After God, Picasso pt.1

0

Harus diakui bahwa seniman adalah sosok yang sangat menarik, menggoda, dan mudah membuat siapa pun jatuh cinta. Pesona seorang seniman itu bukan salahnya, tapi memang mereka terlahir seperti itu. Kalau kemudian mereka menerima semua kekaguman dari lawan jenis, mungkin bisa dikatakan bahwa yang “bersalah” adalah kedua belah pihak, karena toh hubungan itu terjadi atas dasar “mau sama mau”. Selain itu, seniman juga membutuhkan seseorang untuk dijadikan sumber inspirasinya, yang sayangnya, orang itu belum tentu pasangan resminya. Raphael punya La Fornarina, dan Rembrandt punya Saskia. Picasso? Pelukis besar ini punya lebih dari satu perempuan dalam hidupnya yang dia jadikan sumber inspirasinya.

pablo-picasso_marie-therese2

Salah satu perempuan dalam hidup Picasso adalah Marie-Thérèse Walter, yang usianya baru 17 tahun ketika bertemu dengan Picasso yang sudah berusia 45 tahun. Sejak itu kehidupan mereka berubah.

Di dalam lukisannya, Marie-Thérèse digambarkan sebagai seorang perempuan berambut pirang yang selalu cerah ceria. Mungkin karena selama berhubungan dengan Picasso, Marie-Thérèse tidak pernah keberatan menjadi kekasih simpanan yang menyimpan sedikit misteri.

Le-reve-1932portrait-of-marie-thérèse-walter-1937

Picasso dan Marie-Thérèse dipertemukan oleh nasib secara tidak sengaja ketika Marie-Thérèse sedang berbelanja di Galeries Lafayette di Paris pada tahun 1927. Pertama kali bertemu dengannya, Picasso langsung mengeluarkan keahliannya dalam berkata-kata, “Wajahmu sangat menarik. Bolehkah aku melukisnya? Aku Picasso.” Saat itu, Picasso sudah berstatus sebagai suami dari seorang penari ballet Russia, Olga Lholhlova, dan Marie-Thérèse mengetahuinya. Namun, sang gadis remaja ini nggak menolak untuk terus bertemu dengan Picasso, sampai akhirnya dirinya melahirkan seorang bayi, putri pertama Sang Maestro yang diberi nama Maya. Mereka tetap meneruskan cinta rahasia mereka selama sepuluh tahun, tanpa pernah menikah. Picasso meninggalkan Marie-Thérèse, pada akhirnya, dan setelah Picasso meninggal, Marie-Thérèse pun bunuh diri. Meskipun ditinggalkan, dirinya tetap mencintai Picasso sampai mati…

man-ray-1936-dora-maar-_t1

Tragis, memang. Betapa seorang perempuan yang cantik itu mempunyai cinta yang tersia-sia. Marie-Thérèse sebenarnya bukanlah perempuan bodoh. Di usia 17 tahun, dia sudah bekerja untuk Monument to Guillaume Apolloinaire. Dan mungkin awalnya, Picasso memang benar-benar hanya ingin menjadikan Marie-Thérèse sebagai salah seorang modelnya, tapi kemudian keduanya saling jatuh cinta. Sampai kemudian Picasso kembali jatuh cinta dengan perempuan lain, Dora Maar, seorang fotografer berdarah campuran Yugoslavia dan Prancis yang berusia 29 tahun.

Kepengen tahu bagaimana kisah petualangan Picasso berikutnya? Simak terus artikel-artikel dari Kopling ya!

 

Sumber gambar: Wikipedia dan beberapa sumber lainnya.

No comments

Memperindah Fasilitas Umum

Manusia menata diri itu biar keren, biar lebih menarik, biar lebih enak diliat. Begitu juga sama sebuah kota yang ditata. Tujuannya sama, supaya semakin indah ...