Art

Street Art: Jenaka tapi Penuh Makna

Seni jalanan, atau yang sering disebut sebagai street art, memang sering dipakai sebagai salah satu cara alternatif bagi para seniman untuk bisa berdialog langsung dengan publik, tanpa perlu melewati sudut pandang dunia seni. Street art juga biasanya menjadi pelampiasan seorang seniman untuk mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. Alhasil, muncullah goresan-goresan yang menarik mata untuk menengok sejenak ke tembok atau tiang-tiang di perkotaan. Seringkali, street art digunakan sebagai sarana kritik terhadap fenomena sosial atau politik yang terjadi di suatu negara. Diharapkan, publik bisa menilai sendiri makna dari karya yang dibuat tanpa harus mengalami sensor dari pihak-pihak tertentu.

Selama bulan Juni kemarin, ada seorang street artist, Pejac, yang mengunjungi Jepang sembari mengisi kegiatannya yang ditujukan untuk keliling Asia. Di Jepang, ia membuat karya yang menawan dan bernada provokasi terhadap apa yang sedang terjadi di Jepang.

Ia mengunjungi Tokyo, Kawasaki, dan Sanmu, kota-kota yang besar dan terkenal. Pejac melakukan serangkaian seri street art-nya. Apa yang ia gambar adalah ekspresi dari buah pikirnya dan beberapa sebagai bentuk kritik.

great wave off source: spoon-tamago.com

great wave off
source: spoon-tamago.com

“The Great Wave Off Kanagawa”, ia menggambarkan lukisan Hokusai yang sangat terkenal ini biasa dipakai sebagai pelukisan sebuah tsunami dengan seorang perempuan sedang membuang air dari ember. Barangkali dari sini, ia ingin mengungkap bahwa manusia pun berperan dalam menjaga keseimbangan alam. Bentuk provokasi lainnya ialah “Fin Soup”, ia buat instalasi ini di pusat kota Shibuya.

Fin Soup source: spoon-tamago.com

Fin Soup
source: spoon-tamago.com

Kalau kamu belum tahu, Jepang terkenal dengan pembantaian hiu terbesar di dunia. Hal ini karena konsumsi akan sirip hiu di Negeri Sakura ini terus meningkat. Pejac membuat propaganda dari fenomena sosial ini. Hiu yang menurut penelitian keberadaannya semakin menipis, harus dijaga kehidupannya di lautan. Ia membuat instalasi hiu ini di depan restoran di tempat orang-orang melintas, sehingga pesan yang dibawa dari instalasi ini diharapkan mampu dimengerti oleh orang banyak.

Fin Soup source: spoon-tamago.com

Fin Soup
source: spoon-tamago.com

Gulliver source: spoon-tamago.com

Gulliver
source: spoon-tamago.com

Seppuku source: spoon-tamago.com

Seppuku
source: spoon-tamago.com

Selain itu, Pejac juga membuat karya “Gulliver” di kota Sanmu, perfektur Chiba, budaya memelihara bonsai ala orang-orang Jepang. Dan “Seppuku” di Shibuya, adalah suatu bentuk ritual bunuh diri yang dilakukan oleh samurai di Jepang dengan cara merobek perut dan mengeluarkan usus untuk memulihkan nama baik setelah kegagalan saat melaksanakan tugas dan/atau kesalahan untuk kepentingan rakyat.

Karya-karya Pejac mungkin terlihat jenaka dari luar, tapi sebenarnya maknanya dalam banget. Dan mungkin nggak akan seluruh publik bisa menilai karyanya seperti seharusnya. Tapi bukankah itu yang namanya seni? Semuanya tergantung dari persepsi kita masing-masing.

Sebetulnya masih ada lagi karya Pejac di Jepang hanya saja sulit mencari di mana letak tiap karya yang ia buat. Kalau kamu ke Jepang, sempatkan cari karya-karya unik lainnya ya!

 

About author

Canda Kopi: Kopi Re-Polusi

Jumat lalu kita absen sesaat untuk komik strip Canda Kopi. Tapi hari ini ada lagi yang baru, judulnya: “Re-Polusi”. Ungkapan Voltaire, bahwa revoilusi Perancis itu ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official