Art

Eric Oliver, Si Penggoreng Lukisan

Kita nggak akan pernah tahu, ke mana nasib akan membawa kita. Bahkan kejadian lima menit ke depan pun, nggak akan pernah bisa kita perkirakan. Semesta memang sering memberikan kejutan.

Hal ini juga dialami oleh Eric Oliver, yang sudah bekerja selama lebih dari 20 tahun sebagai seorang asisten sutradara di industri film dan pertelevisian. Tentunya, latar belakang Eric di dunia hiburan memberikannya lebih banyak kesempatan ketika dia kemudian memutuskan untuk mempunyai profesi baru sebagai seorang pelukis. Dia sudah “terlanjur” punya banyak klien dari seluruh penjuru dunia, dan hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi laki-laki yang saat ini bertempat tinggal di Los Angeles ini.

View-of-the-Tool-Shed-from-the-Pool-acrylic-tempera-pencil-on-panel-20x24

Memorial-Monument-Forgotten-Before-Completion-Slowly-Settles-into-the-Sea-Acrylic-tempera-pencil-on-panel

Eric tumbuh dan dibesarkan di New York City, dan sejak kecil dia sudah sangat tertarik dengan kehidupan kaum urban di kota tersebut. Ayahnya kebetulan adalah seorang fotografer amatir, yang selalu mengalungkan kamera di lehernya dan mencuci fotonya sendiri di rumah. Eric pun mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang fotografer dan lulus dari Standford, tentu saja jurusan fotografi.

Di akhir tahun 90-an, dirinya mulai bereksperimen dengan alat pemindai (scanner) dan dirinya terpesona bagaimana sebuah alat dapat memanipulasi sebuah gambar, dan dari situ timbullah keinginannya untuk membuat karya seni dengan cara yang tak lazim. Dia membuat lukisan melalui proses fotografi, baik dengan cara digital maupun kimiawi, juga melukis seperti pada umumnya, dan kadang menggabungkan kedua teknik tersebut. Kebanyakan karyanya adalah produk dari pengamatannya sejak kecil terhadap lingkungan tempat tinggalnya, di mana alam dan teknologi menyatu, berseteru, dan kadang bekerja sama pada saat yang bersamaan.

Eric bukan hanya suka bereksplorasi dengan teknik melukis, tapi juga dia sering mengeksplorasi bahan yang digunakan juga subjek lukisannya. Setiap perubahan warna, geografis, bentuk, dan bayangan yang diamatinya setiap hari adalah hal yang paling membuatnya terinspirasi dalam melahirkan karya-karya seni.

Backside-digitally-re-mastered-baked-oil-on-steel-limited-edition-print-20x20

Stepping-Stones-digitally-re-mastered-baked-oil-on-steel-limited-edition-print-48x16

Strange-Flower-digitally-re-mastered-baked-oil-on-steel-limited-edition-print-20x20

Baked-Alaska-digitally-re-mastered-baked-oil-on-steel-limited-edition-print-48x16

Town-Square-digitally-re-mastered-baked-oil-on-steel-limited-edition-print-20x20

“Baked”, misalnya. Serial baru karya Eric Oliver ini dibuat dengan cara menggoreng cat minyak sebelum digunakan dengan minyak goreng, untuk menciptakan tanda dan pola tertentu, dan kemudian dilukiskan di atas lempengan-lempengan logam, dan kemudian dicetak dalam ukuran besar.

Melukis mungkin adalah hal yang relatif baru bagi Oliver, meskipun dia sempat mendapat sedikit teori dan cara melukis ketika duduk di bangku kuliah. Tapi setelah bertahun-tahun bekerja di industri perfilman, Eric kembali menemukan “tangannya” dengan cara melukis. Melukis adalah cara bagi seorang Eric Oliver untuk menuliskan kembali kesan-kesannya yang ditangkap oleh matanya setiap hari.

Website: ericoliver.net

Kopi untuk Semua Orang di Portugal

Sesuai dengan janji Kopling, kali ini kita akan membahas minuman-minuman kopi yang dapat kita temukan di Portugal. Orang Portugis, terutama mereka yang tinggal di Madeira ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official