyampe ke warteg. Praktis banget nggak pake ribet pokoknya.

Gimana juga, rumah ini udah pasti lebih baik daripada rumah-rumah liar yang ada di Jakarta, yang kadang cuma terbuat dari kardus. At least, orang-orang yang tinggal di rumah becak lebih sehat karena pasti lingkungannnya lebih bersih dan lebih aman.

Kekurangan rumah becak ini? Ya pasti ada juga. Selain sempit, tentunya penghuninya juga pasti kekurangan privacy. Hmmm… tapi dalam keadaan kepepet, orang lebih butuh tempat untuk berteduh sih memang, daripada privacy. Belum lagi pencurian. Pasti nggak aman tinggal di rumah kayak gini, karena rumahnya pasti lebih gampang dimalingin. Atau mungkin juga rumah becaknya sekalian dibawa lari sama malingnya!

Juga dalam keadaan cuaca ekstrim, rasanya rumah kayak gini memang nggak ideal ya sebagai tempat tinggal. Dan rumah ini nggak akan cocok untuk pasangan manula yang udah nggak punya tenaga lagi buat ngegowes sepeda kemana-mana, atau orang yang karena keadaan nggak bisa bersepeda.

Rumah becak ini jadi ngingetin kita sama siput yang ngebawa rumahnya kemana-mana ya? Bedanya, siput nggak punya perabotan… Bisa dibilang rumah becak ini memang solusi yang praktis dan jenius buat kepemilikan tanah/rumah di Cina, juga solusi buat ngatasin jalanan yang macet, tapi tingkat keamanannya memang harus dipikirin lebih lanjut. Yang namanya ide, pasti suatu saat bakal berkembang lebih bagus lagi. Semoga suatu saat ide serupa juga bisa diterapkan di sini yah.

About author

Bagimu Kopimu, Bagiku Kopiku

Kopi itu baik untuk tubuh? Atau malah jelek? One day you may read that coffee is bad for your health; the next day you’ll hear ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official