Seniman Perempuan Provokatif

Terkadang, seseorang harus melakukan tindakan yang ekstrim supaya orang mau menoleh dan pesan yang disampaikan bisa terdengar oleh orang banyak. Bukan berarti dalam bentuk kekerasan, tapi dalam bentuk yang nggak biasa dan mau nggak mau pasti akan dilihat aneh oleh sebagian orang. Dengan kata lain, kontroversial.

Milo Moire

SpiegelTV_interview_kleina

Seorang seniman cantik asal Swiss, Milo Moire, mengubah pengertian kita tentang istilah “melahirkan karya”. Pada saat Art Cologne di Jerman tahun ini, Milo benar-benar melahirkan sebuah lukisan dengan cara meremas telur-telur yang diwarnai, lalu dimasukkan ke dalam alat kemaluannya… ke sehelai kanvas kosong. Hal ini dilakukannya di depan umum, orang melihatnya seperti seorang perempuan yang sedang melahirkan dengan posisi berdiri.

Painting_PlopEgg_Milo_Moire1

plopegg_1

Tujuan Milo untuk melakukan “PlopEgg Painting” ini adalah agar orang banyak memikirkan tentang rasa takut, sekaligus kekuatan penciptaan. Menurut Milo, dirinya memang ingin selalu menciptakan dialog antara seni dan sains melalui tubuhnya. Dirinya memang dikena sebagai seniman yang provokatif, seperti halnya Marina Abramovic, Yoko Ono, Franco B, yang sering berkarya dengan telanjang. Menurut Moire, dengan bertelanjang dirinya merasa lebih dekat dengan alam semesta.

Setiap kali Milo melakukan sebuah pertunjukan atau membuat karya seni, dirinya memulainya dengan cara melamun, dan dengan cara itu, menurutnya, dia dapat memasuki dunia lain. Dia bukan hanya harus telanjang, tapi juga membutuhkan penonton setiap kali melakukannya. Milo mendeskripsikan karya seni yang dibuatnya sebagai seni yang dituntun oleh intuisi, “Dan untuk menciptakan sebuah karya seni, aku menggunakan sumber femininitas yang asli – yaitu alat kemaluanku. Dengan berkarya, aku menciptakan pintu-pintu yang baru yang dapat dimasuki oleh pikiran para penikmat karya seniku.”

Berikut adalah video Milo Moire saat melukis “PlopEgg”:

Yoko Ono

Nggak cuma Milo yang berani tampil telanjang di depan umum, gimana dengan Yoko Ono?

7-Yoko-Ono-Cut-Piece-ph

Di tahun 2003 saat janda mendiang John Lennon ini sudah berusia sekitar 71 tahun, Yoko masih berani mengadakan sebuah pertunjukkan di mana pada awal pertunjukan dia mengenakan sebuah pakaian lengkap, kemudian para penonton diperbolehkan untuk memotong potongan pakaian tersebut di manapun mereka suka dan mengambilnya, hingga akhirnya Yoko hanya mengenakan pakaian dalam di hadapan para penonton. Pertunjukkan yang berjudul “Cut Piece” ini aslinya sudah pernah dipertontonkan dua kali pada tahun 1964 dan 1965.

Lalu apa tujuan Yoko membuat pertunjukkan ini? Karena dia ingin membuat sesuatu yang diingat oleh banyak orang. Kalau dia hanya duduk diam dan bercerita tentang kehidupannya, tentang seni, mungkin orang nggak akan ingat setelah beberapa saat. Tapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda, orang akan terus mengingatnya. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk perdamaian dunia di mana ia menyuarakan anti kekerasan dan anti peperangan.

Yang namanya seniman memang ada-ada saja ya?

Eh, tapi sekadar penasaran sih: menurut kamu, sebuah karya itu bisa disebut sebagai karya seni itu karena apa? Apakah ada batasan-batasan tertentu untuk mentahbiskan sebuah karya sebagai karya seni, atau juga seharusnya ada batasan lainnya yang menolak sebuah karya untuk disebut karya seni?

 

Baraka Nusantara: Mengangkat Kopi Lombok

Beberapa waktu lalu, seorang teman sempat “mempromosikan” Baraka Nusantara, sebuah gerakan yang berupaya untuk mengangkat kesejahteraan para petani di Pulau Lombok melalui kopi, ke Kopling. ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official