Membayar Sesuai Waktu

ZifferPic

Biasanya ketika kita berkunjung ke sebuah coffee shop, kita sering lupa waktu. Apalagi kalau kita membawa laptop untuk bekerja atau bersama teman-teman. Kalau kita datang sejak siang, tiba-tiba hari sudah gelap. Berapa banyak waktu yang sudah kita “ambil” dari coffee shop itu, sebenarnya? Dan kadang ada orang yang hanya pesan sekali saja, tapi nggak pulang-pulang…

ziferblat3USE_2793005b

Di London baru-baru ini dibuka sebuah coffee shop baru yang bernama “Ziferblat” yang dalam bahasa Rusia berarti “Clockface”. Para pengunjung dipersilakan untuk meminum kopi dan makan kue kering tanpa bayar, alias gratis. Tapi, mereka harus membayar waktu yang mereka habiskan di sana sebanyak $3 per jam.

IvanCrop

Ziferblat ini sudah mempunyai 12 cabang di Rusia. Pendirinya, Ivan Mitin, adalah seorang lelaki berkumis yang tergila-gila pada filosofi. Katanya, “Ziferblat adalah tempat di mana Anda merasa berada di rumah di sebuah kita besar, semacam rumah pohon bagi orang dewasa, ruang tamu di sebuah kota besar di mana semua orang dapat saling terbuka, tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain.”

Ziferblat awalnya adalah tempat untuk pembacaan puisi dan karena lama kelamaan popularitasnya meningkat, Mitin lalu meminta donasi untuk merawat tempat itu.

Sebenarnya, konsep ini sangat menarik. Karena hanya dengan $3 saja, siapapun bisa minum kopi sebanyak mungkin. Bandingkan dengan coffee shop sejenis. Untuk satu gelas kopi saja kita kadang harus mengeluarkan uang sebanyak $4 bukan?

Clocks-at-Ziferblat-008

Perbedaan lainnya antara Ziferblat dengan coffee shop lainnya adalah mereka nggak menyebut pengunjung mereka sebagai “tamu”, tapi “micro-tenants”. Banyak orang suka ke tempat ini karena harganya. Ketika masuk, kita dipersilakan memilih sebuah jam untuk diletakkan di atas meja yang akan kita duduki, agar kita tahu waktu.

Lalu, darimana coffee shop seperti ini mendapat keuntungan? Sebenarnya, kopi kan harganya juga nggak semahal ketika sudah masuk ke coffee shop kan? Mereka hanya menyediakan kopi biasa. Kalau ada yang ingin membuat macchiato, misalnya, mereka dipersilakan membawa bahannya dan membuat sendiri. Juga kalau ingin makan makanan yang lain, ada microwave di sana. Kita tinggal memasaknya. Lagipula, nggak akan ada orang yang minum secangkir kopi setiap menit kan?

Kalau kamu sendiri, lebih pilih bayar kopinya per cangkir apa per jam?

Sumber gambar: guim.co.uk

Coffee Shop Bertema Unik!

Masih ingat cerita Kopling soal coffee shop yang memadukan tema lain sambil nyeruput kopi? Ternyata masih ada lagi sejumlah coffee shop yang tampil beda, santai, eklektik, atau quirky! Book-themed Coffee Shop Book ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official