[LIPUTAN] KACF 2014 pt.3

Yak ini adalah liputan hari terakhir Kemang Art and Coffee Festival 2014 yang berlangsung tanggal 28-30 November lalu. Untuk cerita di dua hari sebelumnya kamu bisa baca di sini dan di sini. Hari terakhir yang jatuh pada hari Minggu ini bisa dibilang hari terpanjang selama tiga hari acara, karena di hari terakhir ini acara sudah dimulai saat matahari sedang panas-panasnya.

Ada tiga workshop yang berlangsung hari ini. Yang pertama adalah workshop GRITING (Gratis Printing) bersama WeWo, di mana para pengunjung yang datang dapat menyablon tote bag maupun kaosnya secara gratis, atau pun belajar menyablon menggunakan kain-kain yang telah disediakan oleh tim WeWo. Yang kedua adalah workshop “Pouch Merchandising” bersama Junk Not Dead. Di sini para peserta diajak untuk membuat keahlian mereka menggambar jadi mempunyai nilai jual dengan mengaplikasikannya ke atas pouch. Seru banget! Sebagai penutup di sesi workshop ada “Basic Brush Calligraphy” bersama Kaligrafina. Seru banget, ternyata antusiasme para pengunjung terhadap ketiga workshop tersebut sangat besar! Bahkan beberapa peserta workshop “Pouch Merchandising” melanjutkan sesi workshop mereka di kantin Galeri 678 supaya karyanya bisa langsung selesai. Hehe…

Workshop-sablon-bersama-Weekend-Workshop-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Workshop sablon “GRITING” a.k.a Gratis Printing bersama Wewocraft

Workshop-Art-Merchandising-bareng-Junk-Not-Dead-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Workshop Pouch Merchandising bersama Junk Not Dead

Workshop-Basic-Brush-Calligraphy-bersama-Kaligrafina-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Workshop Basic Brush Calligraphy bersama Kaligrafina

Seperti di dua hari sebelumnya, di ruang Galeri 678 tersaji delapan single origin kopi dari seluruh Indonesia yang dipresentasikan oleh Coffee on Wheels. Namun selain itu, di hari ini teman-teman dari World Wild Fund (WWF) juga ikut meramaikan kegiatan kopi melalui talk show bertajuk Kopi Gajah yang mengajak seluruh penggiat kopi maupun penikmat kopi untuk sama-sama menyesap kopi secara bertanggung jawab. Banyak perkebunan kopi di Lampung yang mengambil lahan hutan lindung yang dihuni oleh para gajah, karena itu melalui talk show ini WWF ingin mengajak semuanya supaya lebih aware terhadap permasalahan yang ada.

Talkshow-Kopi-Gajah-bersama-WWF-Indonesia-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Talkshow-Kopi-Gajah-bersama-WWF-Indonesia-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014_2 Talk show bertajuk Kopi Gajah bersama World Wild Fund (WWF)

Menjelang sore, Galeri 678 mulai diramaikan dengan adanya Gallery Run Through dari Junk Not Dead bertajuk SEE(W)NTING. Ini merupakan pameran solo pertama Junk Not Dead yang menggabungkan konsep sewing dan painting menjadi sebuah mahakarya. Lalu, sesuai dengan prinsip mereka yang selalu mengkreasikan karya seni menjadi merchandise, di pameran ini Junk Not Dead juga menyajikan beragam merchandise hasil keahlian tangan mereka yang dapat dibeli langsung oleh para pengunjung.

Gallery-run-trough-session-pameran-see(w)nting-bersama-Junk-Not-Dead-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Gallery Run Through dari Junk Not Dead bertajuk SEE(W)NTING

Berpindah dari Junk Not Dead, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Gallery Run Through dari Kopi Keliling sendiri yang mengambil tema Salah Kaprah, sebuah istilah yang pasti sudah sering banget kita dengar, lihat, dan alami. Tema ini awalnya beranjak dari kegelisahan Kopling melihat banyaknya peristiwa Salah Kaprah yang terjadi di sekeliling, tapi kok banyak orang yang menganggap hal itu jadi wajar dan diikuti oleh banyak orang. Di dalam pameran ini pengunjung bisa melihat sudut pandang beberapa orang tentang peristiwa Salah Kaprah yang terjadi di hidup mereka. Yang paling gampang sih ambil contoh kalau kita lagi di lampu lalu lintas. Kalau lampu kuning sudah menyala, pasti banyak banget orang yang memilih untuk (malah) mempercepat laju kendaraannya. Padahal, arti lampu kuning itu sendiri tentunya kita semua sudah tau kan ya? Atau ada juga orang yang menanggapi sesuatu hanya dari kulitnya, padahal belum tentu maksud sebenarnya itu seperti apa yang terlihat di kulit.

