Art

10 Toko Buku Paling Cantik pt. 1

Selama ini mungkin kita menganggap toko buku sebagai toko yang memiliki tampilan yang membosankan, karena (biasanya) hanya terdiri atas tumpukan buku atau rak-rak yang terkesan monoton. Tidak heran jika kebanyakan orang tidak betah berlama-lama di dalamnya.

Terkecuali ada kebijakan boleh membaca di tempat, kebanyakan pengunjung toko buku menghabiskan waktu hanya sebentar di dalamnya. Mencari apa yang mereka cari, temukan dan pulang.

Namun, persepsi tersebut tampaknya sudah mulai bisa digusur. Karena ternyata banyak toko buku yang kini memberi sentuhan tersendiri dalam dekorasi mereka. Bahkan menariknya, memiliki corak arsitektur yang khas dan artistik. Menjadikan toko buku tersebut tidak hanya menyenangkan untuk dilihat tapi juga membuat betah untuk berlama.

Dan ini ada 10 toko buku yang berada di berbagai belahan dunia yang memiliki tampilan paling cantik.

1. Polare, Maastricht

Keberadaan toko buku Polare di Maastricht terancam saat Polare menyatakan kebangkrutan di bulan Februari 2014. Meski demikian toko ini tetap buka dengan nama ‘Boekhandel Dominicanen’, tapi para staff toko telah meluncurkan sebuah kampanye crowdfunding untuk menyelamatkan toko buku ini dari penutupan. Mengapa tidak? Toko buku ini memiliki nilai sejarah yang kental. Dikonversi dari gereja Dominika abad ke-13 di tahun 2006 oleh arsitek Merkx+Girod (sekarang Merk X), Polare adalah sebuah kuil buku yang mengeskalasi membaca buku menjadi sebuah pengalaman religius.

2. El Ateneo, Buenos Aires

Pengunjung bisa berkunjung dari panggung ke halaman buku di dalam toko yang menjadi ikon Argentina ini. Awalnya bangunan toko ini merupakan Teatro Grand Spelendid di tahun 1919, sebelum berubah fungsi menjadi bioskop di tahun 1929. Dengan latar sejarah gedung tersebut, El Ateneo memang akan menarik minat pembaca yang dramatis. Dengan langit-langit bergaya fresco, ukiran bunga dan tirai panggung berwarna merah, toko buku ini mempertahankan kemegahan aslinya.

3. Libreria Acqua Alta, Venisia

Bisa jadi toko buku ini merupakan satu-satunya yang berada di bawah air. Libreria Acqua Alta sendiri berarti “toko buku air tinggi”, dan posisinya yang berada di sisi kanal berarti pengaturan yang ekstra dari para stafnya, termasuk menggunakan sepatu boot dari karet dan memindahkan buku-bukunya ke tempat yang lebih tinggi saat banjir tahunan datang bertamu. Meski begitu, toko ini akan tetap buka dan melayani pelanggan mereka. Bahkan bisa dikatakan banjir merupakan bagian dari “dekorasinya”.

4. Librairie Avant-Garde, Nanjing

Disebut sebagai toko buku paling indah di Tiongkok, Libraire Avant-Garde di kota Nanjing dibangun di dalam gedung parkir pemerintahan yang dulunya juga bertugas sebagai tempat perlindungan dari bom. Untuk menemukan toko yang terletak di bawah Stadium Wutishan ini, pengunjung harus mengikuti jalan dengan garis kuning dan akan bertemu dengan replika dari patung The Thinker karya Rodin yang bersanding bersama barisan buku-buku tua, dan pilar yang diukiri dengan kutipan-kutipan dari banyak karya sastra populer.

5. El Péndulo, Mexico City

Cabang dari toko buku Meksiko, Péndulo, ini menawarkan cara yang berbudaya dalam menghindari sengatan panasnya Mexico City. Pengunjung dapat menyamankan diri mereka melalui rangkaian rak buku yang berjejer di sepanjang dua lantai toko ini, sembari mendengarkan pertunjukkan live music. Di tahun 2013, untuk merayakan 20 tahun mereka, jaringan toko ini melepaas 1.000 buku yang berisi pesan, “This is a free book. Read it and return it to another public place.” 

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

Sumber gambar: bbc.com

Dari 3 Dimensi Jadi 2 Dimensi

Ketika banyak orang sangat ingin membuat karyanya berdimensi tiga, Cynthia Greig malah melakukan yang sebaliknya. Seniman yang berasal dari Detroit ini malah mengubah benda 3 ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official