Piccolo Latte, si Keponakan Macchiato dan Cortado

Kalau kamu pergi ke kedai kopi, pernah lihat tidak ada menu bertuliskan piccolo latte? Atau kamu pernah memesannya? Minuman ini disajikan dalam gelas yang berukuran lebih kecil dari cappuccino dan seringkali dibuatkan latte art di atasnya. Tapi, di luar itu, apa sih sebenarnya piccolo latte?

Di Negeri Kangguru, Piccolo dianggap sebagai salah satu kopi terlaris yang sering menjadi pilihan pengunjung di kafe-kafe. Ada sedikit perdebatan untuk menentukan bagaimana komposisi semestinya piccolo latte. Ada yang mengatakan terdiri dari single espresso shot 30ml dengan susu yang telah dipanaskan dalam sebuah cangkir berukuran 80ml. Tapi beberapa membuatnya dengan double ristretto 20ml dengan lebih banyak susu namun tetap di dalam cangkir berukuran 80ml.

source: bitterbliss.com

source: bitterbliss.com

Perbedaan itu tidak terlalu signifikan, bagaimanapun komposisinya, piccolo latte adalah kopi yang unik. Memilih piccolo latte sama saja mengetes kopi specialty dengan profil light roast, hanya saja ditambah susu. Rasa asam dari biji kopi berhasil diseimbangkan oleh rasa manis dan gurih dari susu.

Ada mitos yang beredar di Sydney kalau awalnya keberadaan piccolo latte ini bermula ketika barista ingin mengecek hasil brew and roast mereka ketika mencampur kopi dengan susu, sebagai alternatif lain dari caffe latte. Karena kalau mereka harus meminum puluhan cangkir caffe latte dalam sehari pasti lama-kelamaan mual ya.

Macchiato dan cortado dianggap sebagai “keponakan” dari piccolo latte. Bentuk sajiannya hampir mirip, hanya beda pada komposisi susu dan espresso-nya. Cortado sendiri menurut Matt Sheridan, Barista dari Albury Coffee Mama, adalah minuman yang komposisinya berada di antara piccolo latte dan caffe latte. Dengan komposisi single shot dan susu sekitar sepertiga gelas.

Sementara itu, di San Fransisco orang-orang biasa menyebut piccolo latte ini dengan gibraltar, nama yang pertama kali dicetuskan oleh Blue Bottle Coffee. Tapi, sebenarnya ukuran cangkir gibraltar ini agak sedikit lebih besar dari piccolo latte. Buat lebih jelasnya tentang gibraltar, kamu bisa langsung baca yang ini.

Beberapa kali Kopling berkesempatan mencicipi Piccolo ini. Rasanya memang seperti yang tertulis di atas, tidak pahit, tidak manis, pas sekali di mulut. Ukurannya lebih kecil dari latte dan lebih tinggi dari macchiato. Buat kamu yang tertarik dengan rasa kopi yang tidak pekat, piccolo latte bisa jadi pilihan buat kamu.

Salam sruputh!

About author

Selamat Jalan, James Cahill

Sebagai orang Indonesia, apakah kamu sangat mencintai budaya bangsa lain dibanding dengan budaya sendiri? Wajar sih, cinta budaya orang luar kan bukan berarti nggak cinta ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official