A Film About Coffee

0

“It’s no longer a cup o’ joe. It’s now an adventure.”
– A Film About Coffee

a-film-about-coffee-poster

Sebuah film dokumenter tentang kopi berjudul “A Film About Coffee” baru-baru ini dilansir di Amerika Serikat. Film besutan sutradara yang berasal dari San Francisco, Brandon Loper, ini adalah sebuah surat cinta yang bisa kita jadikan bahan perenungan. Loper mengajak para penontonnya untuk melakukan perjalanan keliling dunia, mulai dari perkebunan kopi di Honduras dan Rwanda, sampai ke kedai-kedai kopi di Tokyo, Portland, Seattle, San Francisco, dan New York. Melalui mata dan pengalaman para petani kopi dan sejumlah barista, film ini menawarkan pandangan yang unik terhadap semua elemen dari kopi: mulai dari prosesnya, pilihannya, persiapannya, tradisinya, sehingga tercipta kopi yang nikmat. Film ini juga diharapkan dapat menjembatani semua pencinta kopi yang mempunyai tingkat intelektual dan letak geografis yang berbeda.

“No matter the quality of your cup, people who love coffee, love it. Coffee is about people, and people are what I’m interested in ultimately.”
– Brandon Loper

Loper sendiri sebenarnya awalnya bukan tergolong peminum kopi, sampai akhirnya dia duduk di bangku kuliah. Sejak itu dia punya komitmen tersendiri terhadap kopi, dan terus menaikkan kadar kafein dalam tubuhnya. Tapi ternyata yang membuatnya berpindah keyakinan kepada kopi bukan rasa atau aroma kopi, tapi seorang gadis.

Gadis yang dipilih oleh hati Loper itu adalah seorang pencinta kopi, dan mereka biasa berkencan dengan menikmati secangkir kopi hazelnut dengan creamer, dan mereka sangat bahagia. Tak lama setelahnya, mereka pun menikah dan pindah ke San Francisco dari Alabama. Loper membuat film pendeknya yang pertama di sana, dan alangkah senangnya mereka ketika mendapati bahwa San Francisco adalah kota yang sarat dengan coffee shop.

rwanda

Untuk pembuatan film “A Film About Coffee” ini, Loper tentunya melakukan perjalanan ke Rwanda, Honduras, dan mengobrol dengan para petani juga para pembeli biji kopi mereka. Dia juga melakukan perjalanan ke Tokyo dan kota-kota di Amerika Serikat untuk menginvestigasi cara pembuatan kopi spesial mereka masing-masing. Dengan sabar, Loper mengamati para barista itu ketika menyajikan minuman untuk para pelanggannya.

Menurut Loper, manusia itu mendengar dengan matanya. Untuk itu, dia berusaha untuk membuat film ini sebaik, sedetail, dan seindah mungkin. Kopi memang hal yang sangat luas untuk dibahas, tapi intinya dalam setiap cangkir kopi ada obsesi, estetika, juga manusia yang terlibat di dalamnya. Menurut Loper, betapa pun buruknya kualitas secangkir kopi, orang yang mencintai kopi akan tetap mencintainya. Wah, dalem banget ya ini!

Berikut adalah trailer dari film “A Film About Coffee” yang saat ini sedang diputar di Amerika Serikat.

 

Sumber: afilmaboutcoffee.com, c.fastcompany.net

No comments

Perjalanan Alat Kopi Bernama Chemex

Sebelum menyeruput hangatnya kopi, tentu melewati beberapa proses krusial yang akan menentukan rasa dari kopi tersebut. Metode yang digunakan untuk menyeduh kopi pun bermacam-macam, bisa ...