Art Garden Singapore Pt 1

0

Dalam rangka memperingati Hari Museum International yang jatuh setiap tanggal 18 Mei, Singapura mengadakan Children’s Season setiap tahunnya sejak 2008 dengan tujuan untuk semakin mendekatkan seni ke anak-anak. Children’s Season tahun 2012 kali ini mengambil tema “Art Garden”, yang berisi pameran seni kontemporer yang dibuat oleh para seniman asal Singapura dan internasional dari tanggal 18 Mei sampai 12 Agustus kemarin. Bisa dibilang pameran Art Garden Singapura ini sangat lucu, menarik, dan playful! Kita yang orang dewasa juga bisa banget ikutan menikmati kegiatannya.

Begitu saya melangkah ke depan Singapore Art Museum (SAM), sebuah boneka kelinci besar yang lucu siap menyambut kita. Awalnya saya bingung apa tujuan boneka kelinci ini terpampang di depan pintu masuk SAM, tapi ternyata boneka kelinci bernama Walter ini adalah sebuah karya seorang seniman bernama Dawn Ng. Sudah pasti Walter yang lucu sangat menarik perhatian pengunjung (termasuk saya!), terutama anak-anak.

426602_403169233075461_1818671863_n
Say Hello to Walter, the Curious Colossal Bunny!

Pameran Art Garden bertempat di SAM at 8Q, yaitu bangunan baru yang dibangun tahun 2008 sebagai gedung tambahan SAM yang terletak di 8 Queen Street, berseberangan dengan gedung utama SAM. Di dalam gedung utama SAM juga banyak pameran keren lain yang ditujukan untuk pengunjung dewasa. Nah ternyata sepertinya pemerintah Singapura lagi gembor-gembornya melakukan kampanye “I Love Museums” dari tahun ke tahun. Di bulan Agustus 2012 kemarin mereka bahkan memberikan tiket masuk gratis bagi warganya untuk setiap museum yang dikelola oleh National Heritage Board (NHB) Singapura, termasuk si SAM ini.
Lanjut ke pameran Art Garden, kita bisa melihat puluhan (atau mungkin ratusan) bunga kertas yang “menari” karya Alexandre Dang terpampang di kaca depan gedung SAM at 8Q. Kecepatan bunga ini “menari” tergantung dari seberapa banyak sinar matahari yang mereka serap. Lucu banget. Tema karyanya aja “Dancing Solar Flowers”.


Dancing Solar Flowers

 

Menariknya lagi, pameran Art Garden ini sangat interaktif. Seorang perupa bernama Lee Wen membuat karya “Ping Pong Go Round”, yaitu sebuah meja pingpong berbentuk bulat seperti donat. Jadi, kita bisa bermain bareng-bareng, nggak cuma maksimal empat orang seperti ping pong pada umumnya. Waktu saya mampir ke sana, banyak anak-anak dan orang dewasa yang sedang bermain. Nampaknya upaya Lee Wen berhasil.

526223_403167749742276_1488161678_n

Ping Pong Go Round

Di dalam gedung SAM at 8Q yang terdiri dari 4 lantai juga banyak sekali pameran-pameran lucu yang sangat interaktif. Di setiap dinding tangga yang menghubungkan setiap lantai ada mural keren “Ka-khé” karya Speak Cryptic. “Ka-khé”, berarti keras kepala atau nakal menurut bahasa Bawean, adalah sebuah kata yang sering didengar oleh si seniman sewaktu dia tumbuh dewasa.

484642_403164336409284_939046644_n

Ka-khé

Memasuki gedung SAM at 8Q, kita akan langsung terpana sewaktu melangkah ke sebuah ruangan di lantai 1 yang berisi instalasi “Echoes-Infinity-The Forest” karya Shinji Ohmaki. Kalau biasanya instalasi karya hanya dilakukan di beberapa bagian ruangan, Shinji memakai seluruh sudut ruangan sebagai ruang instalasinya. Ia “menebar” bunga berwarna-warni dari bubuk pigmen dan akrilik di lantai, tiang fondasi, dan dinding ruangan (kecuali langit-langit ya, soalnya ribet banget pasti), yang perlahan bentuk dan warnanya akan pudar seiring dengan banyaknya pengunjung yang memasuki ruangan dan menginjak lantai tempat bunga tersebut ditebar. “Shinji did it on purpose, he wanted to show that nothing lasts forever,” kata salah satu pemandu ruangan ketika saya menyayangkan sebagian besar bunga di lantai yang sudah pudar dan luntur sewaktu berkunjung ke sana sehingga harus ditutupi agar nggak semakin pudar.

578668_403166843075700_1965574261_n

Echoes-Infinity-The Forest

Berikut proses pembuatan “Echoes-Infinity-The Forest” yang memakan waktu 10 hari.

424615_403166799742371_1083132658_n

Di lantai 2 gedung SAM at 8Q, seorang seniman bernama Loh Sau Kuen membuat karya dari tanah liat dengan tema “Everyday Wonders”.  Di sini Loh Sau Kuen membuat bentuk yang umum kita temukan dari tanah liat dan dipajang dengan cantiknya di dinding. Para pengunjung juga bisa mencoba membuat bentuk-bentuk tersebut dari tanah liat langsung di tempat. Loh Sau Kuen mendapatkan inspirasi dari bentuk yang umum kita lihat sehari-hari karena dia sering mengajarkan orang-orang dengan kebutuhan khusus.

378230_403164376409280_858860687_n 553887_403164619742589_275466658_n

Everyday Wonders

Persis di sebelah ruangan instalasi Loh Sau Kuen, ada sebuah activity room (ruang kegiatan) di mana anak-anak bisa menggambar dan mewarnai di atas kertas polos dan bermotif yang hasilnya langsung dipajang di ruangan tersebut. Hasilnya? Sebuah ruangan yang dindingnya dipenuhi dengan gambar warna-warni karya anak-anak dan orang dewasa (termasuk saya lagi!). Di SAM at 8Q, anak-anak nggak hanya dimanjakan dengan gambar dua dimensi, tapi juga tersedia ruangan pemutaran film bagi mereka yang ingin menonton film pendek dan animasi.

557337_403164529742598_1235092817_n 255483_403164579742593_944610557_n

Activity Room (Ruang Kegiatan) untuk Siapa Saja Menggambar

574761_403164486409269_945844325_n

Pilih Sendiri Warnamu, Berkreasi Sebebas-bebasnya

Nah! Itu baru pameran dua lantai di SAM at 8Q. Nanti saya akan lanjut membahas sisa pameran SAM at 8Q di lantai 3 dan 4 yang nggak kalah keren sama yang udah dibahas di sini.

 

Artikel oleh: @Patipatigulipat

About author

No comments

Arzena Ersidyandhi

Yang ingin aku komunikasikan lebih ke isi hati sebenarnya, jadi semacam curahan hati hehehe. Iya, karena aku ingin orang tersebut dapat berinteraksi dengan karya-karyaku. Demikian ...