Art

Ella & Pitr: Pasangan Seniman Yang Seru!

P1040447
Inget nggak sama “Dalston House” karya Leandro Erlich? Dengan kurang lebih menggunakan “kanvas” yang hampir serupa, sepasang seniman jalanan asal Paris, Ella dan Pitr juga menciptakan ilusi optikal. Kalo Leandro menggunakan bagian luar dari sebuah bangunan untuk menggambar, Ella dan Pitr justru menggunakan bagian dalam dari bangunan-bangunan yang udah nggak berpenghuni dan nggak terpakai lagi. Mereka menggabungkan keindahan dari bangunan yang terbengkalai itu dengan mural mereka yang anamorfik untuk mengubah kamar-kamar yang kosong itu menjadi tempat bermain.

o-STREET-ART-900o-ELLA-900

Kota St. Etienne, tempat keduanya tinggal, adalah sebuah kota tua yang dulunya penuh dengan pertambangan batu bara, tapi sekarang udah nggak lagi. Bangunan-bangunan inilah yang dalamnya dijadikan tempat bermain bagi keduanya dengan bantuan pemerintah dan penduduk setempat. Para penduduknya nggak ikutan ngelukis ya, mereka cuma disuruh jadi bagian dari fotografi yang mereka buat.

Ella dan Pitr pertama kali bertemu di sebuah musim semi di tahun 2007 di sebuah jalan di St. Etienne ketika Ella, yang berasal dari selatan Perancis, sedang melukis. Pitr lalu melihatnya dan menyapa, dan sejak itu pun mereka sering melakukan karya bersama. Sekarang keduanya sudah memiliki dua orang anak. Wah, romantis banget ya…

Mereka berdua memang tertarik dengan street art dan orang-orang yang mereka temui di jalan. Inilah area “bermain” mereka. Sebelumnya, mereka juga sering melukisi tembok-tembok di jalanan. Menurut mereka, baik tembok maupun gedung, sama-sama punya cerita dan sejarahnya tersendiri. Nggak asal milih sih, mereka milih “kanvas” yang indah dan detailnya juga menarik.

o-ELLA-900-(1)

o-ELLA-900-(2)Keduanya bekerja dengan penuh rencana dan nggak asal nyorat-nyoret aja. Sebelum menggambar, mereka udah buat sketsanya dulu di workshop mereka di atas kertas dan tinta cina. Bukan cuma di tembok dan gedung-gedung kosong, keduanya juga pernah menggambari sebuah gereja. Kadang mereka juga bekerja sama dengan seniman jalanan lainnya. Di antaranya adalah Maca, yang menurut mereka selera dan cara kerjanya mirip dengan mereka.

Tantangan terbesar bagi mereka adalah cuaca yang dingin. Mereka pernah bekerja dengan suhu di bawah -12 derajat Celsius. Hasilnya, lemnya cepat berubah jadi es dan jari mereka pun jadi susah untuk digerakkan.

P1030366P1030798

St. Etienne sebenarnya terlalu sepi untuk mereka berdua, karena di sana street art kurang mendapat perhatian, karenanya keduanya senang jalan-jalan. Ella dan Pitr juga pernah melukisi jalanan di Venezia. Biasanya, orang-orang yang melihat karya mereka sangat senang, tapi ketika mereka berada di Venezia, orang itu melapor ke polisi… Mereka sangat marah kepada orang itu. Hehe… Keduanya juga sangat sedih ketika karya mereka harus dihapus. Kata mereka, rasanya seperti anak-anak yang membangun kastil pasir di pantai dan kastil itu dihancurkan oleh ombak.

Menyenangkan sekali ya, kalo kita bertemu dengan pasangan hidup yang sangat cocok dengan kita, apalagi kalo kita seniman. Seumur hidup kita jadi selalu punya teman bermain, bahkan sampai kita sendiri punya anak dan menjadi tua…

Website: papierspeintres.net

Budaya Rumah Kopi di Vienna

Di balik keindahan kotanya dan budayanya, rumah kopi di Vienna (Wiener Kaffeehaus) punya peranan yang sangat penting dalam membentuk budaya Vienna. Tak heran, sejak Oktober ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official