Art

Friendzone dalam Komik

tumblr_inline_mvjkj3tL6G1qg82jh

Ada buku komik baru yang diterbitkan pada bulan Desember 2013 kemarin dengan judul “I Think I am in Friend-Love with You”. Buku komik ini dibuat oleh Yumi Sakugawa, seorang ilustrator berdarah Jepang yang tinggal di California saat ini.

Komik ini sebenarnya sudah pernah masuk ke internet pada tahun 2012, dan isinya adalah persahabatan dan percintaan di jaman modern ini. Ya, termasuk friendzone juga sih. Hehe…

friendlove_excerpt_1-5-_wide-fd49d320d521ca5d00c2e751ef6ec900010aa52d-s40-c85

Sakugawa yang saat ini berusia 29 tahun nggak pernah tahu sebelumnya bahwa dia bisa menggabungkan kedua hobinya: menulis dan menggambar. Dia sudah melakukan kedua hal itu sejak kecil, tapi nggak pernah menggabungkannya menjadi satu karya, sampai dia kuliah – saat dia mulai membuat komik. Kata-kata yang ditulis oleh Sakugawa memberi hentakan-hentakan yang manis di dalam gambar-gambarnya, dan karakter yang dia pakai bukanlah monster-monster seperti beberapa komikus lainnya, tapi orang-orang Asia yang tinggal di Amerika seperti dirinya.

Komik “I Think I am in Friend-Love with You” tercipta sebagai hasil perenungan Sakugawa di bulan November 2012. Di saat yang sama, dia juga kembali berhubungan dengan teman-teman lamanya. Pada saat itu ia menyadari tentang siapa dirinya sebenarnya, lalu juga orang-orang yang pernah hadir di dalam kehidupannya, yang membentuknya menjadi dia yang sekarang, sebagai seorang manusia dan sebagai seorang seniman.

friendlove_excerpt_2-7-_custom-e248a59bd9f7ed6dbc40cf03fded3cec058a512e-s40-c85

“You really get a thrill when somebody you like or somebody you want to be friends with connects with you.” – Yumi Sakugawa

Saat dia masih kuliah, Sakugawa mengakui bahwa dirinya nggak banyak naksir orang lain, tapi ketika dia naksir orang, dia ingin sekali mempunyai hubungan yang intim dan dalam dengan mereka. Saat itu, Facebook baru saja dikenal orang, dan tentunya dia menggunakan media itu untuk berhubungan dengan orang-orang yang disukainya. Bagi Sakugawa, Facebook adalah salah satu hal yang membantunya dalam berekspresi dan berinteraksi dengan orang lain.

Ketika dia memutuskan untuk membuat komik dengan lebih serius, Sakugawa melakukan meditasi terlebih dulu. Banyak orang yang menyangka bahwa dia beragama Buddha, tapi menurutnya dia tidak dapat mengidentifikasikan dirinya dengan satu macam agama secara spesifik. Dia hanya tertarik dengan filosofi, dan salah satunya adalah filosofi Sang Buddha. Hal-hal ini juga ia masukkan ke dalam karya-karyanya, misalnya tentang samsara, karma, nirwana, dan sebagainya.

MoonMountain_1_web-2

Selain buku yang baru diterbitkan itu, ada satu cerita yang menjadi favorit Sakugawa berjudul “Moons Between the Mountains”. Cerita itu awalnya dimulai dengan coretan iseng tentang seekor kucing yang ditinggalkan di depan rumah. Ketika menuliskannya, Sakugawa semakin tertarik dengan tokoh yang diciptakannya itu karena cara pandangnya yang berbeda, juga penampilannya.

Dalam cerita itu, dikisahkan bahwa sesukses apapun kucing betina itu dalam hidupnya, dia tidak dapat menemukan penyebab mengapa dia berbeda dengan orang lain. Ini adalah gambaran tentang kaum minoritas dalam suatu lingkungan masyarakat, sebenarnya. Tentunya, cerita ini adalah tentang dirinya sendiri sebagai seorang imigran di Amerika Serikat.

 

Kamu sendiri, apakah pernah membuat karya yang terinspirasi dari kisah-kisah pribadi?

Website: yumisakugawa.com
Twitter: @yumisakugawa
Instagram: @yumisakugawa

Apa yang Ingin Kamu Lakukan Sebelum Mati?

Bangunan terbengkalai memang keliatan nggak berguna, tapi ternyata banyak seniman yang justru dapet inspirasi dari tempat semacam ini. Ada lagi nih seorang seniman menggunakan sebuah ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official