Art

Kenali Jenis-Jenis Cat Akrilik Beserta Manfaatnya

Cat akrilik merupakan salah satu jenis cat yang cukup awam dipakai untuk melukis. Cat ini adalah jenis cat yang terbuat dari plastik dengan dasar polietilen dan mengeras saat kering. Warna yang berbeda diperoleh dari berbagai macam pigmen ke dalam emulsi polimer akrilik. Sederhananya, cat akrilik adalah cat plastik yang tersedia dalam bentuk pasta dan dikemas dalam tube.

Mungkin sebagian besar dari kita mengira semua cat akrilik itu sama saja. Tapi ternyata ia pun dibagi lagi dalam jenis yang berbeda. Makanya tidak usah heran kalau ke toko cat misalnya, menemukan cat akrilik yang bisa membuat cat lebih tebal, cair (tipis) dan terbuka (kering lebih lambat).

Berbagai jenis cat akrilik ini membuka kesempatan bagi kita, sang pelukis, untuk memanfaatkannya untuk lukisan yang bersifat versatil. Tapi apa dan bagaimana perbedaannya? Yuk kita intip.

Akrilik Cair

Dengan menggunakan akrilik cair kita bisa menggunakan layer yang lebih tipis tanpa harus mengorbankan saturasi intensitas warnanya. Dan cukup mungkin kok untuk menipiskan akrilik dengan menggunakan air, atau ditambahkan berbagai medium lain agar akriliknya terasa lebih cair, namun tetap menjaga tingkat pigmentasinya. Tentunya tidak mustahil pula jika apapun yang bersifat non-pigmentasi ditambahkan ke cat akrilik, maka catnya akan cenderung mengencer.

Akrilik cair memiliki kelekatan dibandingkan akrilik standar yang lebih tebal, meski tetap memiliki tingkat pigmentasi yang sama. Akrilik cair bisa sangat berguna bagi pelukis untuk mendapatkan efek yang sama dengan pelukis yang memakai cat minyak atau cat air.

Akrilik Tebal

Mungkin kita semua sudah tahu kalau akrilik cenderung lebih cepat mengering, maka ia pas digunakan untuk lukisan yang memanfaatkan cat yang tebal seperti impasto, dan dengan menambahkan medium gel, ia bahkan bisa lebih tebal lagi.

Dengan menggunakan akrilik tebal kita bisa mengkreasikan lapisan tebal di lukisannya tanpa haris menambahkan medium lainnya. Saat diaplikasikan dengan pisau palet, akrilik menahan puncaknya, dan pisaunya bisa dioret-oretkan di atas cat yang baru disapukan dengan kuas untuk menciptakan tekstur.

Akrilik jenis ini juga cemerlang dalam memamerkan ciri khas atau gaya kuasan tangan pelukisnya.

Akrilik Terbuka Atau Kering Lambat

Akrilik jenis ini merupakan jenis yang sudah lama didambakan oleh banyak pelukis. Mengapa? Karena ia mengering dengan lebih lama, serta menghilangkan kebutuhan akan perlunya botol spray atau medium memperlama pengeringan lain.

Akrilik terbuka meningkatkan jumlah waktu mengeringnya cat, sehingga bisa diolah sedemikian rupa dengan lebih leluasa saat berada di atas permukaan kanvas dan bertahan lama pula di atas palet. Keuntungannya adalah sang pelukis bisa mencampurkan berbagai warna tanpa harus merasa takut cat-catnya akan cepat mengering dan akhirnya terbuang sia-sia.

Melukis dengan menggunakan akrilik terbuka membuat prosesnya menjadi mirip melukis dengan cat minyak. Jadi, jika kita adalah seorang pelukis dengan spesialisasi cat akrilik yang tidak suka tergesa-gesa dan terkejar waktu saat bekerja, jelas akrilik terbuka merupakan pilihan yang ideal.

Jadi, selamat mencoba dan temukan akrilik mana yang sesuai dengan kebutuhan dan juga keinginan untuk melukis.

Sumber gambar: craftsy.com

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

Cara Membuat Kopi Instan Enak

Kopi instan ditemukan oleh seorang ilmuwan Jepang bernama Satori Kato di tahun 1901, dan setelahnya, kopi instan banyak dijumpai selama hampir 2 abad ini di ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official