IBC 2013

Udah pada tau yang namanya IBC? Kalau sudah tau berarti kurang lebih kamu berada di dalam industri kopi Indonesia. Kalau belum, gak apa, karena itu Kopling mau cerita sedikit mengenai ajang kompetisi para barista di Indonesia ini. Jadi seperti yang kita sudah ketahui bersama, profesi barista itu salah satu faktor paling penting untuk urusan kopi. Semua penting, cuma barista ini bisa dibilang bagaikan seorang vokalis dari sebuah band. Berdiri paling depan, menyelesaikan proses terakhir dari perjalanan sebuah kopi yang panjang banget!

Oke, kembali ke IBC. IBC itu adalah singkatan dari Indonesian Barista Competition. Layaknya kompetisi-kompetisi lain, tentunya akan terjadi pertarungan untuk meraih posisi kehormatan sebagai yang terhebat. Nah, dalam hal ini adalah yang terhebat dalam meracik sebuah kopi. Sejujurnya Kopling belum terlalu banyak menggali informasi mengenai ajang paling bergengsi urusan kopi Indonesia. Tapi Kopling janji akan mencoba memberikan kamu update-update seputar acara ini secara berkala di website dan Twitter, hehehe.

Acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kopi Special Indonesia ini sudah beberapa kali diadakan. Cakupan daerah yang mengikuti kompetisi ini pun luas. Mulai dari Bali, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Barista-barista dari seluruh Indonesia, mewakili daerah dan brand kopi di mana dia bernaung, pertama akan bertarung daerah/regionalnya masing-masing. Lalu pemenang-pemenang dari regional akan masuk ke babak final yang diadakan di Jakarta.

Terus, kan ini kompetisi yah, kira-kira apa sih yang dipertandingkan? Mungkin kamu akan bertanya demikian. Nah, konon katanya, para barista ini akan dites kemampuan oleh 4 orang juri soal rasa (sensory judges), 2 orang juri bagian teknis (technical judges) dan 1 juri kepala (head judge). Seluruh peserta kompetisi akan menyajikan 1 jenis minuman dari 3 kategori minuman (espresso, cappuccino, dan signature drink) kepada para sensory judges sebanyak 12 buah, selama waktu 15 menit. Wah, tegang banget!!! Kurang lebih berarti dalam si barista harus berhasil membuat 1 minuman dalam waktu 1.25 menit. Kalau ngadepin customer sih bisa bilang “sabar yah mas/mbak”. Kalau ini? Dipelototin sama juri-juri? Berarti secara mental pun mereka harus siap banget. Jadi penasaran, untuk melatih mental ini jenis latihan yang dilakukan apa yah? Hmm, mungkin teknik ‘wax on, wax off’ nya mister Miyagi bisa menjadi pilihan yang tepat.

Para peserta bebas untuk menentukan urutan jenis minuman dalam kategori mana yang akan disajikan, namun semua jumlah minuman harus diselesaikan (contoh semua single espresso sudah disajikan) sebelum menyajikan jenis minuman kategori berikutnya. Kalau semisalnya dia lupa, maka DISKUALIFIKASI! Hmm, kejam, sungguh kejam, hehe.

Masih panjang banget peraturan yang harus diikuti oleh para peserta. Standar yang dipakai juga standar internasional. Sama seperti yang dipakai oleh ajang kompetisi barista dunia (World Barista Championship). Kalau kamu penasaran seperti apa peraturannya? Kamu bisa intip di sini. 

Yang paling seru sih menurut Kopling adalah bagian Signature Beverage. Di sana barista harus menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka untuk menciptakan jenis minuman yang benar-benar khas! Namun tetap inti dari minuman tersebut harus dijaga ketat. Jumlah 1 shot espresso harus ada di dalam setiap minuman kreasi. Terus kualitas espresso nya juga tetap harus terjaga. Rasa espresso harus tetap dominan. Campuran-campuran lain dibebaskan pada setiap barista, kecuali alkohol. Itu ‘BIG NO NO’ dalam peraturan.

Acara yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali ini, selain memperebutkan gengsi sebagai juara se-Indonesia, juga memperebutkan hadiah tunai sebesar 10 juta rupiah. Buat juara pertama akan kemudian dikirim untuk mewakili Indonesia di ajang World Barista Championship. Pemenang kedua dikirim ke FHA Barista Challenge (kejuaraan Barista tingkat Asia Pasifik). Lalu pemenang ketiga akan dikirim untuk bertanding di Asean Barista Competition.

Gimana? Kedengerannya sangat seru kan? Yah, mungkin buat yang enggak ngerti-ngerti banget tentang kopi akan bingung melihat kehebohan yang akan terjadi pada saat kompetisi berlangsung. Saran Kopling sih, kamu yang penting itu pasang tampang serius, namun relax, dan mengangguk-angguk ketika terjadi sesuatu yang nampak seru. Naah, kalau kamu pada tertarik untuk melihat seperti apa sih kompetisi barista se-Indonesia ini, maka pastikan kamu kosongin jadwal di tanggal-tanggal berikut.

Jadwal Kompetisi Regional

Bali: 8 – 10 Februari 2013. Surabaya: 22 – 24 Februari 2013. Yogyakarta: 27 Februari – 1 Maret 2013. Bandung: 6 – 8 Maret 2013. Jakarta: 22 – 24 Maret 2013

Grand Final Indonesian Barista Competition

Jakarta, 10 – 13 April 2013.

Dukung perkembangan dunia kopi Indonesia dengan meluangkan waktu kamu melihat kompetisi ini. Lumayan, bisa menjadi tujuan dan hiburan alternatif  buat kamu dan teman-teman. Siapa tau selama nongkrong di sana, banyak dikasih sample-sample kopi yang lezat! hehehe.

Informasi lebih lanjut mengenai Indonesian Barista Competition, kamu bisa cek di indonesianbaristacompetition.com. Atau kalau enggak mau ketinggalan informasi sedetik pun, kamu bisa langsung followaja akun Twitter nya: @IBC_2013.

About author

ACT, Charity Exhibition by Kopi Keliling

Di bulan Agustus Kopi Keliling akan mengadakan sebuah acara baru yang bernama “ACT”. Berbeda dengan format acara-acara Kopling sebelumnya, “ACT” adalah sebuah acara pameran amal ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official