Coffee Blends VS Single Origins, Mana yang Lebih Baik?

Setiap orang pasti punya alasan mengapa memilih kopinya itu blends maupun single origin, karena masing-masing memiliki kelebihan (dan juga kekurangan) sendiri.

Single origin biasanya dipandang oleh sebagian orang sebagai cara untuk mendapatkan rasa yang spesifik dan beberapa coffee shop independen telah menemukan fakta kalau kopi single origin menambah nilai untuk kopi mereka, jika dibandingkan dengan gerai yang jauh lebih besar.

Sedangkan kopi blend adalah proses mengkombinasikan antara beberapa tipe biji kopi untuk menambah cita rasanya. Dengan proses blending, seorang penggiat kopi profesional dapat menyajikan kopi dengan rasa yang lebih kompleks. Proses blending kopi bisa juga menjadi cara untuk menyeimbangkan rasa antara dua jenis kopi, misalnya mendapatkan aroma dari satu jenis namun dengan rasa dari jenis lain.

Sekarang mari kita coba telaah, mana yang sebaiknya dipilih?

Mengapa Roaster Kopi Lebih Memilih Blend?

Sumber gambar: quinoareal.org

Biasanya, kalau lagi mampir ke sebuah kedai kopi maka kita akan menemukan kopi kita tidak hanya terbuat dari kopi Ethiopia atau Costa Rica saja misalnya, melainkan pencampuran antara dua jenis atau lebih sekaligus. Sederhananya, ini terjadi karena para roaster mencoba untuk memberikan konsumen mereka beberapa pilihan kopi terbaik agar menghasilkan kopi dengan rasa sekompleks mungkin. Kopi dengan rasa yang enak (misalnya Brazil) belum tentu memiliki aroma yang menggugah (sehingga ditambahkan Papuan New Guinea di dalamnya) atau after taste (ditambahkan sedikit Mexican Altura).

Pencinta kopi menggemari tasting kopi single origin untuk mencicipi nuansa setiap kopinya. Tapi jika ingin memuaskan sebanyak mungkin pelanggan, maka kita sebaiknya memberikan espresso dengan rasa, aroma, aftertaste, crema yang bagus, keasaman dan kelembutan, bukan kepahitan.

Yang menarik dari proses perpaduan berbagai tipe kopi ini adalah di mana komposisi perpaduan oleh para roaster bisa jadi kerap berubah setiap saat dan para cupper perusahaan kopi besar secara berkala melakukan cupping kopi blending ini untuk memastikan integritas mereka tetap terjaga dan perpaduannya tidak berubah dimakan jaman.

Sebagai contoh, roaster mungkin memilih biji Guatemala dari perkebunan tertentu dalam blend khas mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, rasa dari biji kopi yang di-roasting dari perkebunan tersebut karena berbagai faktor, seperti perubahan iklim, perubahan dari bagaimana kopinya difermentasi, dijemur atau disimpan atau perubahan kondisi tanah, bisa saja memengaruhi rasa blending yang dilakukan roaster.  Tentunya roaster tidak ingin cita rasa kopinya berubah karena mereka memiliki pelanggan setia yang menyukai blend yang mereka lakukan. Ini artinya para roaster harus menilai kembali biji kopi Guatemala tersebut atau menggantinya dengan yang lain atau mengubah komposisi blending-nya. Aturan utama bagi para roaster adalah mengkreasikan profil rasa dan konsisten dengannya.

Kapan Waktunya Coffee Di-blend? Sebelum Atau Sesudah Roasting?

Sumber gambar: glenlyoncoffee.co.uk

Beberapa orang berpendapat kalau blending dilakukan pre-roasting bisa menghasilkan rasa yang unik yang datang secara bersamaan yang tak bisa diperoleh dengan roasting secara single origin. Biji kopi yang telah di-blend sebelum roasting umumnya dikarakterisasi dengan warna yang sama.

Sedang beberapa yang lain berpendapat untuk memaksimalkan rasa setiap kopi maka sebaiknya jangan dilakukan dalam wadah roasting yang sama. Biji yang telah di-blend setelah roasting umumnya dikarakterisasi dengn warna yang berbeda-beda.

Sebenarnya tidak ada jawaban yang benar-benar definitif untuk ini. Kebanyakan roaster sekarang ini mempraktekkan kedua metode ini, tergantung dari biji kopi yang mereka gunakan.

Coffee Blends VS Single Origins, Jenis Kopi Mana Yang Lebih Baik?

Sumber gambar: blogs.wsj.com

Beberapa orang mungkin beranggapan single origin adalah yang terbaik dan sebaiknya berhati-hati untuk tidak merusak kemegahan kopi dengan mencampur satu jenis kopi secara ceroboh dengan yang lain. Tapi, ada banyak juga coffee shop yang menjual coffee blend untuk menciptakan ciri khas rasa kopi dari coffee shop tersebut.

Pada akhirnya, semua kembali lagi ke selera. Yang penting, kalau kamu punya alat kopi yang cukup memadai di rumah, kamu bisa menikmati kopi jenis apapun, baik itu single origin maupun blend.

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

Buat Kopi Saat Road Trip? Why Not?

Akhir tahun ini pasti banyak yang mudik. Sama seperti lebaran, kebanyakan orang ingin merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga besar di kampung halaman. Atau, kalau ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official