Jangan Berhenti Berkarya!

Saat ini tentunya internet udah nggak bisa lagi terpisahkan dengan kebutuhan pokok kita. Bisa dibilang, internet lama-lama sama pentingnya kayak kebutuhan primer kita, seperti makanan atau pakaian – terutama kita yang hidup di kota-kota besar, atau kita yang mau nggak mau memang harus bekerja melalui komputer dan terhubung dengan dunia luar.

Sisi negatifnya adalah, anak-anak di bawah umur jadi lebih gampang mengakses informasi yang sebenernya belum boleh mereka ketahui. Selain itu, jadi lebih banyak terjadi pencurian karya-karya secara online, baik gambar maupun tulisan. Itu wajar, karena dalam segala hal, nggak mungkin cuma ada sisi positifnya. Ya kan? Lagi pula semua itu berbalik lagi sama niat masing-masing orang. Hal semulia beragama aja kadang bisa disalahgunakan kan?

Tapi di tangan orang yang bijak, internet tentunya adalah semacam pahlawan atau super hero. Butuh informasi yang orang lain nggak tau? Kita bisa cari di internet, dan dalam hitungan detik kita udah bisa dapet informasi yang kita mau.

NGA

Bukan cuma informasi, internet adalah gudangnya nyari foto atau gambar yang kepingin kita liat atau memang kita butuhkan untuk pekerjaan kita. Salah satunya adalah NGA Images. NGA ini adalah sebuah situs yang dikelola sama National Gallery of Art di mana kita bisa mencari, membagi, bahkan men-download lukisan-lukisan karya seniman-seniman yang karyanya terdaftar di museum itu. Ada lebih dari 25.000 gambar digital yang bisa kamu download dan pakai secara gratis. NGA Images memang dibuat dengan tujuan untuk memfasilitasi orang yang kepengin belajar, untuk memperkaya pengetahuan orang tentang karya seni, untuk dieksplorasi, atau cuma untuk sekedar dinikmati.

Ketika masuk ke dalam situs itu, kamu tinggal nyari foto atau gambar yang kamu cari melalui kotak Quick Search di kanan atas, atau kalo kamu nggak begitu tau nama lukisan atau pelukisnya, kamu tinggal browsing. Data di situs ini di-update secara teratur kok sama staf galeri.

Google-Art-Project

Google sebagai mesin pencari yang paling populer dan banyak dipakai orang juga nggak ketinggalan. Mereka punya Google Art Project, dan kita bisa nyari karya seni yang kita ingin liat atau download dari situ. Mereka menyimpan 40.000 karya seni dari 250 museum. Dalam bentuk digital, tentunya. Nggak cuma itu, kita cuma bisa men-zoom foto yang ingin kita liat jadi detail-nya pun keliatan jelas.

Pertanyaannya sekarang: apakah dengan begitu artinya orang jadi semakin nggak menghargai karya seni? Hmmm… Ini sebenarnya bisa dijadiin polemik budaya sih. Dengan adanya internet, penggunaan gambar dan copyright itu udah hampir nggak bisa lagi terkontrol. Kasus pemalsuan lukisan udah terjadi di mana-mana. Jalan satu-satunya ya harus mengikuti arus kan? Kita ambil contoh: lukisan Mona Lisa karya Leonardo DaVinci deh. Udah berapa juta kali lukisan itu direproduksi kan? Tapi nilai lukisan aslinya tetap sama dan nggak lalu jadi murahan karena banyak dipakai orang.

Orang boleh aja memakai karya kita, tapi ide dan keunikan kita nggak ada yang bisa niru kan? Jadi jangan pernah kecil hati kalo karya kamu ada yang ngambil, karena nggak ada seorangpun yang bisa ngambil isi kepala kamu. Bahkan dokter bedah otak pun nggak akan bisa tahu apa yang ada di pikiran kamu. Yang perlu kamu ingat, nilai karya kamu nggak lalu jadi berkurang ketika dipakai orang lain.

Teruslah berkarya!

Bincang Sejarah dan Seni oleh Yerry Wirawan

Proyek Seni Penelitian Sejarah Beyond Prawirotaman, Dari Prajurit, Batik hingga Kedai Pizza, mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam: Bincang Sejarah dan Seni Metode penelitian sejarah lokal, ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official