Art

Tentang Plagiarisme

Plagiarism_by_FatesDarkHand

Sekarang sudah tahun 2014, artinya bumi kita ini sudah semakin tua. Bukan berarti pikun, tapi banyak karya seni yang dibuat tentunya adalah pengulangan-pengulangan karya yang ada. Sudah sejak dulu orang melukis tentang keindahan kota Paris, atau menulis tentang kisah patah hati. Jadi apakah orang yang lalu melukis tentang kota Paris atau menulis tentang kisah patah hati di era ini bisa disebut sebagai plagiator? Lalu, apa bedanya dengan apa yang disebut dengan “inspirasi”?

Sebenarnya, tipis bedanya antara karya yang lahir karena inspirasi orang lain atau karya yang dibuat karena hasil meniru karya orang lain. “Mencuri”, istilah kasarnya. Tidak memerlukan definisi yang khusus untuk ini, tapi nurani sang seniman tentu dapat membedakannya sendiri, juga penikmat seninya.

Sebenarnya, nggak ada salahnya meniru gaya melukis orang lain, misalnya. Dengan cara itu, kita bisa mengembangkan teknik kita dalam melukis. Tapi tentu saja kesalahan dan dosa itu baru terjadi ketika kita menjual lukisan itu, dengan gambar, teknik, warna, dan semua unsur dalam lukisan itu yang hampir seratus persen mirip.

Karya seni adalah buah pikiran dan perasaan kita. Anak-anak kita. Wajar kalau pada akhirnya kita, sebagai “orangtuanya”, merasa posesif terhadap karya kita itu. Gampang sekali untuk membuat seorang seniman marah. Tiru saja karyanya mentah-mentah, lalu jual, tanpa seijinnya.

Lalu, mengapa ada orang yang berbuat “senista” itu? Mencuri karya orang lain, mengakui sebagai miliknya, dan menjualnya? Kebanyakan hal ini dilakukan oleh para seniman baru yang ingin mencari nama dan jati diri. Dan keterkenalan itu menghasilkan uang. Sesederhana itu saja sebenarnya alasannya.

Jangan pernah mencuri karya orang lain, karena toh yang mendapat nama tetap seniman yang asli, bukan kita. Selain itu, kita akan kehilangan penghargaan dan kepercayaan dari orang lain. Tetap saja sebaik apapun karya itu, kita akan selalu dianggap pencuri. Dengan mencuri karya orang lain, kita secara tidak sengaja sudah menutup pintu rejeki kita sendiri.

shia-labeouf-WALL-STREET-MONEY-NEVER-SLEEPS

Kasus yang paling menarik dan terkini adalah Shia LaBeouf, aktor yang terkenal lewat film Transformer. Baru-baru ini dia terbukti telah melakukan plagiarisme. Film pendek karyanya yang baru dirilis Desember lalu ternyata banyak kesamaan dengan komik Justin M Damiano yang dibuat oleh Daniel Clowes di tahun 2007. Karena ini sang aktor meminta maaf melalui  akun Twitter-nya dengan mengatakan bahwa sebenarnya itu hanyalah bagian dari seni peran. Tapi Shia juga mengatakan bahwa seni itu hanya ada dua macam: seni yang lahir karena sebuah revolusi, atau seni yang lahir karena diplagiat. Di era media sosial yang semakin berkembang ini, menurutnya, budaya “cut and paste” bukan lagi hal yang tabu.

Setuju, Shia. Tapi orang-orang yang “mencuri” gambar di Tumblr atau di Facebook mereka, tidak lalu menjualnya, bukan?

Bagaimana menurut kamu sendiri, apakah kamu sendiri setuju bahwa plagiarisme adalah bentuk tertinggi dari penghargaan karya seseorang? Atau, mungkin kamu pernah menjadi korban seorang, atau bahkan beberapa plagiator?

Sumber gambar: Fates Dark Hand

Rahedie Yudha Pradito

“Jadi apa saja boleh, asalkan kamu serius dan tekuni. Jangan setengah-setengah. Itu nasehat ibu saya dulu yang membuat saya mengambil sikap: “draw or die”. Tapi ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official