Art

Bicara Dengan Bahasa Sepatu

art583

Willie Cole adalah seorang pematung berdarah Afrika yang tinggal di Amerika Serikat dan terkenal dengan karya-karyanya yang terbuat dari bahan yang dipakai sehari-hari, seperti setrika, meja setrika, sepatu berhak tinggi, hair dryer, dan benda-benda lainnya. Karya Cole semuanya memiliki makna metafora dan merupakan gabungan antara karya Dada dengan aliran Surealisme, juga budaya pop Amerika, Afrika, dan Asia.

cole_windmaskeast

Lalu apakah karya-karya seperti ini dibuatnya tanpa harus memasuki sekolah seni? Ternyata tidak. Cole yang tumbuh di Newark, New Jersey ini mendapat gelar Bachelor of Fine Arts dari School of Visual Arts in New York, setelah sebelumnya kuliah di Boston University School of Fine Arts, dan lalu melanjutkan kuliah ke Art Students League of New York. Willie Cole juga sudah menerima banyak penghargaan, termasuk David C. Priskell Prize di tahun 2006 – sebuah penghargaan nasional untuk menghormati dan merayakan kontribusi untuk seni African-American.

Mengenai karya yang dibuat dari sepatu, Cole tidak hanya menggunakan sepatu perempuan tapi juga sepatu laki-laki, tapi memang kebanyakan sepatu perempuan lebih banyak dipakai karena menurutnya, sepatu perempuan bentuk, tekstur, dan warnanya lebih variatif.

wic-06-sc-195_cc_1

Karya yang diberinya judul “With a Heart of Gold” ini, misalnya. Kumpulan sepatu ini dibuat karena Cole terinspirasi oleh bunga daisy. Coleh berharap, orang akan melihat karyanya sebagai satu kesatuan, bukan dari bahan yang dipakainya. Sama seperti manusia, menurutnya kita adalah sekumpulan sel, tapi ketika kita melihat seorang manusia, yang kita lihat adalah manusianya, bukan selnya. Sebenarnya, istilah “with a heart of gold” ini berasal dari sebuah perumpamaan yang lengkapnya berbunyi “a hooker with a heart of gold”, yang artinya adalah tidak semua orang yang nampaknya buruk itu juga berhati buruk. Pas sekali dengan pesan yang ingin disampaikan Cole ya!

Di pameran terbarunya yang juga memakai sepatu sebagai bahan dasar, salah satu karya yang dibuat oleh Cole diberi nama “The Sole Sitter”. Siapa sangka patung berwarna hitam yang terlihat seperti totem Afrika ini terbuat dari sepatu?

1AA7-620

willie-cole2CROPEDBRO172

Selain “The Sole Sitter” ada juga delapan lukisan dan patung karya Cole yang dipamerkan dalam pameran tunggalnya itu yang diberi judul “If Wishes Were Horses”. Judul pameran ini diambil dari peribahasa Inggris kuno:

If wishes were horses
Beggars would ride:
If turnips were bayonets
I would wear one by my side.

Menurut interpretasi kamu, pesan apa yang ingin disampaikan oleh Willie Cole dalam pamerannya kali ini? Apa hubungannya antara kuda dengan sepatu? Memang benar seperti katanya, karyanya memang selalu sarat pesan dan simbol ya!

 

Website: williecole.com

Artist Talk: Nugraha Pratama

Kopling punya segmen baru nih buat #ARTickle di Kopikeliling.com. Seperti yang kita ketahui bersama Kopi Keliling kan sudah ngadain 6 volume selama ini. Dan setiap ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official