Art

Sugary Street Art

0

Media untuk membuat karya seni bisa dibilang nggak ada batasnya, mulai dari cat, kertas, benda elektronik, bahkan darah! Nah, kalau seniman yang membuat mural dari gula udah pernah denger belum? Gulanya bukan gula pasir yang biasa kita minum bersama dengan kopi atau teh, tapi gula icing yang biasanya dipakai untuk menghias kue.

Street artist asal Monstreal Shelley Miller memang udah membuat mural dari gula sejak tahun 2001. Nggak cuma dengan gula icing, ia juga baru-baru ini bereksperimen dengan bahan yang digunakan untuk mengeraskan ‘ubin’ yang terbuat dari gula. Di sebagian besar karyanya, Miller membuat bentuk seperti ubin yang terbuat dari gula dan menghiasnya sebelum ubin tersebut mengeras ke tembok. Dan memang nggak seperti bahan-bahan sintetis yang didesain untuk bertahan lama di tempat terbuka, mural dari gula ini akan mencair seiring dengan berjalannya waktu. Salah satu tanda mencairnya gula adalah terbentuknya tetesan berwarna biru.

Sebenarnya ada alasan kuat di balik gula yang dipakai oleh Miller. Ia ingin mengajak para penikmat karyanya untuk mengingat tragedi gula dan perbudakan bangsa Afrika yang pernah terjadi di Eropa abad ke-16 lalu. Kala itu, orang Eropa menjadikan orang Afrika sebagai budaknya untuk menanam dan membuat perkebunan gula. Lebih dari 10 juta orang Afrika yang menjadi korban perbudakan dikirim ke Amerika untuk mengembangkan bisnis gula.

Salah satu contoh karyanya yang sarat akan pesan moral ini adalah “Stained” (atas) yang ia buat tahun lalu dekat pelabuhan Victoria. Desain muralnya dibuat berdasarkan arsitektur Victoria di wilayah tersebut yang merupakan warisan pengaruh budaya Inggris. Sesuai dengan judulnya, gambar di bagian tengah lama-kelamaan akan rusak karena hujan. Ini menggambarkan sejarah nista gula dengan perbudakan.

Karyanya yang lain berjudul “Cargo” (atas) menirukan model keramik biru khas Portugal di zaman kolonial. Karya ini menggambarkan sejarah gula, yang menghubungkan pelabuhan Montreal ke jaringan sejarah gula di seluruh dunia dan perdagangan budak yang mendukung industri ini, kata Miller. Semua sumber gambar dan tempat tujuan ‘cargo’ tersebut terhubung dengan sejarah ini, baik itu yang berisi gentong gula maupun kargo manusia yang dibawa melintasi lautan.

Miller sengaja membiarkan karya ini memudar dan menghasilkan sebuah pelabuhan menyeramkan yang manis.

Di bawah ini ada beberapa karya Miller lainnya yang nggak kalah manis.

About author

No comments

Art Market di Sayfestville

Pada tanggal 13-14 April lalu Art Market ikutan hadir di sebuah acara bernama Sayfestville. Acara campuran musik, film, seni, sampai party ini diadain di Stadion ...