Rensi Ardinta

Rensi Ardinta suka menggambar sejak umur 3 tahun. Sewaktu kecil, Rensi gemar meniru gambar komik Candy-candy dan Marichan. Ketika SD, tantenya mendukung Rensi mengikuti banyak lomba menggambar. Dia memutuskan untuk mengembangkan hobi menggambarnya dan kuliah di jurusan DKV. Rensi lebih nyaman membuat sebuah karya yang mentah dan spontan. “Sometimes I just start to draw a line without a plan or concept and everything just flow until the work is finished,” ujarnya. Esensi terpenting untuk membuat sebuah karya adalah sebuah nilai kejujuran. Karya tersebut tidak hanya secara teknis sempurna namun juga memiliki nilai personal dari seniman tersebut.

Rensi mendapat inspirasi dari kejadian sehari-hari, seperti hubungannya dengan suami, teman-teman, dan juga keluarga. James Jean dan fashion memberi Rensi banyak inspirasi dalam perbendaharaan warna, mood, dan shape. Dalam waktu dekat, Rensi ingin membuat blog mengenai ilustrasinya, berhenti bekerja, dan menjadi ilustrator independent.

Volume 2

Karya pertama Rensi untuk Kopi Keliling bercerita tentang ketergantungan kita dengan kopi. Ada 2 makhluk, yaitu karakter perempuan dan karakter luwak. Inspirasi karya ini datang dari pengalaman pribadi Rensi dikejar-kejar deadline dan menghadapi banyak proyek dalam waktu bersamaan. Thanks to coffee, akhirnya Rensi bisa menyelesaikan proyeknya.

“Caffein, My Heroine” – Pencil on paper

“Caffein, My Heroine” – Pencil on paper

Volume 3

Karya Rensi berjudul “Coffeenfluence”, mengangkat tema silaturahmi. Rensi memperhatikan masyarakat Indonesia suka ‘ngumpul’, ‘ngobrol’, dan ‘ngopi’. Hal ini telah menjadi sesuatu yang umum untuk memfasilitasi kebutuhan silaturahmi. Terjadi pertukaran pemikiran, ide, atau bahkan gosip semata.

“Coffeenfluence” – Pencil, acrylic on paper

Karya kedua berjudul “Level Up”. Bercerita tentang pergeseran fungsi kopi. Pada awalnya orang meminum kopi sebagai penghilang rasa kantuk dan teman makan snack. Sekarang kopi menjadi sebuah simbol self-recognition, terutama bagi masyarakat metropolitan Jakarta. Ngopi menjadi gaya hidup yang seakan-akan wajib. Hal ini menjadi indikasi kalau seseorang sudah diterima dalam komunitas.

“Level Up” – Pencil, acrylic on paper

Volume 5

Kita hidup di lingkungan yang dinamis, kompetitif dan kejam. Melalui karyanya yang berjudul “The restless” Rensi ingin menggambarkan betapa manusia semakin menjadi semakin resah dan sedikit sekali mempunyai waktu untuk menutup mata dan mengistirahatkan jiwa dan raga. Kita selalu membutuhkan suatu alat untuk membuat kita terjaga dan siap selalu. Kopi pasti adalah salah satunya.

“The restless” – Pencil, acrylic on paper

“The restless” – Pencil, acrylic on paper

“The restless” – Pencil, acrylic on paper

 

Simak video interview dengan Rensi Ardinta di KoplingTV episode 9:

Lihat karya Rensi Ardinta lainnya disini: http://www.coroflot.com/rensi

 

Artikel oleh: Fadhly Muhammad

About author

Budaya Ngopi di Jerman

Ketika kamu mengasosiasikan Jerman dengan minuman, maka minuman apa yang akan pertama kamu tebak? Teh? Susu? Kopi? Bukan. Jerman identik dengan bir. Masih teringat kemenangan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official