Batik: Lain Motif, Lain Maknanya

Nggak bisa dipungkiri, negara kita yang kaya sama budaya ini juga kaya sama hal-hal mistis sejak jaman nenek moyang kita dulu. Banyak kepercayaan-kepercayaan kuno yang masih terbawa sampe sekarang dan masih dipraktekkan oleh sejumlah orang yang masih menjunjung tinggi warisan budaya leluhur.

Salah satunya adalah pemakaian batik. Nah, orang jaman dulu kalo milih batik bukan cuma berdasarkan rasa suka aja. Selain karena tiap daerah punya motif batik yang berbeda-beda, motif-motif batik itu juga ada maknanya dan dipakai menurut keperluan masing-masing.

Kita ambil beberapa contoh besarnya aja ya, supaya dapet gambaran yang sebenernya. Yang pertama adalah batik motif Parang yang sudah dikenal sejak jaman awal Keraton Mataram Kartasura.

Batik Motif Parang

Batik ini motifnya sederhana, cuma berupa lilitan huruf “S” yang saling menjalin dan membentuk garis diagonal dengan kemiringan 45 derajat. “Parang” berasal dari kata “pereng” yang artinya “lereng”. Susunan huruf “s” itu melambangkan kesinambungan dan bentuk dasar huruf “S” dianggap seperti bentuk ombak samudra yang menggambarkan semangat yang terus bergelora. Biasanya batik ini dipake sama senapati keraton yang pulang perang untuk memberi kabar gembira, kabar kemenangan kepada rajanya.

Batik ini juga dipakai saat sang senapati mau berangkat perang dan dilantik sang raja di pendopo atau alun-alun dengan harapan dia akan menang. Saat ini, motif Parang lebih dipake waktu wisuda, penganugerahan tanda jasa, atau penghargaan dalam lomba, karena motif parang juga punya makna kecerdasan.

Batik Motif Sido Mukti

Motif ini jarang dipake untuk pernikahan, malah dipercaya kalo orang nikah pake ini nanti pernikahannya bakal penuh pertengkaran. Untuk pernikahan, biasa yang dipakai adalah batik motif Sido Mukti. “Sido” artinya terus menerus, “mukti” artinya hidup berkecukupan. Sementara, sang orangtua pengantin bisa make batik motif Tuntum atau Sido Wirasat. “Tuntum” artinya memberi nasehat, sementara Sido Wirasat artinya sang orangtua menuntun kedua mempelai memasuki kehidupan berumah tangga.

Batik Motif Slobog

Ada lagi yang namanya batik motif Slobog. “Slobog” artinya “longgar”. Biasanya dipake saat melayat, dengan tujuan supaya yang meninggal nggak mengalami kesulitan dalam perjalanannya menghadap Yang Kuasa.

Batik Motif Tambal

Sementara untuk orang sakit, biasa orang makenya batik motif Tambal. Kalo orang sakit selimutan pake kain batik motif ini, dipercaya si sakit akan cepat sembuh. “Tambal” artinya menambah semangat baru.

Batik Motif Megamendung

Motif batik yang paling terkenal dari Cirebon adalah Megamendung. Bentuk awan dalam batik ini adalah gambaran dunia yang luas, bebas, dan punya makna ketuhanan. “Awan” juga dipake kaum Sufi di Abad 16 sebagai ungkapan dunia besar atau alam bebas. Kain batik motif Megamendung ini juga salah satu mas kawin yang diterima Ratu Ong Tien dari Cina ketika dinikahi oleh Sunan Gunung Jati.

Batik motif Megamendung ini dalam proses pembuatannya harus ada unsur campur tangan laki-laki. Warna biru dan merah tua di motif ini juga melambangkan psikologi masyarakat pesisir yang lugas, terbuka, dan egaliter. Warna biru di motif itu juga melambangkan kehidupan yang semakin cerah. Secara keseluruhan, batik motif ini melambangkan kesuburan dan pemberi kehidupan.

Jadi jangan pernah salah pake motif batik kalo kamu diundang ke pesta pernikahan seseorang atau ketika melayat kerabat, nanti bisa-bisa nanti tuan rumah merasa tersinggung.  Karena lain batik, lain maknanya, dan lain doanya…

8 Kota Kopi Terbesar di Dunia

Pencinta kopi jaman sekarang, terutama yang ada di kota-kota besar, sudah semakin cerdas dan peduli sama kopi. Mereka nggak cuma tahu di mana ada kopi ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official