Tips Mengatasi Kreativitas yang Terhambat pt.1

12793973443_3d23ab1dd4_z

Ada sebuah buku yang menarik untuk dibaca oleh para penggiat seni. Buku ini ditulis oleh Danielle Krysa, yang mewawancarai 50 seniman, baik yang profesional maupun yang amatir – dan semua seniman itu pernah mengalami hal yang disebut “creative block”. Ternyata, bukan hanya seniman amatiran yang sering mengalami hal ini, tapi juga mereka yang sudah profesional. “Creative Block” adalah buku kedua yang ditulis oleh penulis yang sama setelah mengeluarkan buku yang berjudul “The Jealous Curator”. Buku ini sangat berguna bagi para penulis, desainer, pelukis, aktor, penari, dan semua kita yang berkecimpung dalam dunia seni.

Dikatakan dalam buku tersebut, ada beberapa kebiasaan para seniman yang dapat menghambat kreativitasnya:

“I do have to step back, take a breather, and realize that it is just a project and not the end of the world if it’s not perfect.”
– Mary Kate McDevitt, ilustrator

Jangan pernah ingin membuat karya yang terlalu sempurna, karena semakin kita ingin menjadikannya sempurna, akan semakin frustrasi dan akhirnya malah menghambat pekerjaan kita. Dan ingatlah selalu bahwa akan selalu ada yang lebih baik. Kalau karyamu saat ini belum kamu anggap sempurna, buatlah karya yang lebih baik lagi setelahnya.

“It is when I find myself playing more than trying that I find my way out of a block.”
– Aris Moore, guru seni

Membuat karya seni adalah kegiatan bersenang-senang. Jangan jadikan sebagai beban, dan jadikan pekerjaanmu sebagai taman bermain.

“The inner critic is like that old friend from school that you wish would just leave you alone, but keeps calling and leaving messages.”
– Anthony Zinonos, ilustrator

Kadang diri kita sendiri adalah kritikus yang kejam, dan lebih kejam dari para penikmat seni atau karya kita. Kalau kita terus menerus mendengarkan kritikan yang ke luar dari kepala kita, kita pasti akan menjadi patah hati, malas berkarya, dan mungkin akan memutuskan untuk tidak lagi menjadi seniman. Jangan takut untuk menyuruh kepala kita untuk berhenti mengkritik. Kadang musuh terbesar kita sebagai seorang seniman bukan seniman lainnya, tapi diri kita sendiri.

“I keep repeating my mantra, a quote by Charles Horton Cooley: ‘An artist cannot fail; it is a success to be one.'”
– Matthias Heiderich, fotografer

Buatlah afirmasi positif setiap hari dan jadikan afirmasi itu sebagai mantramu. Pikiran yang positif akan membawa rasa optimis, sementara mereka yang selalu pesimis akan menarik kegagalan dalam hidupnya.

“I’m no genius and my work is only a reflection of my quirky insides — you just can’t take offense at what others think.”
– Wendy Walgate, seniman keramik

Seniman yang baik itu bukanlah seniman yang sombong. Tetaplah rendah hati dan terimalah kritik dari orang lain dengan baik. Rendah hati juga bisa berarti nggak ragu untuk minta tolong kepada orang lain, saat kita dalam keadaan terjepit. Mungkin kita mempunyai ide awal yang cemerlang, tapi nggak tahu bagaimana cara mengembangkannya. Jangan gengsi untuk meminta masukan dari orang terdekat. Redam egomu.

Menarik ya? Ada beberapa tips lainnya yang akan Kopling bagikan. Ikuti terus artikel kami!

By the way, kamu punya tips untuk mengatasi kreativitas yang terhambat? Share dong di comment box di bawah, atau mention ke @KopiKeliling. Siapa tau ada yang membutuhkan.

Pelukis Lukisan Terbalik

Georg Baselitz adalah seorang pelukis asal Jerman kelahiran tahun 1938 yang di Amerika dikenal sebagai pelukis beraliran neo-ekspresionis, tapi di Eropa dia dikenal sebagai pelukis ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official