Art

Apakah Kesederhanaan Bisa Dijual?

For the listener, who listens in the snow,
And, nothing himself, beholds
Nothing that is not there and the nothing that is
– The Snow Man (Wallace Stevens)

Seberapa besarkah kemampuan sebuah kesederhanaan untuk memikat hati mereka yang melihatnya? Mungkin memang banyak orang yang lebih senang melihat sesuatu yang wah dan luar biasa, tapi beberapa orang justru akan lebih tertarik pada sesuatu yang nggak terlalu rumit, apa adanya, dan sengaja dibuat sangat sederhana.

Photo_of_William_Scott_by_James_Scott_in_1959

William Scott, yang meninggal di tahun 1989 pada usia 76 tahun, dikenal sebagai pelukis yang mengutamakan keindahan dalam kesederhanaan. Lahir di Scotland dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tukang cat, Scott mengenyam pendidikan sebagai seorang model di siang hari dan ikut dalam kelas melukis di malam hari, Scott meraih prestasi sangat gemilang di bidang seni sampai-sampai mendapatkan beasiswa di Royal Academy School di London pada tahun 1931 dan memenangkan medali perak dalam sebuah lomba melukis.

scottcandle2

william-scott1

Bukan hanya itu, Scott juga lalu mendirikan sebuah sekolah seni di Prancis pada tahun 1937, dan karena Perang Dunia II, dia terpaksa harus kembali ke Inggris dan menjadi dosen di Bath Academy of Art. Ketika berkunjung ke Amerika Serikat, Scott bertemu dengan  Jackson Pollock, Elaine de Kooning, Franz Kline, dan Mark Rothko, dan para seniman Amerika inilah yang memberi pengaruh besar pada gaya kepelukisan Scott setelahnya. Warna lukisan-lukisannya menjadi lebih pucat dan dingin, dan menurut Scott sendiri, “Aku dibesarkan di dunia yang abu-abu. Aku biasa bermain di sebuah taman yang sebenarnya adalah sebuah pemakaman, dan kami hidup tanpa perabot rumah sama sekali. Lukisanku adalah lambang dari kehidupan yang paling aku ketahui.” Orang bisa melihat, ada nilai kebajikan dan ketulusan dalam karya-karya Scott, meskipun lukisan-lukisan itu dibuat dengan sangat sederhana. “Aku menemukan keindahan dalam kesederhanaan,” katanya.

T00795_9

P06823_9

T00415_9

Sebenarnya, Scott bukanlah pelukis pertama yang melukis dengan gaya seperti ini. Ada nama-nama lain yang mengutamakan kesederhanaan dalam karya-karyanya seperti Picasso, Die Brucke, Dubuffet, Gauguin, Moore, juga Matisse. Adalah Cicero yang pernah berkata seperti ini, “Lukisan modern itu lebih cerdas ketimbang gaya kepelukisan yang lama. Meskipun mungkin orang nggak akan jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat lukisan-lukisan itu, tapi kesan yang ditinggalkan setelahnya lebih mendalam karena kesederhanaannya.”

Jadi, siapa bilang kesederhanaan itu terlihat bodoh dan membosankan? Justru, kesederhanaan itu akan tampak lebih bersinar ketika disandingkan dengan semua yang gemerlap. Jangan pernah takut untuk “menjual” kesederhanaan, karena pasti akan tetap ada peminatnya kok.

Sumber gambar: tate.org

5 Lukisan Yang Terinspirasi Oleh Laut

Alam akan selalu menjadi inspirasi bagi pelukis. Alam menyediakan banyak ruang bagi pelukis untuk dieksplorasi dan dengan segala keindahannya maupun kemisteriusannya, alam selalu memancarkan pesona ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official