Mak Kopi dan Kopi Pletok

jakarta_city

Dalam rangka hari ulang tahun kota kita tercinta Jakarta yang diperingati setiap tanggal 22 Juni, Kopling kepengin bercerita sedikit tentang sejarah terbentuknya orang Betawi, yang ternyata menarik banget!

Alkisah, ada seorang cowok dari Demak yang hijrah ke Batavia. Di tempatnya yang baru ini, cowok ini jatuh cinta lalu menikah dengan seorang cewek setempat, dan mereka dikaruniai dua orang anak: Samsudin dan Hadi. Samsudin lalu menjadi penghulu seperti ayahnya, sementara Hadi menjadi seorang petani seperti ibunya.

Setelah dewasa, Hadi menikah dengan seorang cewek dari Desa Ciracas yang bernama Kopi, yang kemudian dikenal dengan nama Mak Kopi. “Mak” dalam bahasa Cina sebenarnya berarti “nenek”, dan dia disebut Mak Kopi karena memang neneknya seorang putri dari Cina, sementara kakeknya asli Batavia. Oleh orangtuanya, diberi nama Kopi karena selama mengandung, ibunya selalu ingin minum kopi terus. Konon, Mak Kopi ini hidup selama 150 tahun, karenanya nggak heran banyak orang Betawi yang bermata sipit dan budaya Betawi pun akrab dengan budaya Cina.

Burger-Batok-Bir-Pletok

Terlepas dari sejarah Mak Kopi, orang Betawi dikenal mempunyai minuman khusus yang bernama bir pletok. Bir ini sebenarnya bukan minuman yang mengandung alkohol, tapi semacam wedang jahe yang kaya rempah. Seiring dengan perkembangannya, sekarang kita juga bisa menemui minuman yang bernama “kopi pletok”. Karena minuman kopi ini banyak mengandung rempah, kopi pletok ini dipercaya dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Kamu kepengin mencoba membuatnya?

Bahan:

1. 4 sendok teh kopi bubuk
2. 750 mili air
3. 150 gram jahe yang sudah dibakar, dikupas, dan dimemarkan
4. 1 batang kayu manis
5. 2 lembar daun pandan yang diikat
6. 250 gram gula pasir
7. Krimer kopi

Cara membuatnya:

1. Didihkan air bersama jahe, kayu manis, daun pandan, dan gula pasir.
2. Angkat, lalu saring.
3. Tambahkan kopi, aduk sampai kopi larut.
4. Tuang ke dalam cangkir.
5. Sajikan dengan krimer.

3d7e54d6a8f266966d8540fd9530dfc9

Kalau kamu nggak mau repot, di bilangan Jagakarsa ada sebuah warung kopi yang menjual kopi pletok ini, namanya “Saung Abang None”. Berbeda dengan resep kopi pletok tadi, kopi pletok di tempat ini diramu dengan menggunakan 15 jenis rempah-rempah. Menurut salah satu pengunjung di warung kopi ini, kopi pletok aman bagi penderita sakit lambung. Selain sebagai tempat ngopi, warung Saung Abang None ini juga jadi tempat berkumpulnya anak muda Betawi dari berbagai latar belakang, seperti juru masak, budayawan, guru, juga penyiar. Mereka biasa memperbincangkan pengembaangan budaya Betawi di tempat ini. Untuk segelas kopi pletok, kita hanya perlu membayar Rp5.000 saja. Murah ya?

Salam seruput!

Sumber: Berita Jakarta dan beberapa sumber lainnya

Raja Kelana – Mondo Gascaro

Tahun 2000an awal, nama Mondo Gascaro mungkin lebih dikenal orang sebagai keyboardist dan pencinta lagu untuk band Sore. Setelah memutuskan untuk keluar di tahun 2012, nama Mondo ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official