Mengintip Kultur Kopi Di Israel

0

Bagi penikmat kopi sekaligus traveler, mungkin hal yang kerap ditemui saat berkunjung ke negara lain adalah fakta jika jenis minuman kopi yang kita anggap lumrah ada di berbagai sudut dunia, ternyata tidak terdapat di negara tersebut. Meski tentunya kita masih bisa menemui Café Americano, yang pada dasarnya adalah shot espresso yang ditambahkan air panas.

Nah, berkunjung ke Israel mungkin kita bisa menemukan pengalaman seperti di atas.

Satu yang harus dicatat, kopi sangat populer di Israel. Biji kopi tentunya adalah bagian dari kosher. Israel memiliki kultur kopi yang menganggap minuman berkafein ini penting dan serius. Kita akan menemui jajaran café kecil yang berderet di Tel Aviv hingga barisan franchise besar yang berasal dari Jerusalem.

Mengejutkannya, ternyata orang Israel minum kopi dua kali lebih banyak dibandingkan orang Amerika misalnya, yang memang dikenal sebagai penikmat kopi. Bahkan pom bensin pun biasanya dilengkapi dengan mesin pembuat espresso. Kopi merupakan dari beberapa hal yang menjembatani perbedaan etnik antara populasi Arab dan Yahudi.

cafe hafuch (sumber: romanandalaina.com)

Café hafuch (sumber: romanandalaina.com)

Meski hampir semua jenis minuman espresso yang kita kenal, misalnya latté, juga terdapat di Israel, namun ada dua jenis kopi yang menjadi favorit orang Israel. Yang pertama adalah café hafuch atau dikenal dengan “kopi terbalik”. Komposisi kopi adalah susu kukus yang dituang ke dalam sebuah mug, kemudian satu shot espresso dituangkan di atasnya guna menciptakan minuman dengan lapisan yang indah. Rasanya sih mirip-mirip dengan cappuccino, dan bisanya mengandung lebih banyak susu ketimbang espresso.

Saat di Israel, pastikan untuk menyebutkan kopi yang dinginkan kepada pelayan café dengan spesifik, karena jika hanya menyebutkan kopi saja, maka kita secara otomatis akan disajikan minuman kopi favorit kedua negara ini yang disebut dengan kopi Turki atau botz (yang secara harafiah berarti lumpur).

Kopi Turki (sumber: nhfaithfusion.com)

Kopi Turki dinikmati tidak hanya di rumah namun juga di restoran seantero Israel. Penyajiannya gampang-gampang susah. Kopi Turki terbuat dari air, bubuk kopi dan gula yang ditaruh ke dalam sebuah panci khusus yang bernama finjan. Kemudian dididihkan sampai terlihat mendidih dan terbentuk busa di permukaanya. Kemudian boleh ditambahkan bubuk kapulaga dan susu, dengan dituangkan terlebih dahulu kedalam mangkuk kecil. Hasilnya adalah kopi hitam yang kuat dan mengingatkan kopi yang dibuat degan menggunakan French press. Namun hati-hati, karena bubuk kopinya masih berada di dalamnya, yang kemudian muncullah istilah “lumpur”, jadi usahakan untuk tidak meminumnya sampai tandas, kecuali memang senang mengunyah bubuk kopi. Ya, samalah seperti ketika kita minum kopi tubruk ya.

Jenis minuman kopi lain yang bisa dicicipi termasuk double espresso yang disebut kaful dalam bahasa Ibrani, sebuah minuman es kopi yang penuh dengan krim dan sempurna untuk disesap di sore yang hangat, atau café barad yang cair, yang secara harafiah berarti “kopi butiran es” dan rasanya mirip frappuccino.

Suasana salah satu café di Tel Aviv (sumber: tribunejuive.info)

Untuk memudahkan berikut panduan sederhana untuk memesan kopi di Israel:

  • nescafe: bukan. bukan merek minuman itu, melainkan yang kita pesan jika ingin minum kopi susu standar non espresso/cappuccino
  • espresso regil: espresso gaya Italia
  • espresso arokh: atau long espresso atau espresso yang biasa
  • espresso kaful : atau double espresso

Istilah diatas merupakan istilah mendasar dan sepertinya akan mudah dikuasai sebelum mengunjungi Israel. Yang harus diperhatikan, jika kopinya take away, pastkan menyebut “to go“, karena kalau tidak akan disediakan dalam sebuah mug cantik yang ditemani dengan aneka kue atau cokelat.

Setelah menguasai istilah standar di atas, maka tidak ada salahnya menjelajah setiap sudut Israel dan menemukan aneka jenis minuman kopi yang tak biasa. Harus diingat, sama halnya dengan orang Italia atau Prancis, orang Israel senang menikmati kopi mereka di alam terbuka, sembari menikmati pemandangan. Kopi di sini bukan hanya minuman, namun juga sebuah atmosfir dan pengalaman.

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

No comments