Dunia di Mata Yayoi Kusama

Para seniman memang selalu punya dunia sendiri, dan kalau mereka nyaman dengan kenyentrikan itu, biarkan saja. Hidup akan sangat membosankan kalau manusia-manusia yang kita temui semua sama, kan?

Yayoi_Kusama_3018813b

Yayoi Kusama (sumber: telegraph.co.uk)

Salah satu sosok yang cukup nyentrik di dunia seni saat ini adalah seorang nenek funky yang berasal dari Jepang. Nenek ini sudah berusia 85 tahun dan masih terus berkarya! Nama perempuan luar biasa ini adalah Yayoi Kusama. Beliau adalah seorang pelukis, pematung, seniman panggung, sering membuat instalasi yang berhubungan dengan lingkungan hidup, dan juga seorang penulis. Bahkan, karya-karyanya dianggap banyak memengaruhi karya Andy Warhol dan Claes Oldenburg.

648b7b9a-4275-11e1-93ea-00144feab49a.img

Horse_Play__Woodst_3021174c

Yayoi Kusama bersama karyanya (sumber: telegraph.co.uk)

Berbeda dengan kebanyakan perempuan Jepang (terutama yang seusianya) yang dikenal sangat lembut dan feminin, Kusama mendobrak anggapan itu. Dia justru sangat frustrasi dengan gaya seni khas Jepang, dan lebih tertarik dengan gaya Eropa dan Amerika. Ia juga tidak betah berada di negerinya, karena ibunya sendiri nggak menyetujui kecintaannya akan karya seni dan memaksanya untuk menikahi pria Jepang yang kaya raya. Pada tahun 1958, dengan bermodal nekad, Kusama memutuskan untuk pindah ke New York City dan berkarya di sana karena ia menganggap Amerika adalah negeri yang kaya akan warna dan gambar-gambar indah. Pada awal perpindahan, Yayoi terus berkarya untuk membuatnya lupa akan kedinginan dan kelaparan akibat kekurangan uang. Upayanya berbuah sukses, karena pameran-pameran pertamanya berhasil menuai perhatian publik. Pada tahun 1973, Kusama kembali ke Jepang dan menjadi makelar benda seni.

fae77b46-4272-11e1-93ea-00144feab49a.img

Yayoi Kusama di Studionya, tahun 2010 (sumber: static.com)

Ironisnya, pada tahun 1977, beliau mendaftarkan dirinya sendiri ke sebuah rumah sakit jiwa, dan sampai hari ini beliau masih berkarya dari studionya yang letaknya nggak jauh dari rumah sakit tersebut. Katanya, “Kalau bukan untuk seni, aku sudah bunuh diri sejak lama.” Saat ini, Kusama sudah harus duduk di atas kursi roda yang dicatnya dengan motif polkadot berwarna biru, tetap memulas lipstik merah di bibirnya, dan masih berpakaian ala artis ketika menghadapi publik.

800px-View_of_the_'I_pray_with_all_of_my_love_for_tulips.'_installation_at_the_Yayoi_Kusama_Special_Exhibition_at_the_Osaka_National_Museum_of_International_Art

I Pray with All My Love for Tulips (sumber: wikimedia.org)

Pumpkin__from_Kusa_3021183c

Patung Labu karya Yayoi Kusama (sumber: telegraph.co.uk)

Yayoi Kusama adalah seorang perempuan dan seniman yang luar biasa. Karyanya banyak tersebar di hampir seluruh penjuru dunia, dan dia sudah melakukan pameran di mana-mana. Beliau masih mengadakan pameran di Tate Modern di London pada awal tahun 2012.

Usia nggak menjadikan Kusama berhenti berkarya. “Aku memang takut pada kenyataan bahwa aku menjadi semakin tua, dan aku dapat mati kapan saja. Aku merasa kelelahan setiap hari, tapi aku selalu terbangun pada pukul 3 pagi dan mulai melukis atau menulis lagi…”

Kusama memang nggak pernah menikah. Dulu pernah ia dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang lelaki kaya, tapi ditolaknya. Kusama lebih memilih untuk menjadi seniman yang bebas, meskipun saat pertama menginjakkan kaki di New York, dirinya mengalami kesulitan karena kemiskinan. Kedinginan, kelaparan… Tapi semua itu kemudian terbayar ketika dia akhirnya mendapat pengakuan setelah mengadakan beberapa pameran.

Dari mana seniman luar biasa ini mendapatkan inspirasi? “Dari pikiranku sendiri. Picasso membuat ribuan lukisan dengan gaya yang sama, sementara karyaku mencakup hampir semua ide!” katanya sedikit menyombong. Dirinya bahkan nggak membuat sketsa saat melukis seperti kebanyakan seniman lainnya.

Ide segar memang nggak selalu ke luar dari kepala seniman muda. Jangan pernah meremehkan seseorang karena usianya, karena bisa jadi yang lebih muda akan lebih sukses dari kita dan yang lebih tua lebih punya karya yang berjiwa muda dibanding kita. Jadi, kalau kamu saat ini masih selalu merasa ada yang kurang dengan karyamu, jangan pernah berhenti untuk berkreasi, karena mungkin masa keemasanmu baru akan tiba beberapa tahun lagi.

Zebra Cross Nggak Harus Putih Abu-abu

Kalau berjalan-jalan di wilayah London bagian timur beberapa tahun terakhir ini, ada kemungkinan kamu akan menemukan mural geometri warna-warni karya seorang seniman grafis Camille Walala. ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official