Quick Questions with Nani Puspasari

Suatu hari, saat lagi tenggelam di linimasa media sosial, Kopling menemukan sebuah produk yang sangat eye-catching, piring keramik berbentuk bacon. Awalnya, Kopling mengira produk ini buatan seniman luar, karena pas dicari tahu ternyata lokasi pembeliannya dari Australia. Usut punya usut, ternyata orang di balik produk ini adalah Nani Puspasari, seorang ilustrator dan desainer asal Indonesia yang memang saat ini menetap di Australia. Sejak itu, Kopling selalu mengikuti perkembangan Nani dan jadi penasaran untuk mengetahui lebih lanjut tentang ilustrator yang satu ini dan karya-karyanya. Karena itulah, tamu sesi Quick Questions kali ini adalah Nani Puspasari! Simak bareng, yuk.

Kopi Keliling (KK): Apa yang kamu dapatkan setelah tinggal lama di Australia?

Nani Puspasari (NP): Saya belajar banyak dari mengadaptasi budaya timur dan barat sejak tinggal di Melbourne, Australia 10 tahun yang dulu.  Di sini orang-orang lebih bebas dan comfortable untuk mengekspresikan diri. Mereka juga sangat menghargai the quality of life di mana art and design merupakan salah satu aspek penting di kehidupan. Ini dibuktikan dengan banyak museum, galeri seni, acara-acara seni dan object/ building yang well-design di mana-mana. Komunitas orang kreatif juga banyak sekali dan easy to access. Terutama kota yang saya tinggal, Melbourne, multicultural city yang terkenal dengan street arts in contributing to a vibrant urban culture. Setiap hari saya mendapatkan inspirasi yang memacu saya untuk terus berkarya. I feel I’m on the right place.

KK: Kopling sempat mengintip blogmu dan menemukan gambar-gambar tengkorak keren yang sekarang jarang muncul. Ada apa nih? 

NP: Well done, you did a good research digging my dark secret. Hehehee… Saya prefer membuat karya yang dark dengan soft visual. Gambaran skulls and skeletons bagi saya kehadirannya terlalu kuat. Jadi saya kadang put small size of skulls/ skeleton as decoration on my drawing.

KK: Kamu telah banyak berkarya menggunakan media digital dan manual, membuat mural, memproduksi art merchandise (keramik, alat tulis, tote bag, art print, dan masih banyak lagi). Yang mana yang sebenarnya paling kamu nikmati?

NP: Bagi saya, CREATIVE PROCESS lebih penting daripada final work.  Contohnya keramik, saya sangat menyukai proses dari pembentukan object melalui sentuhan tangan, ini improve sense saya akan touch (somatosensation). Mural, saya belajar untuk mengambar dengan bigger size medium dan juga observe relationship between karya dengan lingkungan sekitarnya.  Art merchandises, improve my business skill dan mengajarkan saya  berkomunikasi dengan audience. Editorial illustration menantang saya untuk membuat storytelling visual berdasarkan brief dari client. Mengamati proses dalam berkarya itu mendorong saya untuk menemukan hal-hal baru yang interesting, challenging and belajar sesuatu yang belum pernah saya coba dengan benefit meningkatkan my skills from any kind of aspect. I enjoy ‘CREATIVE PROCESS’  the most. 

KK: Di samping menjadi ilustrator/desainer, kamu juga cukup rutin bikin proyek personal jangka pendek dan panjang. Ceritain dong!

NP: Self-initiated projects giving me the freedom to reflect my interest, passion dan juga the best way to really discover what kind of work you want to do in the future. These kind of project keep my imagination wild dan practice always makes perfect. Daily drawing The Feminine World mengarahkan saya untuk create more storytelling visual rather just pretty picture. #30daysdrawingproject mengarahkan saya untuk membuat editorial illustrations dan detailed watercolour work, di mana salah satu watercolour illustration itu mendapat dua awards: Excellent prize for Japan Illustration Award and runners-up  for Creative Quarterly. #10daysdrawingwithnani mengajak audience untuk create new habit for drawing, karena community makes us stronger. @Melbartdiary, keep record of art exhibition yang saya kunjungin and sharing it with the world. @Travelnani just personal hobby of traveling. Untuk ke depannya saya punya banyak plan untuk new personal projects seperti learning animation, create travel zine dan work hard to approach my dream clients.

KK: Kangen Indonesia nggak?

NP: Absolutely! Family, food and landscape. Saya juga bangga karena sekarang banyak sekali talented local illustrator and designer di Indonesia karena 10 tahun yang lalu profesi ini kurang dihargai, karena itulah saya memutuskan untuk pindah ke Australlia.

Intip lebih jauh tentang Nani di: @designani.

About author

Visual Terbaru Rasa-rasa Kopi dalam Bentuk Pohon

Selama ini, coffee cupper profesional selalu mengacu pada Coffee Taster’s Flavor Wheel ketika sedang menganalisis dan mengidentifikasi rasa-rasa kopi. Flavor Wheel yang dikembangkan oleh Sensory Analysis Center di Kansas ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official