Beberapa-peserta-pameran-Salah-Kaprah-Kopi-Keliling-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Beberapa peserta Kopi Keliling_0 yang hadir di sesi Gallery Run Through pameran Salah Kaprah

Meskipun nggak melalui proses Gallery Run Through, di dinding Galeri 678 juga terpampang beragam zine kreasi teman-teman para penggiat zine yang tergabung di dalam Ngomongin Zine. Para pengunjung yang mampir ke lokasi pameran Ngomongin Zine bisa membaca zine-zine seru selama berjam-jam, soalnya zine-nya banyak banget! Sementara itu, di satu dinding yang lain terpampang beberapa karya kolaborasi antara Fiksimini bersama Sketsaku dan SUMMON Studio. Di sini, Fiksimini merespon beberapa karya Sketsaku dengan memberikan kisah-kisah singkat ala Fiksimini yang selalu memiliki daya tarik tersendiri, sementara itu SUMMON Studio merespon dua buah karya Fiksimini ke dalam dua lukisan yang berbeda. Beberapa pengunjung pun merespon dinding kolaborasi ini dengan menuliskan beberapa fiksi mini yang terinspirasi dari karya-karya kolaborasi tersebut.

Pojok-Zine-yang-menampilkan-zine-zine-lokal-dari-berbagai-kota-di-Indonesia-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Pengunjung bisa baca-baca koleksi Zine yang di pamerkan di Pojok Zine

Di saat yang sama, di sudut ruangan yang lain ada pemutaran film pendek karya para filmmaker Indonesia persembahan dari Bioskop Keliling yang memutarkan film Green Willow karya Olivia Samantha, Pingitan karya Orizon Astonia, Gundah Gundala karya Wimar Hendarto, dan Laki-laki Virtual karya Efi Sri Handayani. Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan talk show “Everybody Can Make a Zine” bersama Ngomongin Zine yang seru dan rame banget!

Ngobrol-bareng-para-filmmaker-yang-memutarkan-film-pendeknya-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Para filmmaker yang menampilkan film pendeknya di Bioskop Keliling hari ke-2

Presentasi-dari-beberapa-pembuat-Zine-di-talkshow-Everybody-Can-Make-a-Zine-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Presentasi beberapa penggiat Zine dalam sesi “Everybody Can Make a Zine”

Semakin sore, ruangan Galeri 678 juga semakin dipenuhi oleh para pencinta sastra yang menantikan acara diskusi seru bersama penulis Laksmi Pamuntjak mengenai buku terbarunya “Aruna dan Lidahnya” dan proses kreatif di balik karya-karyanya, serta diskusi bersama penyair Joko Pinurbo dan penulis novel Eka Kurniawan yang membuat para pengunjung betah untuk duduk dan mendengarkan obrolan hingga dua jam. Oh ya, mereka yang hadir di diskusi ini berkesempatan untuk menyaksikan Joko Pinurbo membacakan beberapa puisinya, lho. Indah sekali.

Talkshow-bareng-Laksmi-Pamuntjak-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Talkshow-bareng-penyair-Joko-Pinurbo-dan-penulis-novel-Eka-Kurniawan-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Sesi Literary Coffee session bersama Laksmi Pamuntjak, Eka Kurniawan dan Joko Pinurbo

Babak penutup acara sebenarnya Kopling kedatangan tamu yang tak disangka-sangka, tapi berhasil membuat pengunjung dan bahkan tim panitia terhibur. Siapa dia? Tak lain dan tak bukan dia adalah Kiswinar,  founder Komunitas Pencinta Kertas dan PePa yang memang hobi ngelawak dan bermain sulap! Terima kasih Kiswinar, karena udah mau ditodong untuk hadir di sesi penutup. Hehe…

Penampilan-sulap-Kiswinar-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Ditodongnya nggak begitu susah sih karena memang doi siap tampil banget orangnya. Peace Kis!

Bagi Kopling sendiri acara KACF 2014 merupakan salah satu momen yang nggak terlupakan. Puas? Tentu belum, karena Kopling menyadari masih banyak kekurangan di berbagai sisi. Senang? Banget! Karena ini acara kolaborasi perdana Kopling dengan komunitas lain dari seni visual, sastra, film, dan kreatif! Kopling juga berharap kamu yang datang ke KACF 2014 pulang dengan membawa sesuatu, entah itu rasa bahagia, senang, penasaran, maupun gejolak untuk berkolaborasi dengan banyak orang.

Sampai jumpa tahun depan!

About author

OPEN CALL: 15x15x15 Mini Art Project

Buat kamu yang punya kerinduan untuk ikutan pameran yang seru, ada baiknya kamu segera coba submit untuk Open Call untuk 15x15x15 Mini Art Project. Jadi, 15x15x15 ini merupakan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official