Perempuan di Industri Komik

1779745_1421598988079725_452852115_na

Hari ini, 8 Maret, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia, atau awalnya dikenal sebagai¬†International Working Women’s Day atau Hari Perempuan Karir Sedunia. Banyak yang nggak tahu kan? Sama nggak nyadarnya kita sama kenyataan bahwa selama ini yang jadi jagoan atau superhero di komik-komik itu kebanyakan laki-laki. Memang sih, ada superhero perempuan juga, tapi jumlahnya sangat jomplang kalau dibandingkan dengan jagoan berjenis kelamin laki-laki. Hal inilah yang mendorong sekumpulan perempuan untuk membuat sebuah film dokumenter yang berjudul “She Makes Comics” yang mengeksplorasi sejarah perempuan dalam dunia komik dan mengedepankan para penulis cerita komik dan seniman grafis perempuan.

o-PNG-570

o-COMIC-570

Marisa Stotter, sutradara film ini mengatakan bahwa penyebabnya adalah sejak dulu buku komik seakan-akan memang hanya dibuat oleh dan untuk anak-anak laki-laki, jadi nggak heran kalau anak perempuan nggak banyak yang suka membaca dan membuat cerita komik. Padahal, percaya nggak percaya, di tahun 1950an, pembaca komik perempuan masih lebih banyak dibanding sekarang. Perbandingannya dengan pembaca komik laki-laki adalah 55:45!

“She Makes Comics” bercerita tentang keterlibatan perempuan dalam industri komik dan berisi tentang wawancara dengan Karen Berger dari DC’s Veritga, Jackie Estrada, dan Joyce Farmer. Mereka semua adalah komikus perempuan yang sangat mencintai dunia komik.

Karen Berger

karenberger2

Perempuan kelahiran 26 Februari 1958 ini adalah seorang editor buku komik Amerika. Karen adalah lulusan Brooklyn College jurusan sastra Inggris dan sejarah seni, dan setelah lulus dia langsung berkecimpung di dunia komik. Buku-buku komik yang pernah dieditnya antara lain Amethyst, Princess of Gemworld, Last Man, Fables, Hellblazer, The Invisibles, 100 Bullets, Preacher, V for Vendetta, dan Y: The Last Man. Karen sudah banyak mendapat penghargaan dari Inkpot Award, Eisner Awards, dan dari Comics Buyer’s Guide Award, Karen mendapat penghargaan sebagai Editor Favorit setiap tahun sejak 1997 sampai 2005.

Jackie Estrada

Jackie-Estrada-headshot

Juga seorang editor buku komik yang sering mengadakan konvensi komik di Amerika Serikat. Bersama suaminya, Jackie memiliki sebuah usaha penerbitan khusus buku komik.

Joyce Farmer

special-exits2

Seorang kartunis bawah tanah yang pernah menciptakan sebuah serial buku komik “Tits & Clits Comix” di tahun 1972. Di tahun 2010, karyanya akhirnya dibukukan oleh Fantagraphics dengan judul “Special Exits”.

 

Gimana dengan di Indonesia ya kira-kira, apakah kita juga punya banyak kartunis perempuan? Ilustrator dan desainer grafis memang banyak, tapi kartunis perempuan sepertinya belum terlalu banyak juga ya?

 

Foto: comicscreatornews.com dan beberapa sumber lainnya.

Aneka American Coffee

Amerika Serikat yang budaya ngopinya terbilang sangat modern memang nggak jauh dari espresso stands, duyung berwarna hijau, internet, dan wifi gratisan. Budaya ngopi di Amerika ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official