Malam Puisi

0

Kegiatan berpuisi seringkali dianggap sebagian orang sebagai suatu hal yang njelimet dan nggak bisa dinikmati oleh orang banyak. Kosakata unik nan berbunga-bunga penuh makna tersirat terkadang membuat orang sulit memahami apa sebenarnya maksud dari sepotong kisah tersebut. Padahal, sama seperti menikmati karya seni visual, sebenarnya menikmati puisi itu bagaikan sedang mencicipi sebuah makanan. Nggak ada yang benar atau salah, yang ada hanyalah lezat atau kurang lezat. Semuanya tergantung dari selera masing-masing dan bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Baru-baru ini Kopling kenalan sama Malam Puisi, sebuah gerakan yang menyediakan ruang untuk membaca puisi bagi siapa saja yang mencintai puisi. Di acara ini, puisi yang menurut sebagian orang itu susah dimengerti ternyata malah diminati oleh banyak orang! Bayangkan… gerakan Malam Puisi ini sudah menyebar di 38 kota di seluruh Indonesia. Jadi, siapa bilang puisi itu cuma milik sebagian orang?

Simak yuk ngalor-ngidul Kopling sama Bentara Bumi, salah satu pendiri Malam Puisi, di bawah ini.

Kopi Keliling (KK): Hai hai, pertanyaan awal standar nih, bisa ceritain nggak Malam Puisi itu apa?

Bentara Bumi (BB): Halo! Singkatnya sih Malam Puisi itu sebuah ruang untuk membaca puisi bagi para pencinta puisi, baik itu pendengar, penulis, maupun pembaca puisi yang ingin menyuarakan karyanya di depan orang banyak.

KK: Gimana awal mula terbentuknya Malam Puisi dan siapa-siapa aja penggagasnya?

BB: Malam Puisi pertama kali terbentuk pada bulan Maret 2013 di Kedai Kopi Kultur di Bali oleh saya dan Putu Aditya Nugraha. Tapi kemudian saya pindah ke Jakarta dan membentuk Malam Puisi di sini. Selama tiga bulan pertama Malam Puisi diadakan di Bali berhasil menginspirasi rekan-rekan di daerah lain untuk mengadakan Malam Puisi di daerah mereka.

KK: Biasanya kegiatan Malam Puisi diadakan di mana? Apakah punya basecamp atau berpindah-pindah? Berapa kali diadakan dalam sebulan?

BB: Kita nggak punya basecamp. Malam Puisi bisa diadakan di ruang publik di mana saja yang bersedia untuk memberikan tempat. Biasanya sih diadakan sebulan sekali, namun terkadang tergantung dari kesediaan waktu para​ penggerak di kota masing-masing.

KK: Puisi-puisi apa yang dibawain saat Malam Puisi? Apakah setiap kegiatan ada temanya, atau siapa pun yang mau dateng bebas mau membacakan puisi apa saja?

BB: Setiap acara Malam Puisi selalu ada tema tertentu. Namun sebenarnya tema ini nggak kaku kok, siapapun yang mempunyai puisi atau ingin membacakan puisi seseorang tetap diperbolehkan walaupun nggak sesuai dengan temanya.

KK: Sekarang ini Malam Puisi udah tersebar di mana saja? Kalau misalnya ada teman-teman di kota lain yang terinspirasi dan pengin membuat kegiatan serupa harus gimana?

​BB: Hing​ga saat ini, Malam Puisi telah hadir di 38 kota di Indonesia. Kami takjub melihat betapa tingginya antusiasme yang ditunjukkan oleh para penggerak dan penikmat puisi di banyak kota tersebut. Sejujurnya kami juga tak menyangka bahwa kegiatan kecil Malam Puisi bisa menyebar seperti sekarang ini. Untuk mengetahui kota mana saja yang sudah bergabung dengan keluarga Malam Puisi, kalian bisa mengeceknya di blog malampuisi.wordpress.com. Jika ternyata di kota kalian Malam Puisi belum ada, silahkan membuatnya sendiri. Tata cara pembuatannya bisa dilihat di blog tadi dan silahkan hubungi kami di akun twitter @MalamPuisi.

Gak susah kok bikin Malam Puisi, silahkan berkumpul dan merumuskan tim panitia (kami menyebutnya Penggerak), tentukan waktu dan tempat, lalu sebarkan berita dan berpuisilah!

KK: Kamu sudah pernah ikutan Malam Puisi di kota-kota lain? Sejauh ini, menurutmu, Malam Puisi di kota mana yang paling menarik?

​BB: Sejujurnya belum banyak kota yang saya datangi, baru Denpasar, Jakarta, Depok, Bogor, dan Bandung saja. Tapi kalau melihat dari keriuhan dan semangat para penggerak dan penikmatnya, saya akan bilang kota Bogor dan Batam sebagai dua kota tempat di mana Malam Puisi selalu hadir dengan penuh semangat, keriuhan yang membara. Energi para penggeraknya terasa sekali, bahkan hanya lewat akun twitter saja saya sudah bisa merasakan kecintaan para penggerak dan penikmat Malam Puisi di Batam.

KK: Kalau ada dari komunitas lain yang ingin merespon kegiatan Malam Puisi dan berkolaborasi, bisa menghubungi siapa?

BB: Bisa menghubungi saya, colek aja di akun twitter ​@b​entara​b​umi atau ​Bli ​Adit di @commaditya.​ Bisa juga ​langsung menghubungi akun twitter resmi kami, @MalamPuisi.

KK: Kalau pengen memantau kegiatan atau acara yang akan diadakan Malam Puisi bisa cek di mana ya?

BB: Bisa cek di blog kami: malampuisi.wordpress.com atau akun​ twitter @MalamPuisi. Di situ ​kami memberi informasi tentang kegiatan Malam Puisi di kota-kota lain. Kamu juga bisa langsung ​mem-​follow ​akun t​witter masing-masing kota tempat kamu tinggal.

KK: Pertanyaan terakhir, siapa penyair Indonesia & luar negeri favoritmu? Kenapa?

​BB: Saya suka @Ndigun ​(Andi Gunawan) dan Pablo Neruda. Ndigun, karena dia bisa meramu kata-kata dengan nikmat dan hikmat. Tidak bertele-tele dan mengawang-ngawang namun pesannya terasa sampai ke hati. Kalau Pablo Neruda, yah siapa yang tak akan jatuh cinta dengan puisi-puisi cintanya?

About author

No comments