Art

Tips Pencahayaan dalam Melukis Lanskap

Aspek yang paling krusial dalam melukis lanskap agar lukisannya terlihat otentik atau realistis adalah untuk dengan mendapatkan arah cahaya yang secara konsisten melewati semua unsur dalam lukisan tersebut. Sebenarnya, “aturan” ini berlaku untuk semua subjek yang kita lukis, kecuali yang beraliran surealis mungkin.

Saat lukisan kita berada dalam tahapan komposisi, kita harus memutuskan arah mana cahayanya akan datang karena akan memengaruhi juga aspek bayangan, kontras dan warna. Yang kita akan lakukan untuk mendapatkan efek cahaya yang kita inginkan adalah menanti waktu yang tepat dimana matahari bersinar seperti yang kita inginkan.

Tapi tentu saja ini bukan hal yang praktis, meski tidak ada salahnya juga untuk dilakukan.

Untuk memahami tentang arah cahaya, ada lima aspek yang bisa diperhatikan dan opsi untuk mengakalinya:

1. Pencahayaan Samping Atau Rendah

Pencahayaan samping atau rendah adalah pencahayaan dimana cahaya menimpa objek dari satu sisi saja saja. Secara alami, pencahayaan ini terjadi di subuh atau saat matahari terbenam, dan menghasilkan bayangan yang memanjang. Untuk mengakalinya sederhana saja. Cukup tempatkan lampu entah di sisi kiri atau kanan objeknya.

2. Pencahayaan Belakang

Pencahayaan belakang adalah dimana cahaya berada tepat di belakang objek. Pencahayaan seperti ini cenderung menciptakan siluet hitam dari objeknya. Dengan mengubah posisi objek secara relatif, maka besar kemungkinan akan mengubah pencahayaan dari sisi belakang ke sisi samping.

3. Pencahayaan Atas

Pencahayaan atas, sebagaimana yang diindikasikan oleh namanya, adalah saat cahaya menimpa objek dari atas. Secara alami, pencahayaan atas terjadi di sekitar tengah hari. Bayangan akan jauh lebih kecil dan tepat berada di bawah objek. Yang dilakukan dalam mengakalinya adalah tentunya meletakkan lampu tepat di atas objek kita.

4. Pencahayaan Depan

Pencahayaan depan adalah dimana matahri bersinar langsung tepat di depan sebuah objek. Hal ini bisa mengeliminasi detail yang jelas, membuat objek terlihat rata dan menciptakan kontras yang kaku diantara cahaya dan daerah teduh. Dengan mengubah posisi objek secara relatif, maka kemungkinan besar juga akan mengubah pencahayaan dari depan ke sisi samping.

5. Sumber Cahaya Yang Berbaur Atau Mendung

 

Cahaya yang membaur terjadi saat cahayanya terhalangi, melembutkan bayangan dan warna serta mengeliminir kontras yang kaku. Secara alami, hal ini terjadi pada saat hari yang mendung, dimana cahaya matahari tertutupi oleh awan (atau polusi perkotaan atau asap kebakaran hutan).

….

Tentunya lima aspek tersebut adalah gambaran sederhana akan arah cahaya, karena di lapangan bisa terjadi dengan lebih kompleks lagi. Yang harus diperhatikan saat mengakali dengan menciptakan pencahayaan artifisial adalah penggunaan lampunya dengan efektif dan cermat.  Pergunakan pula kertas untuk menciptakan efek mendung atau menghalangi cahaya.

Biasakan untuk melakukan sketsa secara beragam agar mendapatkan pencahayaan yang tepat sebagaimana yang benar-benar diinginkan. Perhatikan warna objeknya saat ditempatkan dalam angle dan pencahayaan yang berbeda-beda, karena bisa mempengaruhi penampilan objeknya secara utuh.

Pengetahuan sederhana ini bisa dipakai untuk memanfaatkan pencahayaan secara konsisten dan efektif saat melukis. Bahkan masih relevan, meskipun kita melukis berdasarkan imajinasi saja. Yang paling utama, dengan memahami pencahayaan, maka kita pun akan memahami bagaimana cahaya berubah-ubah saat memutuskan untuk menggambar lukisan lanskap.

Selamat mencoba!

 

Sumber gambar: painting.about.com

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

Kopi: Melegenda Di Balik Cangkir Keramik

Minum kopi atau ngopi  telah menjadi suatu hal yang melekat erat dalam kegiatan sehari-hari.  Sudah banyak pula cara menikmati dan menyajikan minuman tersebut. Beberapa ada ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official