Les Deux Magots – Dari Sartre Hingga Picasso

0

LesDeuxMagots-1

Meneguk secangkir kopi di Les Deux Magots (dibaca Le Dø Mago) bisa menjadi sebuah pengalaman yang orgasmik. Gimana nggak? Membayangkan bisa memiliki kesempatan untuk menikmati kopi di tempat yang dulunya adalah spot favorit para intelektual, seniman, dan penulis besar dan berpengaruh tentunya memberikan romantisme tersendiri.

The café Deux Magots, yang aktif semenjak tahun 1884 dan bertempat di area Saint-Germain-des-Prés di Paris, Perancis ini dikabarkan telah menjadi saksi berbagai sejarah kultural di masanya. Area Saint-Germain-des-Prés ini memang terkenal sebagai kawasan melting-pot bagi lingkungan seni dan kaum-kaum intelektual, khususnya pada tahun 1950-an. Jadi, bisa kita bayangkan gimana orang-orang terkenal dan genius saat itu seringkali berlalu lalang di daerah tersebut. Jean Paul Sartre dan Simone De Beauvoir misalnya. Mereka yang dikenal sebagai tokoh eksistensialis itu dikenal sering menghabiskan waktu di Café Deux Magots. Mereka suka saling bertukar pikiran tentang isu-isu eksistensialis atau isu-isu hangat saat itu. Bahkan katanya dua orang ini sampai punya meja atau spot khusus yang mereka gunakan untuk menulis setiap hari. Di sana juga sesekali Sartre bertemu dengan Hemmingway lalu berbincang dengannya. Tak lupa, Albert Camus, penulis The Myth Of Sisyphus, juga sering mengunjungi café tersebut. Kalau diabsen satu per satu kita bisa menemukan nama-nama seperti Boris Vian, James Joyce, Bertold Brecht, Stefan Sweig Verlaine, Rimbaud, Mallarmé, juga Picasso yang dikatakan sering mengunjungi The Deux Magots. Picasso bahkan disebut-sebut membuat kubisme di tempat tersebut. Seru banget ya?

LesDeuxMagots-4

LesDeuxMagots-2

Ya, dengan membayangkannya saja maka nggak heran kalau café tersebut saat ini menjadi daya tarik turis yang cukup besar. Di masa sekarang ini, The Deux Magots sering banget menjadi tempat kunjungan wisatawan yang ingin merasakan magisnya café dengan latar belakang sejarah Paris yang menggoda tersebut. Sayangnya, saat ini para pengunjung cukup sulit untuk berlama-lama atau bersantai menikmati atmosfer Paris di café tersebut karena kondisinya selalu ramai.

Wajar saja sih, siapa yang tak ingin ikut merasakan bagaimana rasanya menikmati Paris dan sejarah budayanya sambil ditemani secangkir kopi hangat atau secangkir coklat panas bergaya klasik? Jangan kaget untuk merogoh uang yang lebih dalam di tempat tersebut. Secangkir cappuccino dihargai sebesar 7 €, sedangkan espresso dihargai sebesar 4.4 €, harga yang sepertinya pantas untuk menikmati The Famous Les Deux Magots. Hehe…

Lesdeuxmagots-3

Café ini juga beberapa kali disinggung dalam beberapa karya literatur, seni, dan film. Di dalam karya seni, café ini pernah dijadikan sebagai objek untuk karya nya Saul Leiter berupa fotografi berwarna pada tahun 1959 dan lukisan figuratif oleh Jean-François Debord pada tahun 1967.

Adapun di dalam salah satu karya sastra, buku The Chariot Makers milik Steve Matchett, menjelaskan Les Deux Magots sebagai: “The first café in the quarter to be blessed by the morning sun. Its clientele pay a healthy premium for drinking there, it’s only fitting they should be the first to catch the warmth of the new day.”

Menarik bukan? Kalau kamu sendiri gimana? Apakah kamu tertarik untuk menikmati secangkir kopi di The Deux Magots, atau kamu lebih memilih café yang memiliki sejarah bagi diri kamu sendiri? Bebas-bebas saja. Yang terpenting adalah selalu ada kopi dengan rasa sempurna yang menemani kamu di café manapun yang kamu pilih dan kunjungi.

Au revoir!

 

Artikel & gambar oleh: Yulfika Rakhmi (yuandju.wordpress.com)

About author

No comments

Bermain dengan Arsitek dan Arsitektur

Wajah seseorang adalah cerminan dari sifat dan kepribadiannya, begitu pun dengan karyanya. Para arsitek itu juga para seniman, dan sifat serta selera mereka sudah pasti ...