Art

The Beauty of Photorealism

Ada lukisan yang harus dijelasin panjang lebar, ada juga yang saking nyatanya cuma perlu dikasih judul aja dan biar penikmatnya yang mengintepretasikannya sendiri. Salah satu pelukis yang karyanya keliatan realistis banget adalah Jeremy Geddes. Jeremy ini lahir di tahun 1974 di Wellington, New Zealand, tapi sekarang tinggal di Melbourne, Australia. Dia belajar ngelukis di The University of Melbourne, Victorian College of the Arts, dan udah nerima berbagai awards, seperti BFA di tahun 1995 dan MFA di tahun 1997. Dia juga pernah nerima gold award di the Spectrum Awards, juga pernah masuk daftar nominasi penerima award di Crinchton Award, CBC Noteable Books 2006 dan The Aurealis Awards. Nerima awards sebanyak itu pasti artinya karyanya keren banget dong ya? Sehebat apa sih si Jeremy ini?

Liat aja karya terakhirnya yang udah dipamerin di Jonathan LeVine Gallery New York tahun lalu. Dia mamerin 17 lukisannya yang dikasih judul “Exhale”. Ini pameran tunggalnya yang pertama di Amerika Serikat, dan terbagi atas 2 bagian: Misèrere dan Misère. Ini lukisan lho, bukan foto! Keren ya…

 

Jeremy Geddes ini memang terkenal dengan lukisan-lukisannya yang mirip foto saking realistisnya. Lukisannya memang halus dan detil banget. Kurang lebih isinya adalah ketegangan antara lingkungan yang dibuat manusia sama kerapuhan tubuh manusia. Kita ambil contoh salah satu karyanya yang berjudul “Cluster” ini deh. Lukisan ini pernah di-print dengan edisi terbatas (limited edition) dan langsung laris manis. 200 lembar lukisan ini laku hanya dalam waktu satu hari. Padahal untuk nyelesein semua lukisan ini, Jeremy perlu waktu berbulan-bulan karena dia memang mau hasinya sesempurna mungkin.

Aliran lukisan Jeremy Geddes ini bisa dimasukin ke dalam kategori “photorealism”, yaitu lukisan hasilnya mirip sebuah foto. Aliran ini lahir di Amerika Serikat di akhir tahun 60-an, meskipun kemudian ditemukan bahwa di Abad 15 pun udah ada orang yang ngelukis kayak ini. Photorealism ini adalah evolusi dari Pop Art, dan yang ngasih nama “photorealism” adalah Louis K. Meisel di tahun 1969.

Selain Jeremy Geddes, tentunya di dunia juga ada beberapa pelukis aliran photorealism yang keren lainnya. Di antaranya adalah Pedro Campos. Coba deh liat lukisan kaleng Coca Cola dan kaki perempuan di bawah ini. Lebih mirip foto ketimbang lukisan kan saking miripnya?

Terus, ada juga pelukis photorealism lainnya yang bernama Nathan Walsh. Nathan ini kelahiran Inggris dan spesialisasinya memang ngelukis kota-kota besar di dunia. Ini salah satu lukisannya tentang kota New York.

Photorealism ini memang keren banget ya. Sebagai penutup, ada quote nih dari Raja Pop Art, Andi Warhol:

With photorealism, the mystery is gone… but the amazement is just starting!

Setuju kan?

Di Indonesia ada pelukis aliran ini yang kamu tahu nggak? Share dong ke Kopling infonya, siapa tau bisa kami liput juga untuk artikel lain kali. Hehehe…

About author

Senyum Besar Buat Tantra & Desta

Sekitar 7 bulan lalu Kopling kehilangan seorang teman baik karena penyakit yang dideritanya. Selang 2 hari pertemuan Kopling dengannya dan keluarga, Tuhan sudah terlebih dahulu ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official