Yahya Nathanael

0

Visual art itu menyenangkan untuk ditekuni karena selalu menyajikan hal-hal yang baru, ide-ide baru yang bisa memberi perasaan wow ketika melihatnya. – Yahya Nathanael

Nathan, panggilan akrab pria bernama panjang Yahya Nathanael Laban ini, dulunya mempunyai pemikiran seperti orang tua: dunia seni rupa itu hanya sekadar iseng dan untuk senang-senang saja. “Padahal, dari kecil saya sudah senang corat-coret dan sempat gambar komik Dragon Ball juga,” kenangnya. Ia menyimpulkan, pengaruh sekolah dari SD hingga SMA yang membuatnya berpikiran seperti itu.

Tapi, Nathan sepertinya memang tidak bisa lepas dari dunia seni. Di akhir SMA Kelas 3, salah satu temannya yang menggambar iseng graffiti di kertas membuat ia kembali menorehkan garis yang membawanya masuk ke jurusan Desain Komunikasi Visual.

Meskipun saat ini sudah lulus kuliah, pria yang tanggal lahirnya sama dengan Hari Pahlawan (Iya, tanggal 10 November!) sangat beruntung karena mendapatkan dosen yang super suportif. “Sampai sekarang, dosen saya masih menyemangati saya untuk tetap terus membuat ilustrasi,” ujarnya. Itulah yang membuat Nathan tetap merangkap pekerjaan sebagai ilustrator meskipun saat ini profesi utamanya adalah seorang desainer grafis.

tumblr_niqjpqByRM1tdwrhko2_r1_1280

 

tumblr_nlc8ca4u9E1tdwrhko1_1280

Nathan tidak pernah terpaku pada satu tema dan selalu bisa mendapatkan inspirasi dari mana saja. “Yang terpenting adalah berpikir kreatif dan sebisa mungkin mencari ide yang kira-kira jarang diangkat. Lebih baik menjadi seniman yang beda disbanding skillful, karena ada peribahasa, ‘Di atas awan masih ada awan lagi’,” ujarnya.

Ia mengaku saat ini ia masih mencari style-nya sendiri dalam berkarya. “Dulu saya suka gaya komik, tapi sekarang mulai menyenangi gaya yang terkesan fine art,” jelas ilustrator yang banyak mendapatkan inspirasi dari seniman Jamie Hewlett, Gerhard Human, (alm.) Priyanto Sunarto, Aditya Pratama, dan Emte.

tumblr_nnx6myTRzj1tdwrhko2_r1_1280

Ditanya soal kecintaannya akan kopi, Nathan memberikan pernyataan unik. “Kopi tuh kayak tukang pijet. Ketika lagi pusing mikirin kerjaan, kopi bisa bikin kondisi jadi rileks lagi!”

Nah, gampang kan cara bikin mood Nathan bagus lagi kalau dia lagi pusing atau capek?

About author

No comments

Dazzling Hill

Bagi orang Bandung, Selasar Sunaryo Coffee and Art Space tentu tidak asing. Kompleks seluas 5000 meter2 di perbukitan Dago Pakar dengan pemandangan keren ini adalah ...