Tips Menjual Karya Seni Kepada Dunia

Tujuan orang berkunjung ke suatu negara dan kota itu nggak cuma untuk shopping atau menikmati pemandangan, tapi ada juga yang rela menabung uangnya selama berbulan-bulan untuk bisa melihat secara langsung budaya dan seni di suatu tempat. Indonesia sendiri punya banyak tempat yang menawarkan keindahan dan keunikan seni dan budaya, seperti Bali, Yogya, dan masih banyak tempat-tempat lainnya Nggak heran di tempat-tempat ini kita sering melihat banyaknya turis asing yang bersliweran.

190825_pasar-seni-ancol-kini-kian-sepi_663_382

Seni itu cakupannya memang sangat luas, nggak terbatas pada musik dan tari, tapi juga lukis, patung, dan konsep lainnya. Seni juga bisa hadir dalam bentuk arsitektur, atau bahkan puisi. Jadi bahasa apa yang digunakan ketika orang “berbicara” dan menikmati sebuah karya seni? Ada yang mengatakan bahwa ketika sebuah jiwa berkomunikasi dengan jiwa yang lainnya, itulah seni. Nggak heran kalau olahraga dan agama pun menggunakan seni sebagai cara untuk berekspresi.

Ada dua macam versi dari pendapat masyarakat tentang seni. Yang pertama ada seni sebagai bagian dari budaya. Seni ini bisa berbentuk monumen atau seni mural. Yang kedua adalah seni yang komersial. Untuk versi yang kedua ini, tentunya si seniman mengharapkan imbalan uang dari si penikmat seni untuk melangsungkan hidup dan terus berkarya.

Belum banyak kota-kota di dunia, termasuk di Indonesia, yang memanfaatkan kedua sisi dari seni ini sepenuhnya. Padahal kalau kita manfaatkan benar-benar, mungkin semua kota di Indonesia akan semenarik Bali dan Yogya, dan dapat lebih banyak menarik wisatawan manca negara.

Tapi gimana caranya untuk menjadikan kota kita sebagai kota seni? Apakah kita juga bisa mewujudkannya? Tentu bisa!

Kenali apa potensi seni yang kamu miliki. Banyak komunitas seni yang tersebar di mana-mana, dan kalau kamu memang berbakat dan aktif, mereka akan dengan senang hati mengajak kamu bersama-sama memamerkan bakat seni kamu kepada dunia. Jangan ragu untuk mempromiskan karyamu melalui komunitas-komunitas ini.

Kamu juga bisa mengadakan pameran atau membuka galeri seni yang letaknya berdekatan dengan tempat penginapan para turis asing dan lokal. Mungkin bisa dengan cara bekerja sama dengan pemilik penginapan atau hotel di kota tempat kamu tinggal? Kenapa harus di dekat penginapan para turis? Karena beberapa riset membuktikan bahwa di mana pun di dunia, orang yang memasukkan seni ke dalam rencana perjalanan mereka biasanya mempunyai penghasilan yang lebih besar dari turis lokal, dan mereka siap untuk berbelanja lebih banyak. Sebagian uang mereka tentunya akan dihabiskan untuk membeli karya seni.

Jangan meremehkan majalah-majalah gratis yang tersebar di hotel, restoran, dan tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang. Datangi redaksi majalah-majalah itu dan minta mereka untuk memuat artikel tentang karyamu. Bisa juga meminta mereka mensponsori pameran lukisanmu, mungkin. Kalau mereka merasa karyamu memang baik dan mereka punya dana untuk itu, tentunya mereka nggak akan berkeberatan.

Nggak punya dana untuk membuat galeri sederhana dan nggak ada yang mau mempromosikan karyamu? Jangan berkecil hati! Kamu tetap bisa menjajakan karyamu dengan menuliskannya dalam blog khususmu atau melalui media sosial. Kamu juga bisa membuat brosurmu sendiri dan menitipkannya ke hotel, toko, dan tempat-tempat yang banyak dikunjungi para turis. Gunakan kertas yang baik dan desain yang menarik, supaya lebih menarik perhatian mereka.

Dan yang terakhir, kamu mungkin bisa mengajak beberapa teman seniman untuk bekerja sama untuk menghemat biaya. Dengan berkolaborasi, tenaga semakin besar dan semua hal nggak perlu dilakukan sendiri bukan?

Selamat berkarya!

Sumber gambar: Viva News

Cara Penduduk Dunia Minum Kopi

Para pencinta dan penggila kopi adalah orang-orang yang kreatif dan berbudaya tinggi. Setuju? Makanya, kita (atau, mereka) nggak segan-segan untuk keluar dari “pakem” cara minum ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official