Mari Hargai Barista

Barista

Hal yang paling mengesalkan di pagi hari itu sebenarnya rasa kantuk. Nggak peduli berapa jam sudah kita tidur malamnya, tetap saja paginya kita tetap merasa tidur kita masih kurang. Belum lagi kalau hari itu kita mempunyai jadwal untuk ikut dalam sebuah rapat penting atau melakukan presentasi yang menentukan. Stresnya bertambah-tambah. Untuk itu, kita perlu minum kopi untuk membuat mata dan mood kita lebih siap untuk menghadapi hari-hari kita.

Sebelum mood kita “diperbaiki” oleh kopi dan masih jelek, kadang yang paling sering menerima kekasaran kita adalah para barista. Kita lupa bahwa mereka juga sama dengan kita: harus bekerja di pagi hari. Berbeda dengan para bartender yang saat bekerja, mood orang sudah lebih siap untuk bersantai. Kita sering membentak para barista kalau kopi kita lama dibuat atau pesanan kita datang nggak sesuai dengan yang kita mau.

Di Amerika Serikat, ada beberapa coffee shop yang sudah memperhatikan perasaan para baristanya. Mereka harus menuang kopi mereka secara cepat, dan para pelanggan juga harus cepat menghabiskan kopi mereka, supaya nggak ada antrian yang panjang. Para pelanggan juga nggak diijinkan untuk terlalu cerewet ketika memesan kopi. Yang menjadi raja bukan lagi para pelanggan, tapi para barista. Untungnya, mereka adalah barista profesional yang udah ahli banget dalam membuat kopi.

Anyway, kita memang harus memperlakukan para barista dengan lebih baik. Mereka bukan pelayan kita. Bagaimana caranya?

1. Ketika berbicara dengan mereka, tutup dulu telepon kamu. Pesanlah dengan cara yang baik dan sopan.
2. Pesan minuman kamu dengan cepat. Banyak orang yang mengantri di belakangnya yang menjadi tugas si barista selanjutnya. Pelanggannya bukan cuma kamu.
3. Kalau kamu nggak sabar, ada baiknya kamu membuat kopimu sendiri di rumah, meskipun mungkin pelayanannya agak sedikit lama dan terlambat. Jangan berkata dan bertindak kurang ajar. Ingat, mereka manusia dan bukan robot pembuat kopi.
4. Jangan datang ke coffee shop 5 menit sebelum tutup dan nongkrong berlama-lama di sana. Mereka juga ingin pulang tepat waktu, sama seperti kita. Datanglah pada jam yang wajar, dan jangan duduk berlama-lama kalau kamu hanya memesan segelas kopi.
5. Jangan membanding-bandingkan pelayanan barista di coffee shop lain dengan pelayanan barista yang sedang melayani kamu.
6. Ketika mereka menyapamu dengan “Selamat pagi!”, jawabannya bukan “cappuccino”.
7. Jangan minta mereka untuk mengganti lagu yang sedang diputar. Tugas mereka hanya membuat kopi. Juga jagalah kebersihan, karena barista itu bukan cleaning service. Juga jangan meminta mereka untuk menjaga adik kamu yang masih kecil, mereka bukan babysitter.
8. Berikan mereka tip, seperti yang sudah pernah disarankan oleh Kopling.

Dan terakhir, jangan lupa katakan “terima kasih”. Barista yang sedang melayani kita itu memang bertemu banyak setiap hari, dan dia hanya butuh seorang pelanggan yang baik untuk menjadikan hari mereka lebih menyenangkan. Mengapa kita tidak menjadi seseorang yang menyenangkan itu?

Sumber gambar: Dehydration and Procrastination

5 Seniman Terkaya di Dunia

Banyak orangtua yang ingin anaknya menjadi dokter, insinyur, atau pengusaha, tapi nggak banyak yang mendukung anak mereka jadi seniman. Alasannya, karena menurut mereka, seniman itu ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official