Vol. 5 Artworks pt.1

Berikut foto karya-karya seniman Kopi Keliling Volume 5 (buat yang belum sempat lihat) dan juga konsep di baliknya. Enjoy

Ario Anindito | Tatiana Romanova | Dmaz Brodjonegoro | Citra Marina | Diela Maharanie | Resatio Adi Putra | Rukmunal Hakim | Dika Toolkit

 

“Coffee Goddess” – Ario Anindito

Pencil, Acrylic, Mixed Media on Canvas Paper 59 x 44 cm

Masyarakat tradisional Jawa mengenal Dewi Sri atau dewi kesuburan. Di karyanya Ario menggambarkan karakter Dewi kopi membuat semua orang tergila-gila akan kopi dan tidak dapat memulai hari tanpanya. Dewi kopi membutakan orang-orang dengan kegelapan dari warna hitam pekat kopi sekaligus menyentuh lembut dengan aroma yang nikmat. Banyak yang tersihir oleh kekuatannya. Pria, wanita, semua menjadi tidak bisa tidur karenanya. Khusus bagi wanita, dewi kopi bahkan dapat membuat mereka menjadi bergairah.

 

“Decaf Deliria” – Tatiana Romanova

Pencil, Water Color, Chinese Ink, Coffee on Paper 55 x 44 cm

Mengkonsumsi secangkir kopi di pagi hari telah menjadi salah satu ritual wajib untuk Nova. Entah karena telah benar-benar berfungsi (positif) secara medis, atau hanya karena sugesti yang sudah tertanam di kepala bahwa tanpanya, Nova akan menjadi “zombie” sepanjang hari.

Untuk Kopling 5, Nova ingin menggambarkan apa yang dia rasakan dan alami, ketika mengalami sebuah hari tanpa kopi. Kondisi pikiran dan tubuh yang tidak menyenangkan, seolah-olah mengambang. Secara hiperbola bisa dibilang Nova seperti berada di dalam sebuah “state of delirium”.

Ketika mengatakan “state of delirium”, setiap orang akan memiliki interpretasi berbeda-beda, tanpa ada “benar” ataupun “salah”. Demikian juga halnya dengan seni, sebuah pengalaman yang pasti berbeda bagi tiap orang. Secara visual, penceritaan pengalaman tersebut menggunakan pola noda tinta dari tes Rorschach, sebuah teknik psikologi dimana persepsi subyek terhadap noda tinta dianalisa untuk mengetahui karakteristik kepribadian dan fungsi emosional seseorang. Dibuat dalam sebuah seri yang terdiri dari 3 ilustrasi, sebagai gambaran persepsi makna yang saya miliki terhadap pengalaman “state of delirium” sans kopi tersebut.

 

“Secangkir Kopi, Seribu Cerita” – Dmaz Brodjonegoro

Mixed Media (Acrylic, Pencil, Charcoal, Marker) 100 x 100 cm

Untuk karya Kopi Keliling 5, Dmaz ingin menceritakan fenomena dari secangkir kopi. Dimana kerap sekali ketika kita sedang menikmatinya, kita berbagi cerita. Beberapa topik obrolan selalu berhubungan dengan cerita tentang keluarga, percintaan, pertemanan, dan juga kesedihan.

 

“A Drip of Reality” – Citra Marina 

Gel Pen on Paper. 57 x 75 cm

Melalui karyanya untuk Kopi Keliling 5, Citra mengajak kita masuk ke dunia surreal yang dipenuhi oleh beragam hewan seperti gajah, rusa, hingga pinguin. Melalui visual tersebut Citra ingin menggambarkan bagaimana tanpa kopi dan kafeinnya, kita kadang tidak bisa keluar dari dunia mimpi dan tidak bisa melihat realita.

 

“Eternal Waking” – Diela Maharanie

Acrylic, Glitter on Canvas, 80 x 90 cm

Dalam karya untuk Kopi Keliling kali ini Diela bercerita tentang seorang Dewi yang membuat dunia mimpi dimana semua orang terjaga selamanya atau “Eternal Waking”. “Eternal Waking” adalah sebuah kondisi ketika seseorang terbangun di akhir sebuah mimpi buruk mendapati dirinya kembali ke awal mimpi buruk tersebut. Semua teror dimalam hari bergabung menjadi satu. Sang Dewi membuat mereka terjaga dengan bubuk kopi yang ada di kantongnya. Semua orang tertidur namun terjaga dalam waktu yang sama.

 

“Hypnagogia” – Resatio Adi Putra

“Hypnagogia #1” Collage. 60 x 80 cm (atas), “Hypnagogia #2” dan “Hypnagogia #3” Collage. 28 x 40 cm.

Menceritakan tentang seorang perempuan yang selalu mengalami mimpi buruk. Pada mimpinya dia selalu bertemu dengan doppelgänger. Menurut mitos, apabila seseorang bertemu dengannya maka tidak lama kemudian dia akan meninggal dunia. Perempuan ini tidak ingin tertidur karena ia takut akan bertemu dengan doppelgänger, maka ia terus berusaha untuk terjaga dengan cara meminum kopi. Ternyata rasa kantuknya tidak tertahankan lagi, saat gelas kopi masih ada di tangannya, ia jatuh tertidur, dan pada fase hypnagogia, yang dia takutkan akhirnya terjadi, dia bertemu dengan doppelgänger yang digambarkan masih memegang gelas kopi yang masih ia pegang sebelum jatuh tertidur.

doppelgänger: suatu kejadian dimana seseorang melihat atau bertemu dengan wujud asli dirinya sendiri, dan bukan merupakan pantulan dari cermin atau apapun.

hypnagogia: fase transisi antara terjaga dan tertidur. Fenomena yang sering dialami pada saat hypnagogia adalah lucid dreaming, halusinasi, out of body experiences, dan sleep paralysis.

 

“Silent Giant” – Rukmunal Hakim

Drawing Pen on Paper 80 x 60 cm

Berawal dari tidak sadarnya Hakim terhadap nama besar kopi Indonesia yang terkenal di dunia bahkan dari jaman kolonial. Ironisnya brand luar malah yang membuatnya mengenal jenis-jenis kopi Lokal. Melalui bentuk Luwak Hakim berusaha menggambarkan bahwa para petani kopi Indonesia, tanpa banyak bicara mereka menghasilkan kopi-kopi terbaik yang dinikmati dunia walau tanpa embel-embel mengharumkan nama bangsa.

 

“Smile and Love” – Dika Toolkit

Pencil, Pencil Color on Paper 48 x 36 cm

Menikmati kopi untuk mulai menyongsong hari memberikan banyak semangat. Aroma dan rasa kopi yg khas bisa membuat mood berubah seketika. Ditambah cinta dan senyum, terasa lengkap untuk menjalani aktivitas.

 

About author

[PAMERAN] LOKALISASI

Ini wajib untuk kamu datangi, pameran 3 serangkai Ika Vantiani, Muhammad Taufiq (Emte), Rukmunal Hakim. Enggak perlu penjelasan lebih panjang deh, dateng aja, pasti enggak nyesel! 2 ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official