Art

Mainkan Imajinasimu dan Buat Kehidupan Lebih Berwarna

Pernah nggak kamu memandang sebuah benda dan mengarang berbagai cerita dari satu benda tersebut? Misalnya bolpen yang kamu pakai sehari-hari. Mungkin bolpen hanya terlihat sebagai sebuah bolpen kalau kamu nggak menggunakan imajinasimu agar ia terlihat semakin menarik. Mungkin saja sebenarnya kamu bisa menciptakan benda hidup dengan menggambar menggunakan bolpen tersebut. Atau, kalimat apapun yang kamu tulis menggunakan bolpen itu bisa menjadi kenyataan. Masih banyak lagi imajinasi seru yang bisa kamu ciptakan hanya dengan membayangkan apa yang bisa dilakukan oleh sebuah bolpen.

Sayangnya, terkadang imajinasi liar kita tertinggal di masa kecil. Begitu usia kita mendewasa, demikian juga dengan pemikiran kita. Dihadapkan dengan kenyataan hidup seringkali membuat kita lupa bahwa sebenarnya imajinasi itu masih diperlukan untuk waktu-waktu tertentu.

Seorang seniman yang berbasis di New York, Kurt Perschke, mencoba menantang masyarakat umum untuk kembali menggunakan imajinasinya lewat sebuah bola besar berwarna merah. Bola merah yang ia pakai untuk proyek seni RedBall Project ini sudah “menggelinding” ke berbagai negara. Awalnya Perschke membawa bola merah ini pada instalasi seni di Chicago tahun 2008. Sejak saat itu, bola merah ini mulai menjelajah dunia, termasuk Grand Rapids, Scottsdale, Portland, and St. Louis.

http://www.apartmenttherapy.com/

http://www.apartmenttherapy.com/

http://www.apartmenttherapy.com/

http://www.apartmenttherapy.com/

Melalui RedBall Project, Kurt memanfaatkan kesempatannya sebagai seorang seniman menjadi katalis untuk penemuan baru dalam sehari-hari. Melalui sifat magnetik, menyenangkan, dan karismatik si RedBall, kita dapat mengakses imajinasi yang tertanam dalam diri kita semua. Perschke menggunakan bola merah tersebut sebagai objek, tapi sebenarnya yang ingin ia sampaikan lebih dari itu. Proyek ini adalah tentang apa yang bisa dipikirkan dan dialami oleh orang-orang umum.

Perjalanan RedBall di seluruh dunia ini mendekatkannya pada jalanan di mana ia menjadi lebih peka terhadap sesuatu. Pada saat itu, orang yang melintas bukan hanya sebagai penonton melainkan ikut menjadi partisipan, menyumbang imajinasi mereka masing-masing. Perschke telah diundang dari berbagai benua, umur, budaya, dan bahasa untuk membawa RedBall ke negara yang bersangkutan. Hebat ya? Dengan modal sebuah bola merah besar, Perschke bisa sekalian berkeliling dunia.

http://www.apartmenttherapy.com/

http://www.apartmenttherapy.com/

http://www.apartmenttherapy.com/

http://www.apartmenttherapy.com/

Bola merah ini terbuat dari vinyl, dan ditempatkan di sudut atau celah yang ada di perkotaan, di antara bangunan berongga. Kurt sebetulnya hanya ingin membangkitkan imajinasi orang saja dengan instalasi ini. Hasilnya? Tentu saja respon yang beragam dari berbagai orang. Mungkin ada yang menganggap bola merah ini bukan apa-apa, tapi ada juga yang merespon dengan cara unik. Beberapa orang berfoto di depan bola merah ini sambil mengenakan bola merah kecil di hidung ala badut. Ada juga yang berfoto seolah-olah mereka sedang mendorong bola merah tersebut.

Kalau kamu merasa hidup kamu saat ini sangat monoton dan nggak ada kejadian menarik, mungkin kamu belum sepenuhnya bersentuhan dengan sekeliling dan memainkan imajinasimu.

About author

50 Toko Buku Terindah di Dunia

Kopling pernah bercerita soal 10 perpustakaan terindah yang ada di dunia, tapi buat kamu yang suka baca buku pasti merasa wajib juga untuk mendatangi toko-toko ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official