Fotografer Kok Cuma Pakai iPhone?

0

Dulu kita baru bisa shopping kalau kita ke luar rumah, atau at least kita punya komputer. Dulu, kita kalau mau mengobrol dengan teman yang jauh harus melalui komputer. Eh, siapa di antara kamu yang masih jadi pengguna Yahoo Messenger?

Tapi seiring dengan semakin berkembangnya para penyedia ponsel pintar, kegiatan shopping, ngobrol, atau bahkan banyak hal lainnya nggak usah dilakukan di depan komputer, karena dengan adanya ponsel pintar kita bisa melakukannya di mana dan kapan saja. Lalu, perukembangan teknologi ini juga ternyata berdampak pada dunia seni. It’s not a bad change, after all.

kat---jan-2012-low-res-7

Fotografer Kat Sloma dan hasil karyanya (sumber gambar: businessinsider.com)

Seorang fotografer dan penulis dari Oregon adalah salah satu pekerja seni yang nggak lagi punya ketergantungan pada ruang. Sudah setengah tahun ini, Kat Sloma berkarya hanya dengan bermodalkan iPhone. Keputusan ini dibuat oleh Kat 18 bulan yang lalu, meskipun awalnya dia adalah pengguna kamera berlensa 35mm selama lebih dari 10 tahun – termasuk ketika dirinya tinggal di Milan bersama keluarganya. Berbeda dengan fotografer lainnya, Kat ini nggak mau belajar Photoshop, dan akibatnya karyanya ya begitu-begitu saja.

screen-shot-2014-07-13-at-9.52.06-am

Karya Kat Sloma menggunakan iPhone (sumber gambar: businessinsider.com)

Lalu pada tahun 2011, seorang sahabatnya memberikannya iPod Touch, dan mulailah dia berkenalan dengan Instagram dan Snapseed. Ternyata setelah dicoba ia merasa hasilnya lebih dari sekadar memuaskan. Akhirnya, dia pun memutuskan untuk membeli iPhone. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi karena kameranya. Selain itu, juga karena begitu banyaknya aplikasi yang bisa dia gunakan untuk foto-fotonya. Sekarang Kat juga mempunyai sebuah iPad, yang dia pakai untuk mengedit foto-fotonya. Kamera yang dia pakai tetap kamera iPhone.

52e99994a95e0.preview-620

Vanishing, karya Kat Sloma (sumber gambar: gannett-cdn.com)

sal0713-slomaprofile13

Benediction, karya Kat Sloma (sumber gambar: gannett-cdn.com)

sal0713-slomaprofile9

Silent Communication, karya Kat Sloma (sumber gambar: gannett-cdn.com)

Lalu mengapa dulu Kat nggak mau belajar Photoshop? Menurutnya, karena dia nggak betah duduk berjam-jam di depan komputer, sementara kalau dia mengedit foto dengan iPhone dan iPhone, dia bisa melakukannya di mana saja. Saking kerennya karya-karya Kat Sloma ini, sekarang selain mempunyai sebuah studio, dia juga mengajar dan sering mengadakan seminar fotografi, dan semua pesertanya wajib membawa iPad atau iPhone. Selain itu, menurut Kat, bekerja hanya dengan Photoshop itu artinya membatasi diri. Dengan aplikasi-aplikasi yang ada di iPhone dan iPad-nya dia merasa lebih tertantang untuk menjadi kreatif.

Sebelum menjadi seorang fotografer, Kat dulunya adalah seorang insinyur listrik. Selama 22 tahun dirinya menjadi engineering program manager di Hewlett Packard di Corvallis.

Kat menyadari bahwa caranya untuk berkarya itu berbeda dengan kebanyakan fotografer profesional lainnya. Beberapa di antara mereka bahkan mengatakan bahwa dirinya “nggak mau susah”, padahal Kat juga membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengedit foto-fotonya.

Sebenarnya, yang penting bukan caranya sih, tapi hasil akhirnya. Selama hasilnya tetap bagus, orisinal, dan nggak merugikan orang lain, cara apa pun sebenarnya sah-sah saja, bukan?

Website: kateyestudio.com
Sumber foto: lindsworthdeer.wordpress.com

No comments

Pancal: Pameran Solo Oik Wasfuk

Pembukaan: Sabtu, 20 Desember 2014 7.30 malam Ace House Jl. Mangkuyudan 41 Yogyakarta 55143 Musik: DJ Hipertensi Wok The Rock Friday I’m In Talk #9: ...