Art

Tips Dan Teknik Memulai Dengan Cat Minyak

Banyak orang enggan memakai cat minyak bahkan sebelum mencobanya karena medium melukis ini terasa mengintimidasi. Memang, kadangkala cat minyak merupakam medium yang agak sulit untuk digunakan, tapi dengan alat yang benar serta pengetahuan yang cukup, semua orang bisa menggunakannya.

Cat minyak merupakan medium yang cantik, dengan efek mengkilap seperti mentega, glasir yang memendar, dan warna-warna yang kaya yang tidak bisa didapatkan  dengan medium lukis lainnya.

Dan ini adalah beberapa hal yang harus diketahui sebelum mulai memakai cat minyak:

1. Ketahui Apa Itu Cat Minyak

Sumber gambar: ziggyart.co.uk

Adalah penting untuk mengetahui apa itu cat minyak sebelum menggunakannya. Cat minyak merupakan campuran dari pigmen dan minyak biji rami. Oleh karenanya tidak boleh terkena air yang nantinya akan merusak lukisan kita. Dunia barat menyebutkan jika Jan van Eyck, pelukis Flemish di awal abad 15 sebagai penemu cat minyak. Tapi banyak bukti yang menunjukkan jika cat minyak sudah digunakan jauh sebelumnya.

2. Siapkan Permukaanya

Sumber gambar: ziggyart.co.uk

Sebelum melukis, entah itu di atas permukaan kanvas atau papan kayu, terlebih dahulu harus disiapkan dengan cat gesso, karena jika tidak cat minyak akan terserap oleh kanvas atau papan kayu tadi daripada tetap berada di atas permukaanya. Saat menyiapkan permukaanya dengan gesso, penting untuk menggunakan sikat yang besar untuk menutupi permukaan kanvas atau papan kayu dengan lebih banyak dalam sekali sapuan. Ini akan membantu untuk mempermulus permukaan sebelum disapukan dengan cat minyak. Akan sangat membantu jika dilakukan dua kali penyapuan dengan gesso agar terdapat dua lapisan yang membuat batasan yang kuat antara papan kanvas dengan cat minyak. Sapuan kedua dilakukan setelah sapuan pertama kering terlebih dahulu, tentu saja. Gesso dipakai karena ia merupakan medium akrilik dan tidak akan bercampur dengan cat minyak. Meski begitu gunakan kuas yang berbeda untuk gesso dan cat minyak karena masing-masing akan mengkontaminasi satu sama lainnya sehingga tidak bagus untuk hasil akhir lukisannya.

3. Pilih Mediumnya

Sumber gambar: destil.nl

Saat gesso sudah mengering, maka kita bisa menyiapkan lukisannya. Memang bisa saja langsung memakai cat murni di atas kanvas, sebuah teknik yang bernama ala prima, tapi untuk mencapai warna dengan efek memendar yang lebih kaya, teknik glazing musti diterapkan. Glazing adalah proses pengenceran lapisan dengan lapisan lain.

Untuk membuat glaze, cat minyak harus dicampur dengan bahan lain. Ada dua jenis untuk itu, yaitu berbahan dasar minyak dan berbahan dasar pelarut. Terpenten, sebuah pelarut, sangat tipis dan sangat beracun, sehingga adalah penting untuk berada di ruangan berventilasi baik saat mengunakannya. Jika aroma terpenten terasa mengganggu gunakan yang berbahan mineral atau yang tak berbau, meski tetap memiliki kadar racun yang sama. Sementara itu, ada beberapa jenis untuk bahan dasar minyak seperti minyak biji rami, minyak biji opium, minyak biji kenari, pengering Jepang dan medium cat alkyd. Tergantung kandungan minyaknya, kegunaan mereka berbeda-beda. Pengering Jepang dan alkyd akan mempercepat proses pengeringan. Minyak biji rami lebih kental dan meningkatkan efek tekstur seperti mentega di lukisannya dan membuat proses pencampuran lebih gampang, tapi lama mengering. Jadi ketahui dulu fungsi setiap medium dan gunakan sesuai kebutuhan.

4. Campurkan Semua

Sumber gambar: sflac.net

Untuk membuat sebuah glaze, rasio dari cat, tiner, dan medium minyak harus digabungkan untuk mengecerkan catnya. Rasionya tidak defenitif dan ditemukan dari uji coba. Untungnya ada konsep “lean fat” yang bisa membantu, yang artinya cat yang tipis harus ditorehkan di bawah lapisan lukisan, dan begitu seterusnya di lapisan berikutnya, sehingga catnya bisa menjadi gemuk dan semakin gemuk. Cat yang tipis harus memiliki kandungan lebih banyak tiner terpenten  dan sedikit  medium minyak di dalamnya. Sedang cat yang lebih gemuk harus memiliki tiner terpenten yang lebih sedikit dan lebih banyak medium minyak. Prinsip ini penting karena jika kita hendak untuk melukis dengan lapisan yang gemuk dibawah lapisan yang tipis, yang gemuk akan kering lebih lambat dan menyebabkan lapisan  tipis di atasnya akan retak saat lapisan di bawahnya mengering.

Ada beberapa hal yang diperhatikan dalam melakukan hal ini. Pertama, letakkan cat pada palet kertas sekali pakai, karena cat minyak sangat sulit untuk dibersihkan saat menggunakan palet plastik. Selanjutnya, untuk mencampur terpentene dan minyak , pastikan kira-kira berapa banyak yang diperlukan. Berikutnya pakai sikat penyerap, masukkan ke dalam terpentene dan tetesi terpente di atas cat sampai mendapatkan jumlah yang memuaskan. Kemudian secara perlahan tuang sedikit minyak di catnya dan kemudian proses pencampuran sudah bisa dilakukan. Sebagai catatan, jangan pernah menggunakan kuas lukis untuk melakukan hal ini karena akan merusak kuasnya. Gunakan pisau palet untuk mencampurkan.

5. Keluarkan Semangat Kesenimanan

Sumber gambar: shutterstock.com

Sekarang setelah kita telah mencampurkan cat minyak kita, sudah saatnya untuk menggunakannya di atas kanvas. Inilah saatnya bagi kita untuk menjadi kreatif dan eksperimental. Cobalah berbagai gaya yang berbeda dan berkeksperimenlah dengan palet warna kita. Gunakan semua bentuk dan ukuran kuas, meski hindari penggunaan jari tangan. Jika pakaian terpercik cat, segera tuangkan terpenten ke sebuah handuk dan segera bersihkan bagan baju yang terkena cat.

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

 

cat minyak

Tisa Granicia

Tisa Granicia adalah founder dari Kandura Keramik yang menangani bagian produksi. Visual Artist yang dulu mengambil kuliah jurusan seni keramik ini terkadang suka mengikuti pameran ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official