Dmaz Brodjonegoro

Dmaz Brodjonegoro ilustrator yang memiliki sebuah creative house bernama DRAG Stwodio. Dari usia 4 tahun pria lulusan Broadcast dan Advertising UI ini sudah belajar menggambar. Ayahnya, seorang arsitek, mendukung Dmaz sepenuhnya untuk menjadi visual artist. Dia suka mencoba berbagai jenis lahan, mulai dari penyutradaraan film hingga ilustrasi. Bagi Dmaz ilustrasi adalah media terapi, dia bisa mengekspresikan apapun yang dirasakannya dalam kertas.

Nilai autentik dari seni dan realita bisnis adalah dua hal yang berusaha diramu oleh Dmaz sebagai pemilik dari DRAG Stwodio, “Ilmu bisnis itu penting juga, kalau gak pinter-pinter ngolah art jadi bisnis, gue akan susah cari makan.” Penting bagi Dmaz untuk bisa menggabungkan idealisme dan realita. Oleh karena itu, Dmaz sempat mengambil kuliah advertising untuk memahami cara membentuk pasar dari apa yang dia ciptakan atau juga melihat apa yang ada di pasar dan berusaha meramu hal baru yang bisa dijadikan usaha kreatif.

Volume 1

Di karya pertamanya untuk Kopi Keliling yang berjudul “Life is like a cuppa coffee”, Dmaz bercerita mengenai kehidupan yang mempunyai 2 sisi. Seperti halnya kopi, rasa pahit dan manis dapat kita jumpai dalam hidup. Dalam karyanya Dmaz bereksplorasi dengan beberapa media. Salah satunya adalah dengan menggunakan kopi sebagai pengganti cat.

“Life is like a cuppa coffee” – 3 layers of paper, pencil and coffee

Volume 2

Karya Dmaz yang pertama berjudul “The Sweetness of Sugar Can Never Beat The Bitterness of Coffee”. Ilustrasi ini menggambarkan bagaimanapun orang berusaha menutupi kesedihannya dengan senyuman tapi tetap saja terasa aura sedihnya kalau memang lagi merasakan kesedihan. Secara tidak sengaja Dmaz melihat ‘smiley face’ di kopi temennya ketika dia sedang mencari inspirasi untuk karya ini.

“The Sweetness of Sugar Can Never Beat The Bitterness of Coffee”

Sedangkan karya yang kedua berjudul “Every Scent and Taste of Coffee Evoke Memories”. Di dalam secangkir kopi ada seseorang yang tenggelam ke memori masa lalunya, di saat dia masih merasa bahagia dengan seseorang yang dia sayangi.

“Every Scent and Taste of Coffee Evoke Memories”

Volume 5

Untuk karya Kopi Keliling 5 yang berjudul “Secangkir Kopi, Seribu Cerita”, Dmaz ingin menceritakan fenomena dari secangkir kopi. Dimana kerap sekali ketika kita sedang menikmatinya, kita berbagi cerita. Beberapa topik obrolan selalu berhubungan dengan cerita tentang keluarga, percintaan, pertemanan, dan juga kesedihan.

“Secangkir Kopi, Seribu Cerita” – Acrylic, pencil, charcoal, marker on paper

 

Simak video interview dengan Dmaz Brodjonegoro di KoplingTV episode 10:

Lihat karya-karya Dmaz Brodjonegoro lainnya disini: http://www.dmazbrodjonegoro.com/.

 

Artikel oleh: Fadhly Muhammad

About author

Zebra Cross Nggak Harus Putih Abu-abu

Kalau berjalan-jalan di wilayah London bagian timur beberapa tahun terakhir ini, ada kemungkinan kamu akan menemukan mural geometri warna-warni karya seorang seniman grafis Camille Walala. ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official