Coffee Cupping dan 7 Cara untuk Melakukannya

Membeli kopi saat ini mungkin mencakup hal dalam memilih satu dari banyak metode brewing, atau banyaknya alat untuk membuat kopi, menyaksikan pembuatan kopi yang bergaya teatrikal, meniliti daftar biji kopi berdasarkan negara asalnya, dan tentunya, menghabiskan uang lebih untuk gelas akhirnya. Pada akhirnya memilih kopi yang baik malah terlihat lebih merepotkan daripada memilih anggur, dan untuk banyak orang, terasa mengintimidasi. Tapi, kita bisa menyederhanakan hal tadi dengan menghabiskan beberapa waktu ekstra di café dengan menanyakan beberapa pertanyaan kepada baristanya, atau lebih baik lagi, menyediakan waktu sekitar 45 menit untuk coffee cupping.

Cupping merupakan proses standar untuk mengevaluasi rasa dan aroma dari kopi yang di-brewing untuk nantinya bisa memilih dan menjaga kualitas dari biji kopi yang telah di-roasted. Biasanya digunakan oleh pembeli kopi atau roaster, tapi beberapa café juga melakukan cupping untuk memilih biji mana yang akan mereka tawarkan kepada pelanggan, yang juga membuat baristanya bisa menginformasikan rasa dan tekstur apa yang bisa diantisipasi oleh para pelanggan dalam minumannya.

Lantas bagaimana dengan para amatir seperti kita yang juga yang ingin melakukan cupping? Jangan kuatir, karena cupping merupakan cara terbaik dimana kita bisa belajar perbedaan di antara banyak jenis kopi, sebelum memadukannya dengan susu atau gula. Uniknya, kita tidak perlu menjadi seorang coffee geek untuk melakukan cupping.

Ini ada 7 langkah yang dilakukan dalam coffee cupping:

1. Mengukur Biji Kopi

Segala hal dalam cupping harus pas. Setiap cangkir harus berisi biji kopi dengan jumlah tepat 12.5 ons. Ryan Brown, pembeli di Ritual Coffee Roaster di San Fransisco, misalnya, menggunakan timbangan digital untuk akurasi.

2. Menggiling Biji Kopi

Setiap penguji harus miliki cangkirnya sendiri selama proses cupping. Piring biru yang berisi biji yang telah ditumbuk senantiasa berada di atas meja sehingga pengujinya bisa memeriksa hal-hal yang tidak biasa.

3. Membaui Aroma

Membaui biji kopi dilakukan untuk menguji keharumannya. Dalam kasus ini, pembeli akan melakukan beberapa pengujian dari berbagai kopi yang berbeda dari perkebunan kopi yang sama.

4. Membuat Kerak

Tuang air mendidih ke dalam cangkir berisi biji kopi, yang membuat ampasnya mengambang di permukaan. Inilah yang dinamakan dengan kerak atau “crust”.

5. Hancurkan Keraknya Dan Baui

Setelah menunggu tepat selama empat menit, penguji membungkukkan diri mereka dan mendekatkan kepala mereka tepat ke arah cangkir dan menghancurkan kerak atau crust dengan sendok dan membaui aroma yang keluar.

6. Singkirkan Keraknya

Singkirkan keraknya, karena bahkan para penguji kopi profesional ingin meminum kopi bersama ampasnya.

7. Hirup

Penguji kopi bisanya menggunakan sendok cupping yang biasanya memiliki mangkuk yang lebih dalam dibandingkan sendok biasa. Mereka mengisi 1/3nya dengan kopi dan kemudian meminumnya dengan suara yang keras, alih-alih menyesap dengan penuh perasaan. Hal ini maksudnya adalah untuk menghembuskan kopi sehingga kopinya mengalir dengan cepat melewati lidah dan secara bersamaan masuk ke dalam tenggorokan. Bahkan ada yang meludahkan kembali kopi yang telah diminum yang dilakukan untuk mencegah kelelahan langit-langit mulut, karena coffee cupping dilakukan bukan untuk benar-benar meminumnya tapi untuk menguji kualitas dan aromanya saja.

Sumber gambar: latimes.com

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

Dampak Karya Seni terhadap Penikmatnya

Rumah sakit selalu identik dengan rasa sakit, dan kadang juga keputus asaan, penderitaan, dan hal-hal yang nggak menyenangkan lainnya. Padahal, rumah sakit seharusnya menjadi tempat ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official