Art

Ketika Lukisan Menjadi Puisi

Ketika mengunjungi salah satu tokonya di Milan pada tahun 2010, Stephen Brady, visual creative director-nya Gap, melewati sebuah galeri dan dia terpaku di depan sebuah lukisan yang menggambarkan seorang laki-laki berbadan tegap, berambut gelap, sedang merobek t-shirt-nya yang berwarna putih. Lukisan beraliran photorealism itu amat sangat detil dalam menggambarkan perut, otot, bayangan dari t-shirt-nya. Sangat sempurna. Saat itu juga, Brady langsung ingin bertemu dengan sang pelukis.

Satu hal yang tidak diketahui oleh Brady adalah, lukisan itu dilukis bukan dengan kuas, tapi dengan jari…

PAOLO-TROILO

Paul Troilo, si pelukis asal Italia yang membuat Brady terpesona, adalah pelukis dengan jari dan model yang menjadi lukisannya adalah dirinya sendiri. Troilo adalah seorang seniman yang namanya sedang naik daun saat ini di Italia, dan karyanya sudah banyak dipamerkan di banyak galeri besar di seluruh penjuru Eropa dan masuk ke dalam Venice Biennale tahun 2012 yang lalu. Brady lalu meminta Troilo untuk membuat sebuah lukisan untuk launching party Gap dan tahun ini, Troilo memulai debutnya di Amerika, tepatnya di San Fransisco.

Menurut Brady, item yang paling laris di Gap adalah t-shirt putihnya, jadi karya Troilo itu sangat pas untuk Gap. Lukisan yang dibuat Troilo untuk Gap sangat emosional, terdiri dari 3 orang laki-laki (yang semuanya adalah dirinya sendiri) yang sedang “berjuang” untuk melepas t-shirt mereka…

paolo-troilo-italian-artist-interview-eyes

Brady memperhatikan cara Troilo melukis dan katanya lukisannya sangat erotis, sekaligus klasik. Brady bahkan berani membandingkannya dengan karya Michelangelo.

Brady pun lalu mempromosikan Troilo kepada temannya, Darin Geise, pemilik Coup d’Etat. Mereka mengadakan rapat khusus tentang Troilo di Piccino sambil makan malam, dan semakin mereka mabuk, semakin mereka berfantasi ingin membuat sebuah show. Esoknya, Brady menelepon Troilo dan dari situlah karir Troilo di Amerika Serikat dimulai.

Menurut Geise, Troilo bukan hanya tampan, tapi juga sangat memesona – bahkan lebih tampan dari lukisannya. Dan kebetulan anak-anak Troilo juga banyak mempunyai koleksi Gap.

paolo-troilo-italian-artist-interview-hand

Troilo menggambar dengan cara yang unik. Dia mencelupkan jari-jarinya ke dalam sebuah wadah yang berisi cat akrilik berwarna hitam dan gading, dan melukisnya dengan cepat. Kadang, dia juga melukis dengan sikutnya. Kadang dia juga melukisi dirinya sendiri jika ingin membuat lukisan tentang tubuhnya, dan persamaan dari semua lukisannya adalah t-shirt berwarna putih itu. Apa makna filosofi di balik lukisan-lukisan itu? Menurut Troilo, kita setiap hari berusaha untuk membuat kita tegak seperti sebuah balon udara dan menikmati langit.

Troilo belajar tentang desain periklanan dan juga ilmu kesusastraan. Sejak kecil memang dia sangat suka melukis. Ibunya, yang adalah seorang pembantu rumah tangga, juga suka melukis dan melukisi kamar tidur anak-anaknya.

Troilo melukis dengan tangannya karena pada suatu hari di tahun 2004, dia lupa untuk membeli kuas. Dan alasannya mengapa dia selalu menggunakan dirinya sendiri sebagai model lukisannya, karena menurutnya dengan begitu, dia bisa melukis kapan saja dia mau. Sesederhana itu.

paolo-troilo-italian-artist-interview-torace

Menurut Troilo, seniman-seniman yang menginspirasi karya-karyanya adalah Guttuso, Michelangelo, Bacon, Sironi, Picasso, Caravaggio, dan banyak lagi.

Lalu, apa yang sedang dikerjakannya sekarang? Dia sedang mempersiapkan sebuah karya retrospektif di London, sebuah proyek di Tel Aviv, juga di Singapura. Luar biasa!

Sumber foto: emorfes.com

Coffee Shop di Bali pt.1

Mungkin kamu masih ingat kalau salah satu admin Kopi Keliling sempat pergi ke Ubud Writers and Readers Festival 2012 di Bali. Mumpung ke Bali, Kopling ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official