Art

Coba Amati Lebih Dekat…

o-I-MWAN-900

Pernah nggak kamu kenal orang yang awalnya terlihat sangat polos dan manis, tapi ternyata setelah kamu amati orang itu nggak senaif yang kamu duga – malah cenderung liar? Hidup itu memang penuh dengan kejutan, begitu pun dengan manusia yang kita temui setiap hari. Bukan hanya kehidupan dan manusia, tapi juga serangkaian karya yang dibuat oleh Truong Tran ini, seorang guru sekaligus pujangga, yang juga suka membuat karya seni dari barang-barang yang didaur ulang.

o-4-900

o-DEAREST-MARIE-900

Saat pertama kali kita melihat karya-karya ini, awalnya kita serasa diajak bernostalgia, semacam melihat kembali buku-buku cerita yang kita baca dan lihat ketika masih kecil dulu. Dalam pamerannya yang berjudul “I Meant to Say, Please Pass the Sugar…,” ini, seniman yang tinggal di San Francisco iini membuat ribuan kupu-kupu yang dipotong rapi dan ditempelkan pada boneka-boneka kertas berwarna pastel, dan berlatar pemandangan yang manis. Tapi ketika kita dekati, kita dapat melihat dngan jelas bahwa kupu-kupu itu dibuat dari potongan-potongan gambar dan foto-foto sensual yang berasal dari majalah-majalah porno…

Elemen pornografi ini adalah langkah awal untuk memahami karyanya yang mengajak kita untuk merenung. Karya ini dibuatnya setelah kematian sahabat sekaligus tetangganya, Joe. Sebelum meninggal, Joe memberikannya sekotak majalah lawas yang berisi laki-laki telanjang. Setelah kepergian Joe, Tran membuat sebuah quilt yang diambilnya dari kalender-kalender tua dan majalah-majalah porno untuk merayakan kehidupan mereka, Tran dan Joe, sebagai laki-laki gay di masyarakat tempat mereka tinggal.

Orang lain mungkin memandang karya-karya Tran sebagai pornografi, tapi menurut Tran, tujuannya untuk membuat karya ini lebih untuk menyinggung masalah politik, homofobia, dan kekerasan yang sering terjadi dalam kehidupannya sebagai seorang gay. Pornografi, menurut Tran, adalah serangkaian kebohongan.

DHS4500A_771_0

DHS4500sky_771_0

Di tengah-tengah proses pembuatan karya ini, Tran menemukan seniman lain, Damien Hirst, yang juga menggunakan kupu-kupu untuk membuat serangkaian karya yang berjudul “In and Out of Love”. Bedanya, Hirst membunuh 9.000 ekor kupu-kupu sebagai bahan untuk membuat karyanya itu. Tran lalu membandingkan karyanya dengan karya Hirst yang mulai mempertanyakan: mana yang lebih dianggap buruk, sebenarnya: membunuh ribuan kupu-kupu atau membuat karya dengan potongan majalah porno? Bagaimana menurut pendapat kamu?

Bagi Tran, kupu-kupu adalah lambang dari kehilangan, rekonsiliasi, dan tubuh gay. Dirinya sangat sedih ketika beredar kabar bahwa baru-baru ini ada sepasang lesbian yang dipukuli hingga mati di Texas. Kekerasan terhadap kaum gay sampai hari ini masih terjadi, bahwa di negara yang sangat berpikiran terbuka seperti Amerika Serikat.

Pameran yang digelar di Telegraph Hill di San Francisco sampai tanggal 28 Maret 2014 ini judul lengkapnya adalah “Or I Know You Are But What Am I Or The Fleecing of Americana Or 9000 Butterflies for Damien Hirst Or I’d Rather Do This and Call It Art Or What You’ve Heard Is True Or And Away We Go Or The Miseducation Of Gnourt Nart Or It’s Complicated Or I Meant to Say Please Pass The Sugar.”

Panjang banget ya? Hehehe…

Website: http://gnourtnart.com/

The Art of Impact and the Impact of Art

Bagaimana kita menciptakan dampak nyata dari seni dan cerita yang kita buat? Bagaimana kita berkolaborasi dengan orang lain untuk memperluas dampak tersebut? Dan bagaimana cara ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official